Kapan Hari Akhir Tiba? Begini Jawaban Al-Quran dan Hadist Nabi SAW
Senin, 28 Februari 2022 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tanda-tanda Hari Kiamat, Munculnya 70 Orang Pembohong
Apakah hadits dan ayat-ayat di atas menunjukkan kedekatan hari akhirat dari segi waktu? "Boleh jadi," ujar Quraish. "Tetapi ketika itu tidak dapat dipahami bahwa kedekatan itu hanya dalam arti besok, seribu atau sepuluh ribu tahun ke depan. Kedekatannya boleh jadi juga jika dibandingkan dengan umur dunia yang telah berlalu sekian ratus juta tahun. Tetapi boleh jadi juga hadis dan ayat-ayat tersebut tidak menginformasikan kedekatan dalam arti waktu," jelasnya.
Bila kita cermati tentang kapan hari akhir tiba, maka jawaban yang diperintahkan kepada Nabi SAW untuk diucapkan adalah "Boleh jadi ia dekat." Di sisi lain, ayat Al-Qamar dan Al-Anbiya' di atas, yang menggunakan bentuk kata kerja masa lampau untuk satu peristiwa kiamat yang belum lagi terjadi, mengandung makna kepastian sehingga kedekatan dalam hal ini dipahami dalam arti "pasti kedatangannya". Karena "segala yang akan datang adalah dekat, dan segala yang telah berlalu dan tidak kembali adalah jauh."
Agaknya informasi Al-Quran tentang kedekatan ini, lebih dimaksudkan untuk menjadikan manusia selalu siap menghadapi kehadirannya. Karena itu pula, tidak satu atau dua ayat yang menegaskan bahwa kedatangannya sangat tiba-tiba, seperti misalnya firman berikut:
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka atau kedatangan kiamat kepada mereka secara tiba-tiba sedangkan mereka tidak menghindarinya? ( QS Yusuf [ 12]: 107).
Di sisi lain, ditemukan bahwa yang bertanya tentang waktu kedatangannya adalah orang-orang musyrik, bukan orang beriman.
Orang-orang yang tidak beriman menyangkut hari kiamat, meminta supaya hari itu segera didatangkan, sedangkan orang-orang yang beriman merasa takut akan kedatangannya Mereka yakin bahwa kiamat adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat benar-benar dalam kesesatan yang jauh ( QS Al-Syura [42]: 18).
Ketakutan tentang hari kiamat akan mengantarkan orang yang percaya untuk berbuat sebanyak mungkin amal ibadah, sehingga mereka dapat menggapai kebahagiaan abadi di sana.
Baca juga: Pada Hari Kiamat Semua Makhluk Mati, Bagaimana dengan Malaikat?
Apakah hadits dan ayat-ayat di atas menunjukkan kedekatan hari akhirat dari segi waktu? "Boleh jadi," ujar Quraish. "Tetapi ketika itu tidak dapat dipahami bahwa kedekatan itu hanya dalam arti besok, seribu atau sepuluh ribu tahun ke depan. Kedekatannya boleh jadi juga jika dibandingkan dengan umur dunia yang telah berlalu sekian ratus juta tahun. Tetapi boleh jadi juga hadis dan ayat-ayat tersebut tidak menginformasikan kedekatan dalam arti waktu," jelasnya.
Bila kita cermati tentang kapan hari akhir tiba, maka jawaban yang diperintahkan kepada Nabi SAW untuk diucapkan adalah "Boleh jadi ia dekat." Di sisi lain, ayat Al-Qamar dan Al-Anbiya' di atas, yang menggunakan bentuk kata kerja masa lampau untuk satu peristiwa kiamat yang belum lagi terjadi, mengandung makna kepastian sehingga kedekatan dalam hal ini dipahami dalam arti "pasti kedatangannya". Karena "segala yang akan datang adalah dekat, dan segala yang telah berlalu dan tidak kembali adalah jauh."
Agaknya informasi Al-Quran tentang kedekatan ini, lebih dimaksudkan untuk menjadikan manusia selalu siap menghadapi kehadirannya. Karena itu pula, tidak satu atau dua ayat yang menegaskan bahwa kedatangannya sangat tiba-tiba, seperti misalnya firman berikut:
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka atau kedatangan kiamat kepada mereka secara tiba-tiba sedangkan mereka tidak menghindarinya? ( QS Yusuf [ 12]: 107).
Di sisi lain, ditemukan bahwa yang bertanya tentang waktu kedatangannya adalah orang-orang musyrik, bukan orang beriman.
Orang-orang yang tidak beriman menyangkut hari kiamat, meminta supaya hari itu segera didatangkan, sedangkan orang-orang yang beriman merasa takut akan kedatangannya Mereka yakin bahwa kiamat adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat benar-benar dalam kesesatan yang jauh ( QS Al-Syura [42]: 18).
Ketakutan tentang hari kiamat akan mengantarkan orang yang percaya untuk berbuat sebanyak mungkin amal ibadah, sehingga mereka dapat menggapai kebahagiaan abadi di sana.
Baca juga: Pada Hari Kiamat Semua Makhluk Mati, Bagaimana dengan Malaikat?
(mhy)
Lihat Juga :