Proses Keluarnya Roh dari Jasad Manusia, Beruntungnya Orang Saleh

Minggu, 20 Februari 2022 - 21:52 WIB
loading...
Proses Keluarnya Roh...
Sungguh beruntung orang-orang saleh rohnya disambut baik oleh para Malaikat ketika ia wafat. Foto ilustrasi/ist
A A A
Proses keluarnya roh dari jasad manusia diceritakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar manusia dapat mengambil pelajaran. Orang-orang saleh yang wafat dalam keadaan beriman niscaya akan beruntung, rohnya disambut oleh para Malaikat.

Para ulama mengatakan bahwa defenisi roh adalah asal usul jiwa. Ada yang mengatakan bahwa roh itu adalah jiwa, ada pula yang mengatakan selain itu. As-Suhaili menyimpulkan bahwa roh itu adalah suatu zat yang lembut seperti udara, ia beredar di seluruh tubuh bagaikan aliran air di dalam akar-akar pohon.

Bagaimana proses keluarnya roh dari tubuh manusia? Disebutkan dalam Hadis yang diketengahkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الْمَيِّتَ تَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ، فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ الصَّالِحُ قَالُوا: اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ، اخْرُجِي حَمِيدَةً، وَأَبْشِرِي بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ، وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ، فَلَا يَزَالُ يُقَالُ لَهَا ذَلِكَ حَتَّى تَخْرُجَ، ثُمَّ يُعْرَج بِهَا إِلَى السَّماء فَيُسْتَفْتَحُ لَهَا، فَيُقَالُ: مَنْ هَذَا؟ فَيُقَالُ: فَلَانٌ، فَيُقَالُ: مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الطَّيِّبَةِ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ، ادْخُلِي حَمِيدَةً وأبْشري بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ. فَلَا يَزَالُ يُقَالُ لَهَا ذَلِكَ حَتَّى يَنْتَهِيَ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ الَّتِي فِيهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ. وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ، قَالُوا: اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ، كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ، اخْرُجِي ذَمِيمَةً وَأَبْشِرِي بِحَمِيمٍ وَغَسَّاقٍ، وَآخَرَ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٍ، فَلَا يَزَالُ يُقَالُ لَهَا ذَلِكَ حَتَّى تَخْرُجَ، ثُمَّ يُعْرَجُ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ، فَيُسْتَفْتَحُ لَهَا، فَيُقَالُ: مَنْ هَذَا؟ فَيُقَالُ: فَلَانٌ، فَيُقَالُ: لَا مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الْخَبِيثَةِ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ، ارْجِعِي ذَمِيمَةً، فَإِنَّهُ لَا يُفْتَحُ لَكِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ. فَتُرْسَلُ مِنَ السَّمَاءِ ثُمَّ تَصِيرُ إِلَى الْقَبْرِ، فَيَجْلِسُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَيُقَالُ لَهُ مِثْلَ مَا قِيلَ فِي الْحَدِيثِ الْأَوَّلِ، وَيَجْلِسُ الرَّجُلُ السُّوءُ فَيُقَالُ لَهُ مِثْلَ مَا قِيلَ فِي الْحَدِيثِ الْأَوَّلِ

"Sesungguhnya mayat itu dihadiri oleh para Malaikat. Apabila mayat itu adalah seorang lelaki saleh, maka mereka mengatakan: "Keluarlah engkau, wahai jiwa yang baik dan berasal dari tubuh yang baik, keluarlah engkau dengan terpuji, dan bergembiralah dengan angin yang sejuk dan wewangian yang semerbak serta Tuhan yang tidak murka."

Maka terus-menerus dikatakan demikian kepadanya hingga keluar (dari tubuhnya). Kemudian ia dibawa naik ke langit, lalu dimohonkan supaya dibuka untuknya. Maka ditanyakan, "Siapakah ini?" Lalu dijawab, "Si Fulan (yang baik)." Maka dikatakan, "Selamat datang jiwa yang baik dan berasal dari tubuh yang baik, masuklah kamu dengan terpuji dan bergembiralah dengan angin yang sejuk dan wewangian yang semerbak serta Tuhan yang tidak murka." Maka terus-menerus dikatakan demikian kepadanya hingga ia sampai ke langit yang padanya ada Allah.

Apabila lelaki yang bersangkutan adalah orang buruk (jahat), maka mereka mengatakan, "Keluarlah engkau hai jiwa yang kotor dan berasal dari tubuh yang kotor. Keluarlah engkau dengan tercela, dan bergembiralah dengan air yang mendidih dan nanah serta aneka ragam lainnya yang serupa." Maka hal tersebut terus-menerus dikatakan kepadanya hingga ia keluar.

Kemudian ia dibawa naik ke langit, lalu dimintakan agar dibuka untuknya, maka dikatakan, "Siapakah orang ini?" Dijawab, "Si Fulan (yang jahat)." Maka dikatakan: "Tiada selamat datang bagi jiwa yang kotor dan berasal dari tubuh yang kotor. Kembalilah kamu dengan tercela, karena sesungguhnya semua pintu langit tidak akan dibuka untukmu."

Lalu ia diturunkan dari langit hingga sampai di kuburan. Sedangkan lelaki yang saleh tadi duduk, lalu dikatakan kepadanya hal yang semisal dengan apa yang disebutkan pada pembicaraan pertama. Dan orang yang jahat duduk pula, lalu dikatakan kepadanya hal yang semisal dengan pembicaraan yang kedua tadi."

Agar selamat dunia akhirat, hendaknya seseorang beriman kepada Allah dan memperbanyak amal saleh ketika di dunia. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim)

Wallahu A'lam

Baca Juga: Hakikat Roh dalam Pandangan Islam, Begini Kata Rasulullah
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kemana Roh Hewan yang...
Kemana Roh Hewan yang Sudah Mati? Begini Penjelasan Al Quran
Ngerinya Nasib Roh yang...
Ngerinya Nasib Roh yang Berbuat Syirik, Simak di Sini!
Perjalanan Ruh Seorang...
Perjalanan Ruh Seorang Mukmin Setelah Kematian, Ternyata Sangat Indah
Apakah Perjalanan Nabi...
Apakah Perjalanan Nabi SAW saat Isra Mikraj dengan Raga atau Roh-nya Saja?
Kenapa Nabi Isa Disebut...
Kenapa Nabi Isa Disebut Ruh Allah?
Ilmu Memanggil Roh Orang...
Ilmu Memanggil Roh Orang yang Sudah Meninggal Menurut Islam
Rekomendasi
5 Fenomena Astronomi...
5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Identik dengan Nabi...
Identik dengan Nabi Musa, Keanehan di Laut Merah Kembali Ditemukan
6 Lubang Terdalam di...
6 Lubang Terdalam di Dunia yang Bikin Bulu Kuduk Merinding
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved