Restorisasi Masjid Sukarno di Rusia Habiskan Rp30 Miliar

Minggu, 13 Maret 2022 - 03:31 WIB
loading...
Restorisasi Masjid Sukarno...
Masjid Biru Sukarno Rusia: pada tahun ini pemerintah setempat menganggarkan Rp4,9 miliar untuk merestorisasi masjid ini. (Foto/Ilustrasi: Russia Beyond)
A A A
Ada Masjid Sukarno di Rusia, tepatnya di Sankt Peterburg, kota kedua terbesar di negeri Beruang Merah itu. Masjid ini oleh muslim setempat disebut Санкт-Петербу́ргская мече́ть (atau Sankt Peterburgkaya Mecet) maknanya Blue Mosque atau Masjid Biru. Pada bulan ini, pemerintah kota setempat menyiapkan Rp4,9 miliar untuk merestorisasi masjid tersebut.

Asal tahu saja, sejak tahun 2000 restorisasi masjid ini sudah menelan dana hampir Rp30 miliar atau tepatnya 280 juta rubel. Kurs saat ini 1 rubel = 106.92 rupiah.

Baca juga: Sukarno Menemukan Makam Imam Bukhari di Era Uni Soviet?

Russia Beyond melaporkan restorisasi ini kali diperkirakan menelan dana hingga 38,7 juta rubel atau sekitar Rp4,9 miliar berupa perbaikan interior masjid di lantai tiga.

Sedangkan restorisasi sebelumnya adalah untuk kubah, jendela kaca patri, menara, lantai, dan dekorasi dinding. "Selama 19 tahun, pemugaran masjid bersejarah ini telah menghabiskan dana 280 juta rubel atau setara dengan Rp29,9 miliar," lapor Russia Beyond.

Renovasi yang dilakukan tahun 2000-2015 menyedot 176,5 juta rubel. Duit tersebut berasal dari dana anggaran Kota Sankt Peterburg, yang disediakan untuk perlindungan dan pemulihan situs warisan budaya.

Pada 2016-2018, pekerjaan dilakukan untuk memperbaiki aula dan kubah. Lalu pada 2019, pekerjaan dilakukan untuk merestorasi aula di lantai dua. Nah, kini untuk lantai tiga.

Gudang Senjata
Pada masa berkuasanya rezim Komunis Uni Soviet (1920-an hingga 1991), hampir semua tempat ibadah seluruh agama, baik Kristen Ortodoks Rusia, Kristen Katolik, Islam, Yahudi, Buddha ditutup dan sebagian besar dialihfungsikan. Ada yang menjadi rumah sakit, asrama, penjara, dan lain-lain.

Masjid Biru ditutup pada 1940 dan dialihfungsikan untuk berbagai macam kegunaan, termasuk gudang senjata semasa Perang Dunia II.

Baca juga: Ada Makam 40 Sahabat Rasulullah SAW di Rusia, Jasadnya Utuh Beraroma Harum Mawar

Suatu hari, di sela-sela kunjungan Presiden Sukarno ke Sankt Peterburg (dahulu bernama Leningrad) pada 1956, ia melihat bangunan seperti masjid dengan arsitektur Asia Tengah berwarna biru. Ternyata, bangunan tersebut memang secara fisik adalah sebuah masjid, tapi telah beralih fungsi menjadi sebuah gudang.

Setelah kembali ke Moskow, Sukarno bertemu Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev. Ketika Khrushchev menanyakan kesan Sukarno mengenai Leningrad, sang presiden malah membahas kondisi masjid yang baru ia kunjungi.

Sukarno kemudian meminta masjid itu dikembalikan sesuai fungsinya. Sepuluh hari setelah kunjungan Presiden Sukarno, bangunan itu kembali menjadi masjid dan tetap berdiri tegak hingga kini.

Umat Islam di Rusia sangat berterima kasih atas keberanian dan keberhasilan Presiden Sukarno mengupayakan pengembalian Masjid Biru kepada umat Islam untuk difungsikan sebagai tempat ibadah. Tidak pernah terbayangkan oleh mereka ada pemimpin asing yang berani melakukan hal tersebut kepada Pemimpin Tertinggi Uni Soviet yang dikenal sangat anti-agama dan saat itu sangat ditakuti.

Kisah tentang pengembalian fungsi masjid tersebut serta kisah pemugaran Makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan --yang saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet-- yang juga atas permintaan Presiden Sukarno masih terekam dengan baik hingga saat ini di memori kaum Muslimin Rusia, khususnya para generasi tuanya.

Baca juga: Ukraina Harap Muslim Indonesia Tidak Terprovokasi Propaganda Rusia

Era Tsar Nicholas II
Masjid Sukarno disebut Masjid Biru karena bangunan tersebut memiliki kubah berwarna biru. Masjid ini mulai dibangun pada 1910 dan secara resmi dibuka pada 1913.

Diriwayatkan bahwa kala itu, sangatlah sulit untuk memperoleh izin pembangunan rumah ibadah umat Islam di Ibu Kota Kekaisaran Rusia tersebut. Penguasa Rusia saat itu, Tsar Nicholas II, pada 1907 akhirnya memberikan izin pembangunan masjid ini sebagai penghargaan atas kontribusi warga Muslim yang turut membangun Kota St Petersburg.

Tsar Nicholas II sendiri sebelumnya pernah berkunjung ke Indonesia (Hindia-Belanda) pada 1890 saat masih berstatus sebagai Putra Mahkota. Dana terbesar pembangunan masjid ini berasal dari Said Abdoul Ahad, Emir Bukhara (Uzbekistan).

Baca juga: Presiden Rusia Ungkap Peran Penting Komunitas Muslim dalam Masa Pandemi

Upacara peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 3 Februari 1910 dan dihadiri tokoh-tokoh pemerintahan, keagamaan, dan masyarakat lainnya, termasuk di antaranya Mohammad Alim Khan, Duta Besar Kekhalifahan Ottoman serta Tevkelev, pemimpin Partai Muslim di Parlemen Rusia (Duma).

Blue Mosque dibangun dengan meniru arsitektur Gur-e-Amir, makam dari Timurlenk di Samarkand. Masjid ini dilengkapi menara setinggi 49 meter, kubah setinggi 39 meter, dan mampu memuat hingga lima ribu jamaah. Pada saat dibangun, umat Islam di St Petersburg diperkirakan 8.000 orang.

Bagian muka dari bangunan masjid merupakan gabungan ornamen oriental dan mozaik biru pirus. Dinding masjid dibuat dari batu granit abu-abu dan kubah serta menaranya ditutupi dengan mozaik keramik berwarna biru langit.

Bagian depan masjid dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran. Sementara, bagian dalamnya dibuat dari marmer berwarna biru dan lantainya dilapisi oleh karpet yang dibuat para perajin dari Asia Tengah.

Baca juga: Muslim Bosnia dan Pemimpin Kroasia Boikot Pertemuan dengan Menlu Rusia
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Inilah 4 Masjid yang...
Inilah 4 Masjid yang Harus Dikunjungi Jemaah Haji di Tanah Suci
Masjid Quba, Masjid...
Masjid Quba, Masjid Istimewa yang Dipuji Allah dalam Al-Qur'an
Mengenal Masjid Pertama...
Mengenal Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Masjid Nabawi: Perpaduan...
Masjid Nabawi: Perpaduan Jejak Sejarah Rasulullah dan Kemegahan Arsitektur Islam
Masjid Indonesia di...
Masjid Indonesia di Yokohama Jepang Diresmikan
Rekomendasi
ASMC Sebut Akibat El...
ASMC Sebut Akibat El Nino Negara ASEAN Akan Diselimuti Asap Tebal
Gunung Berapi Alaska...
Gunung Berapi Alaska Bergemuruh Berulang-ulang usai Tertidur 1 Abad
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Membakar 210 Kawasan Hutan di Kanada
Artikel Terkini
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved