Khalifah Al-Walid bin 'Abdul-Malik, Ketika Upeti Membanjiri Dinasti Umayyah
Rabu, 02 Maret 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Di Madinah ada Umar bin Abdul Aziz yang merupakan saudara sepupunya, dan dikenal shaleh di kalangan para pemuka agama di Hijaz. Di wilayah barat, dia memiliki sosok Hajjaj bin Yusuf yang sebelumnya menjadi gubernur di Hijaz setelah berhasil menghancurkan kekuatan Abdullah bin Zubair pada masa pemerintahan Abdul Malik. Dan di wilayah barat, ia memiliki Musa bin Nusayr yang berkuasa di Afrika Utara.
Sedangkan di Damaskus sendiri, ia diwariskan sebuah sistem manajemen tata negara yang sudah autopilot. Dan dalam bidang kemiliteran dia memiliki panglima yang demikian terkenal bernama Maslamah bin Abdul Malik. Ia adalah adik Al Walid dari ibu yang berbeda.
Hampir semua sejarawan sepakat bahwa masa pemerintahan Al Walid adalah masa keemasan dinasti Umayyah. Tapi bila kita geledah lebih jauh, progresifitas ini lebih disebabkan oleh kecermerlangan para gubernurnya yang memerintah di kawasan yang jauh tersebut. Masing-masing gubernur ini diberi wewenang penuh untuk mengatur dirinya sendiri. Bahkan untuk menentukan siapa orang-orang yang bisa dipercaya menjadi penguasa di wilayah-wilayah taklukan.
Baca juga: Kisah Bani Umayyah: Tragedi Karbala, Ketika Pembunuhan dan Pemerkosaan Nodai Madinah
Akbar Shah Najeebabadi dalam bukunya berjudul "The History Of Islam" menyebut, di wilayah Barat, Musa bin Nusayr berhasil membangun kekuasaan yang efektif di Afrika, dan ini menjadi penopang kekuatannya untuk terus melakukan serangkaian penaklukan ke barat hingga ke tepi Selat Gibraltar. Di sinilah nanti ia mengutus panglima perang yang sangat kondang bernama Tariq bin Ziyad yang akhirnya berhasil menaklukkan daratan Eropa.
Di wilayah timur, Hajjaj binYusuf juga tak kalah sukses. Dengan mengutus seorang gubernur yang sekaligus panglima bernama Qutaybah bin Muslim untuk mengelola kawasan Khurasan. Ia berhasil merentangkan areal kekuasaan bani Umayyah hingga ke kawasan Asia Selatan dan Tengah.
Awalnya, ketika pertama kali Qutaybah tiba di Khurasan, beberapa raja di kawasan tersebut membangkang. Namun ini langsung ditindak cepat oleh Qutaybah. Satu persatu kawasan ini tundukan dan membayar upeti pada dinasti Umayyah. Bahkan dalam ekspedisi penaklukan ini, seorang putra dari adik kaisar Cina juga tak luput dari pembunuhan.
Dalam catatannya, Akbar Shah Najeebabadi mengatakan setelah mendengar serangkaian ekspedisi mengagumkan yang dipimpin oleh Qutaybah, raja Sri Lanka pun ikut memberikan upeti pada dinasti Umayyah.
Dengan suksesnya serangkaian penaklukan ini, tak ayal dinasti Umayyah kebanjiran harta. Maka sudah sangat wajar bila pembangunan demi pembangunan pun berlangsung pada masa ini.
Terlepas dari kekejaman Hajjaj bin Yusuf dalam memberangus kelompok oposisi, ataupun Musa bin Nusayr yang menindak tegas perlawanan dari sejumlah wilayah di Afrika Utara karena memperlakukan wilayah tersebut layaknya koloni. Intinya, berton-ton upeti berdatangan ke Damaskus. Dan dengan inilah dinasti Umayyah memasuki masa keemasannya.
Baca juga: Konflik Bani Umayyah dan Bani Hasyim, Berkaca Peristiwa Damaskus Gantikan Madinah
Elit Kekaisaran di Muka Bumi
Pada periode inilah untuk pertama kalinya dunia mengenal bangsa Arab sebagai sebuah elit kekaisaran di muka bumi. Nama kekaisaran ini bergema mulai dari Cina di timur hingga ke tepian samudera Atlantik di barat.
Sedangkan di Damaskus sendiri, ia diwariskan sebuah sistem manajemen tata negara yang sudah autopilot. Dan dalam bidang kemiliteran dia memiliki panglima yang demikian terkenal bernama Maslamah bin Abdul Malik. Ia adalah adik Al Walid dari ibu yang berbeda.
Hampir semua sejarawan sepakat bahwa masa pemerintahan Al Walid adalah masa keemasan dinasti Umayyah. Tapi bila kita geledah lebih jauh, progresifitas ini lebih disebabkan oleh kecermerlangan para gubernurnya yang memerintah di kawasan yang jauh tersebut. Masing-masing gubernur ini diberi wewenang penuh untuk mengatur dirinya sendiri. Bahkan untuk menentukan siapa orang-orang yang bisa dipercaya menjadi penguasa di wilayah-wilayah taklukan.
Baca juga: Kisah Bani Umayyah: Tragedi Karbala, Ketika Pembunuhan dan Pemerkosaan Nodai Madinah
Akbar Shah Najeebabadi dalam bukunya berjudul "The History Of Islam" menyebut, di wilayah Barat, Musa bin Nusayr berhasil membangun kekuasaan yang efektif di Afrika, dan ini menjadi penopang kekuatannya untuk terus melakukan serangkaian penaklukan ke barat hingga ke tepi Selat Gibraltar. Di sinilah nanti ia mengutus panglima perang yang sangat kondang bernama Tariq bin Ziyad yang akhirnya berhasil menaklukkan daratan Eropa.
Di wilayah timur, Hajjaj binYusuf juga tak kalah sukses. Dengan mengutus seorang gubernur yang sekaligus panglima bernama Qutaybah bin Muslim untuk mengelola kawasan Khurasan. Ia berhasil merentangkan areal kekuasaan bani Umayyah hingga ke kawasan Asia Selatan dan Tengah.
Awalnya, ketika pertama kali Qutaybah tiba di Khurasan, beberapa raja di kawasan tersebut membangkang. Namun ini langsung ditindak cepat oleh Qutaybah. Satu persatu kawasan ini tundukan dan membayar upeti pada dinasti Umayyah. Bahkan dalam ekspedisi penaklukan ini, seorang putra dari adik kaisar Cina juga tak luput dari pembunuhan.
Dalam catatannya, Akbar Shah Najeebabadi mengatakan setelah mendengar serangkaian ekspedisi mengagumkan yang dipimpin oleh Qutaybah, raja Sri Lanka pun ikut memberikan upeti pada dinasti Umayyah.
Dengan suksesnya serangkaian penaklukan ini, tak ayal dinasti Umayyah kebanjiran harta. Maka sudah sangat wajar bila pembangunan demi pembangunan pun berlangsung pada masa ini.
Terlepas dari kekejaman Hajjaj bin Yusuf dalam memberangus kelompok oposisi, ataupun Musa bin Nusayr yang menindak tegas perlawanan dari sejumlah wilayah di Afrika Utara karena memperlakukan wilayah tersebut layaknya koloni. Intinya, berton-ton upeti berdatangan ke Damaskus. Dan dengan inilah dinasti Umayyah memasuki masa keemasannya.
Baca juga: Konflik Bani Umayyah dan Bani Hasyim, Berkaca Peristiwa Damaskus Gantikan Madinah
Elit Kekaisaran di Muka Bumi
Pada periode inilah untuk pertama kalinya dunia mengenal bangsa Arab sebagai sebuah elit kekaisaran di muka bumi. Nama kekaisaran ini bergema mulai dari Cina di timur hingga ke tepian samudera Atlantik di barat.
Lihat Juga :