Dinasti Ghaznawi, Kesultanan yang Didirikan Seorang Budak
Kamis, 10 Maret 2022 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Mamluk adalah prajurit elit yang tadinya merupakan tawanan perang, kemudian dipekerjakan untuk mengabdi secara militer kepada seorang khalifah.
Ketika Alptigin mendirikan sebuah rezim tentara budak, dapat dikatakan dinasti Ghaznawi sebagai pelopor sebuah rezim yang di dalamnya didominasi prajurit budak.
Baca juga: Kesultanan Mughal, Negeri Islam yang Didirikan Keturunan Jengis Khan
Penaklukan
Ketika Dinasti Samaniyah (819–999), yang berbasis di Bukhara (sekarang di Uzbekistan) mulai runtuh, Sabuktegin mengambil alih kekuasaan di kampung halamannya di Ghazni pada tahun 977.
Dia kemudian melanjutkan penaklukkan terhadap kota-kota besar Afghanistan lainnya, di antaranya Kandahar. Kerajaan yang dibangunnya membentuk inti dari kekuasaan Dinasti Ghaznawiyah yang akan datang, dan dia dinobatkan sebagai pendiri tonggak awal dinasti.
Mahmud menggantikan ayahnya. Setelah menjadi sultan, ia memperluas wilayah kekuasaan Dinasti Ghaznawiyah ke wilayah-wilayah yang dulunya merupakan daerah kekuasaan kerajaan kuno, yaitu Kerajaan Kushan.
Dalam kampanyenya, dia menggunakan teknik dan taktik militer khas Asia Tengah, yang terutama mengandalkan kavaleri berkuda yang sangat mudah berpindah-pindah, yang dipersenjatai dengan busur pendek (compound bows).
Mahmud mempunyai semangat besar untuk menyiarkan Islam Sunni. Semangat ini diwujudkan antara lain dengan mengirimkan kelompok-kelompok pengajar Islam Sunni ke daerah-daerah yang ditaklukannya, seperti bangsa Ghur yang ditaklukannya pada tahun 401 H. Ia juga menyingkirkan kaum Mu’tazilah ke Khurasan dan buku-buku mereka, sebagaimana ia membakar buku-buku filsafat dan ilmu perbintangan.
Wilayah kekuasaan Mahmud merupakan wilayah yang terluas dalam sejarah dinasti Ghaznawi. Wilayah tersebut mencangkup India utara di timur, dan Irak-Persia di barat, serta seluruh daerah Khurasan, Takaristan yang berpusat di Balkh, sebagian Transoxiana di utara, dan Sijistan di selatan.
Dia menghiasi wilayah Ghaznah dengan bangunan-bangunan megah, mendirikan sebuah pusat pendidikan, serta menjadikan istananya sebagai tempat peristirahatan bagi para penyair dan ilmuwan.
Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?
Invasi ke India
Sebelum kematiannya, kesultanan Ghaznawi membentang sampai ke pantai Samudra Hindia di Gujarat selatan. Mahmud menunjuk raja-raja lokal untuk menjadi bawahan yang memerintah atas namanya di banyak daerah yang telah ditaklukkan.
Ketika Alptigin mendirikan sebuah rezim tentara budak, dapat dikatakan dinasti Ghaznawi sebagai pelopor sebuah rezim yang di dalamnya didominasi prajurit budak.
Baca juga: Kesultanan Mughal, Negeri Islam yang Didirikan Keturunan Jengis Khan
Penaklukan
Ketika Dinasti Samaniyah (819–999), yang berbasis di Bukhara (sekarang di Uzbekistan) mulai runtuh, Sabuktegin mengambil alih kekuasaan di kampung halamannya di Ghazni pada tahun 977.
Dia kemudian melanjutkan penaklukkan terhadap kota-kota besar Afghanistan lainnya, di antaranya Kandahar. Kerajaan yang dibangunnya membentuk inti dari kekuasaan Dinasti Ghaznawiyah yang akan datang, dan dia dinobatkan sebagai pendiri tonggak awal dinasti.
Mahmud menggantikan ayahnya. Setelah menjadi sultan, ia memperluas wilayah kekuasaan Dinasti Ghaznawiyah ke wilayah-wilayah yang dulunya merupakan daerah kekuasaan kerajaan kuno, yaitu Kerajaan Kushan.
Dalam kampanyenya, dia menggunakan teknik dan taktik militer khas Asia Tengah, yang terutama mengandalkan kavaleri berkuda yang sangat mudah berpindah-pindah, yang dipersenjatai dengan busur pendek (compound bows).
Mahmud mempunyai semangat besar untuk menyiarkan Islam Sunni. Semangat ini diwujudkan antara lain dengan mengirimkan kelompok-kelompok pengajar Islam Sunni ke daerah-daerah yang ditaklukannya, seperti bangsa Ghur yang ditaklukannya pada tahun 401 H. Ia juga menyingkirkan kaum Mu’tazilah ke Khurasan dan buku-buku mereka, sebagaimana ia membakar buku-buku filsafat dan ilmu perbintangan.
Wilayah kekuasaan Mahmud merupakan wilayah yang terluas dalam sejarah dinasti Ghaznawi. Wilayah tersebut mencangkup India utara di timur, dan Irak-Persia di barat, serta seluruh daerah Khurasan, Takaristan yang berpusat di Balkh, sebagian Transoxiana di utara, dan Sijistan di selatan.
Dia menghiasi wilayah Ghaznah dengan bangunan-bangunan megah, mendirikan sebuah pusat pendidikan, serta menjadikan istananya sebagai tempat peristirahatan bagi para penyair dan ilmuwan.
Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?
Invasi ke India
Sebelum kematiannya, kesultanan Ghaznawi membentang sampai ke pantai Samudra Hindia di Gujarat selatan. Mahmud menunjuk raja-raja lokal untuk menjadi bawahan yang memerintah atas namanya di banyak daerah yang telah ditaklukkan.
Lihat Juga :