Detik-Detik Menjelang Runtuhnya Daulah Umayyah dan Berdirinya Daulah Abbasiyah

Selasa, 22 Maret 2022 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Kala itu, Marwan berada di Harran yang didukung dengan kekuatan besar. Kemudian ia bergerak dari kota itu menuju Mosul. Abul Abbas memilih salah satu dari anggota keluarganya, yaitu pamannya Abdullah bin Ali sebagai komandan militer yang terpilih untuk melawan Marwan bin Muhammad.

Medan pertempuran kedua belah pihak berada di sungai Az-Zab Al-Ala, yang merupakan salah satu cabang dari sungai Tigris dari arah timur. Pertempuran tersebut sangat sengit dan berakhir dengan kemenangan Abdullah bin Ali dan pasukannya.

Marwan bin Muhammad sendiri berhasil melarikan diri. Peristiwa itu terjadi pada sebelas hari terakhir bulan Jumadal Akhir tahun 132 H.

Marwan ketika itu didukung 120 ribu tentara, yang terdiri dari tentara pilihan dari warga Syam. Setelah mengalami kekalahan telak tersebut, Marwan melarikan diri hingga mencapai Harran, yang ketika itu dipimpin oleh sepupunya, Aban bin Yazid bin Muhammad, dan menetap di sana selama 21 hari atau lebih.

Abdullah bin Ali terus mengejar Marwan. Saat Abdullah mendekati kota tersebut, maka Marwan melarikan diri darinya bersama keluarga dan anak-anaknya.

Baca juga: Marwan bin Muhammad, Khalifah Terakhir Dinasti Umayyah yang Gemar Menyalib Lawan-Lawan Politiknya

Abdullah bin Ali pun datang dan ditemui Aban dengan berpura-pura membaiatnya dan loyal pada kelompoknya. Abdullah bin Ali memberikan jaminan keamanan kepadanya bersama orang-orang yang berada di Harran dan Al-Jazirah.

Marwan terus bergerak hingga mencapai Qannasrin, sedangkan Abdullah bin Ali bergerak menuju Himsh (Homs) hingga sampai di Damaskus, yang dipimpin oleh Al-Walid bin Muawiyah bin Marwan.

Ketika Marwan merasakan bahwa Abdullah bin Ali semakin dekat, maka ia meninggalkannya. Lalu Abdullah datang dan menaklukkannya setelah melalui pertempuran sengit karena perlawanan rakyatnya dan Al-Walid bin Muawiyah sendiri terbunuh.

Setelah itu, Marwan bin Muhammad bergerak menuju Yordania dan Palestina, lalu dilanjutkan hingga sampai di Fusthath. Kemudian dari Fusthath bergerak menuju Bushair, yaitu sebuah perkampungan yang merupakan pusat kota Al-Wasithi di Bani Suwaif.

Adapun Abdullah bin Ali, ia mendapatkan surat dari Abul Abbas As-Saffah, yang memerintahkannya untuk mengirimkan Shaleh bin Ali agar mengejar Marwan bin Muhammad.

Shaleh bin Ali segera bergerak pada bulan Dzulqaidah tahun 132 H dengan menelusuri pesisir pantai dan berlayar mengikuti jejaknya hingga mencapai Mesir. Dari Mesir ini Shaleh bin Ali bergerak menuju Bushair. Di sana lah ia membunuh Marwan bin Muhammad pada tiga hari terakhir di bulan Dzulhijjah tahun 132 H.

Dengan terbunuhnya Marwan bin Muhammad ini, maka berakhirlah pemerintahan Dinasti Umayyah di wilayah Timur dan pondasi negara Abbasiyah semakin kuat.

Baca juga: Marwan Bin Hakam, Pecahan Laknat Allah yang Jadi Khalifah Dinasti Umayyah

Sedangkan Yazid bin Umair bin Hubairah ketika mengalami kekalahan dari pasukan Khurasan, ia bergerak ke Wasith dan membuat benteng di sana. Penasehatnya memberi masukan kepadanya agar bergerak ke Kufah untuk bertempur hingga ia terbunuh atau meraih kemenangan.

Mereka juga memperingatkannya di Wasith agar tidak menjadi tawanan dalam sebuah blokade militer. Tiada yang terjadi dalam blokade tersebut, kecuali pembunuhan. Akan tetapi Yazid bin Umair menentang saran tersebut.

Abu Salamah segera memobilisasi pasukannya di bawah komando Al-Hasan bin Quhthubah hingga terjadilah beberapa peperangan di antara mereka. Setelah itu, Ibnu Hubairah bersama pengikutnya bertahan di benteng-benteng mereka.

Ketika waktu berjalan beberapa lama, Abul Abbas mengirimkan saudaranya Abu Jafar untuk memimpin sebuah pasukan hingga terjadilah pertempuran sengit antara pasukan dari kedua belah pihak. Mereka terus bertempur sengit selama sepuluh bulan lamanya.

Ketika Ibnu Hubairah mendapat informasi tentang terbunuhnya Marwan bin Muhammad, maka ia pun memilih jalan damai hingga terjadilah pertukaran delegasi antara dirinya dengan Abu Jafar hingga ia bersedia memberikan jaminan keamanan kepadanya.

Ibnu Hubairah menulis surat jaminan selama empat puluh malam sambil berkonsultasi dengan para ulama hingga Ibnu Hubairah bisa menerimanya. Kemudian surat tersebut dikirimkan kepada Abu Jafar, yang kemudian disampaikan Abu Jafar kepada Abu As-Saffah.

Baca juga: Tenggelamnya Jihad Laut di Masa Daulah Abbasiyah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Selat Gibraltar: Abadinya...
Selat Gibraltar: Abadinya Nama Sang Panglima Perang Islam dalam Peta Dunia
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Batu Rosetta Artefak...
Batu Rosetta Artefak Mesir Bertuliskan Bahasa para Dewa
Taman, Karpet, Lengkungan...
Taman, Karpet, Lengkungan dan Menara Gereja Meniru Arsitektur Dunia Islam
Benda Berbulu Jatuh...
Benda Berbulu Jatuh dari Langit, Apakah Itu?
Artikel Terkini
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved