10 Karomah Sayyidina Umar Bin Khattab (1)
Selasa, 16 Juni 2020 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
4. Menghentikan Goncangan Bumi Saat Terjadi Gempa.
Dalam Kitab al-Syamil, Imain al-Haramain menceritakan Karamah Umar ketika terjadi gempa bumi pada masa pemerintahannya. Ketika itu, Umar mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah, padahal bumi bergoncang begitu menakutkan. Kemudian Umar memukul bumi dengan kantong tempat susu sambil berkata: "Tenanglah wahai bumi, bukankah aku telah berlaku adil kepadamu." Bumi kembali tenang saat itu juga. Menurut Imam al-Haramain, pada hakikatnya Umar adalah Amirul Mmukminin secara lahir dan batin juga sebagai khalifah Allah bagi bumi-Nya dan bagi penduduk bumi-Nya. Sehingga Umar mampu memerintahkan dan menghentikan gerakan bumi, sebagaimana ia menegur kesalahan-kesalahan penduduk bumi.
5. Mengalirkan Sungai Nil Saat Dilanda Kekeringan.
Imam al-Haramain mengemukakan ketika sungai Nil tidak mengalir, penduduk Mesir melakukan ritual jahiliyah dengan melemparkan seorang perawan ke dalam sungai tersebut setiap tahunnya. Penduduk Mesir melaporkan hal itu kepada 'Amr bin Ash yang saat itu menjabat gubernur Mesir. Kemudian 'Amr bin Ash berkata kepada mereka, "Sesungguhnya hal ini tidak boleh dilakukan karena Islam telah menghapus tradisi tersebut." Kala itu penduduk Mesir mengalami penderitaan selama tiga bulan karena mengeringnya sungai Nil.
'Amr menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk menceritakan peristiwa itu. Kemudian Umar membalas surat tersebut dan menyatakan: "Engkau benar bahwa Islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku mengirim secarik kertas untukmu, lemparkanlah kertas itu ke sungai Nil," Kemudian 'Amr membuka kertas itu sebelum melemparnya ke sungai Nil. Ternyata kertas itu berisi tulisan Khalifah Umar untuk sungai Nil di Mesir yang menyatakan: "Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir".
Kemudian 'Amr melempar kertas itu ke sungai Nil. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk pindah meninggalkan Mesir. Pagi harinya, Allah Ta'ala mengalirkan sungai Nil enam belas hasta dalam semalam. (Baca Juga: Karomah Abu Bakar Shiddiq yang Tidak Diketahui Banyak Orang )
(bersambung)
Dalam Kitab al-Syamil, Imain al-Haramain menceritakan Karamah Umar ketika terjadi gempa bumi pada masa pemerintahannya. Ketika itu, Umar mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah, padahal bumi bergoncang begitu menakutkan. Kemudian Umar memukul bumi dengan kantong tempat susu sambil berkata: "Tenanglah wahai bumi, bukankah aku telah berlaku adil kepadamu." Bumi kembali tenang saat itu juga. Menurut Imam al-Haramain, pada hakikatnya Umar adalah Amirul Mmukminin secara lahir dan batin juga sebagai khalifah Allah bagi bumi-Nya dan bagi penduduk bumi-Nya. Sehingga Umar mampu memerintahkan dan menghentikan gerakan bumi, sebagaimana ia menegur kesalahan-kesalahan penduduk bumi.
5. Mengalirkan Sungai Nil Saat Dilanda Kekeringan.
Imam al-Haramain mengemukakan ketika sungai Nil tidak mengalir, penduduk Mesir melakukan ritual jahiliyah dengan melemparkan seorang perawan ke dalam sungai tersebut setiap tahunnya. Penduduk Mesir melaporkan hal itu kepada 'Amr bin Ash yang saat itu menjabat gubernur Mesir. Kemudian 'Amr bin Ash berkata kepada mereka, "Sesungguhnya hal ini tidak boleh dilakukan karena Islam telah menghapus tradisi tersebut." Kala itu penduduk Mesir mengalami penderitaan selama tiga bulan karena mengeringnya sungai Nil.
'Amr menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk menceritakan peristiwa itu. Kemudian Umar membalas surat tersebut dan menyatakan: "Engkau benar bahwa Islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku mengirim secarik kertas untukmu, lemparkanlah kertas itu ke sungai Nil," Kemudian 'Amr membuka kertas itu sebelum melemparnya ke sungai Nil. Ternyata kertas itu berisi tulisan Khalifah Umar untuk sungai Nil di Mesir yang menyatakan: "Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir".
Kemudian 'Amr melempar kertas itu ke sungai Nil. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk pindah meninggalkan Mesir. Pagi harinya, Allah Ta'ala mengalirkan sungai Nil enam belas hasta dalam semalam. (Baca Juga: Karomah Abu Bakar Shiddiq yang Tidak Diketahui Banyak Orang )
(bersambung)
(rhs)
Lihat Juga :