Jernihkan Problem Rumah Tangga Dengan Istighfar
Selasa, 16 Juni 2020 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
"Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu Anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya seorang Mukmin jika berdosa akan ditandai titik hitam pada hatinya. Jika ia bertaubat, mencabut kemaksiatannya dan beristighfar, maka hatinya akan mengilap. Namun, jika ia menambah dosanya, maka titik hitam itu akan bertambah hingga menguasai hatinya. Kalau sudah demikian, itulah ‘ar-raan’ (bintik hitam yang menguasai/menutup hati) yang Allah sebutkan dalam al-Qur’an:
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka perbuat telah menutup hati mereka". (QS. Al-Muthaffifin:14).
(HR. Ahmad).
Hati adalah raja bagi anggota tubuh yang lain. Jika baik hatinya, maka anggota tubuh yang lain akan baik.
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
"Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah Hati".
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Karena itu, muslimah wajib menjernihkan hati dengan istighfar. Sebab hal itu adalah suatu manfaat yang sangat besar. Manfaat tersebut bisa dicapai dengan Istighfar. Sebaliknya, hati yang kotor dengan dosa, akan susah menerima nasihat dari Al Qur’an dan Sunnah Rasul Shallallaahu alaihi wa sallam. Sesuatu yang haq akan dinilai bathil, dan yang bathil akan ternilai haq. Parameter penilaian menjadi terbalik. (Baca juga : Pamer Amal di Medsos? Hati-hati Dengan Riya dan Sum'ah )
Lebih penting dari itu semua: kejernihan dan keselamatan hati adalah penentu kesuksesan saat bertemu dengan Allah nanti pada hari kiamat :
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُ(88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)
Di hari yang tidak bermanfaat (lagi) harta ataupun anak. Kecuali yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.
(Q.S asy-Syu’araa’:88-89).
Semoga semua muslimah diberi taufik hidayah dan dampuni semua dosanya. Semoga Allah memaafkan semua kesalahanya dan merimalah semua amal salihnya.
Wallahu A'lam
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka perbuat telah menutup hati mereka". (QS. Al-Muthaffifin:14).
(HR. Ahmad).
Hati adalah raja bagi anggota tubuh yang lain. Jika baik hatinya, maka anggota tubuh yang lain akan baik.
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
"Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah Hati".
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Karena itu, muslimah wajib menjernihkan hati dengan istighfar. Sebab hal itu adalah suatu manfaat yang sangat besar. Manfaat tersebut bisa dicapai dengan Istighfar. Sebaliknya, hati yang kotor dengan dosa, akan susah menerima nasihat dari Al Qur’an dan Sunnah Rasul Shallallaahu alaihi wa sallam. Sesuatu yang haq akan dinilai bathil, dan yang bathil akan ternilai haq. Parameter penilaian menjadi terbalik. (Baca juga : Pamer Amal di Medsos? Hati-hati Dengan Riya dan Sum'ah )
Lebih penting dari itu semua: kejernihan dan keselamatan hati adalah penentu kesuksesan saat bertemu dengan Allah nanti pada hari kiamat :
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُ(88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)
Di hari yang tidak bermanfaat (lagi) harta ataupun anak. Kecuali yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.
(Q.S asy-Syu’araa’:88-89).
Semoga semua muslimah diberi taufik hidayah dan dampuni semua dosanya. Semoga Allah memaafkan semua kesalahanya dan merimalah semua amal salihnya.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :