Sukarno Menemukan Makam Imam Bukhari di Era Uni Soviet?
Jum'at, 11 Maret 2022 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
Dalam buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno (2017) itu menyebut bahwa permintaan pemugaran makam Imam Bukhori itu disampaikan Sukarno kepada Khrushchev sebelum kunjungannya ke Uni Soviet pada 1956.
Keterangan ini janggal, karena saat itu Presiden Uni Soviet adalah Kliment Voroshilov dan undangan kunjungan datang darinya. Sementara Khrushchev masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Presidium Tertinggi Uni Soviet.
Baca juga: Biografi Imam Bukhari, Buta di Waktu Kecil Tapi Hafal 100.000 Hadits Shahih
Sejarawan Asvi Warman Adam juga meragukan kebenaran kisah itu. Sebabnya tidak ada literasi resmi soal peristiwa tersebut. "Kadang memang ada cerita Sukarno yang dibesar-besarkan," ujar Asvi suatu ketika.
Imam Bukhari lahir di Bukhara, Uzbekistan tahun 196 Hijriah atau 810 Masehi. Beliau diberi nama Muhammad oleh ayahnya yang bernama Ismail bin Ibrahim. Tapi akhirnya lebih dikenal sebagai Imam Bukhari, dari nama kota Bukhara.
Selama hidupnya, Imam Bukhari menghimpun sejuta hadis dari Rasulullah SAW. Dia menyaring dan mempelajari hadis-hadis tersebut untuk menentukan mana hadis yang kuat, atau lemah.
Akhirnya Imam Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami'al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
Makam Imam Bukhari terletak di Samarkand, Uzbekistan dan jenazahnya berada di ruang bawah tanah dengan berselimutkan kain hitam, bertuliskan Arab.
Banyak para wisatawan dari kalangan muslim dan nonmuslim yang berasal dari berbagai nagara yang mengunjungi makam Beliau dan peziarah hanya diizinkan masuk sampai ruang atas kompleks permakaman.
Baca juga: Menuntut Ilmu Memang Sulit, Ini Nasehat Imam Al-Bukhari
Keterangan ini janggal, karena saat itu Presiden Uni Soviet adalah Kliment Voroshilov dan undangan kunjungan datang darinya. Sementara Khrushchev masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Presidium Tertinggi Uni Soviet.
Baca juga: Biografi Imam Bukhari, Buta di Waktu Kecil Tapi Hafal 100.000 Hadits Shahih
Sejarawan Asvi Warman Adam juga meragukan kebenaran kisah itu. Sebabnya tidak ada literasi resmi soal peristiwa tersebut. "Kadang memang ada cerita Sukarno yang dibesar-besarkan," ujar Asvi suatu ketika.
Imam Bukhari lahir di Bukhara, Uzbekistan tahun 196 Hijriah atau 810 Masehi. Beliau diberi nama Muhammad oleh ayahnya yang bernama Ismail bin Ibrahim. Tapi akhirnya lebih dikenal sebagai Imam Bukhari, dari nama kota Bukhara.
Selama hidupnya, Imam Bukhari menghimpun sejuta hadis dari Rasulullah SAW. Dia menyaring dan mempelajari hadis-hadis tersebut untuk menentukan mana hadis yang kuat, atau lemah.
Akhirnya Imam Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami'al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
Makam Imam Bukhari terletak di Samarkand, Uzbekistan dan jenazahnya berada di ruang bawah tanah dengan berselimutkan kain hitam, bertuliskan Arab.
Banyak para wisatawan dari kalangan muslim dan nonmuslim yang berasal dari berbagai nagara yang mengunjungi makam Beliau dan peziarah hanya diizinkan masuk sampai ruang atas kompleks permakaman.
Baca juga: Menuntut Ilmu Memang Sulit, Ini Nasehat Imam Al-Bukhari
(mhy)
Lihat Juga :