Surah Maryam Ayat 26: Kisah Maryam Berpuasa Bicara
Senin, 28 Maret 2022 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
Ibnu Katsir menuturkan dalam Qashash al-Anbiya’, Maryam memusatkan seluruh perhatiannya untuk beribadah di Masjid. Ia hanya akan keluar ketika masa haid atau ada keperluan mendesak seperti mengambil air atau mendapatkan makanan.
Kebingungan tersebut juga dialami oleh orang-orang terdekat Maryam. Misalnya, Yusuf bin Ya’kub – sepupu Maryam dan orang pertama yang menyadari kehamilannya – terkejut ketika melihat tanda-tanda kehamilan Maryam. Ia merasa bingung dengan kejadian yang dilihatnya, sebab ia yakin bahwa Maryam adalah perempuan mulia dan jauh dari berbagai perbuatan dosa.
Baca juga: Perdebatan tentang Nabi Isa dan Perlawanan Para Uskup
Menurut Ibnu Katsir, untuk menghilangkan kebingungannya tersebut, Yusuf kemudian mendatangi Maryam dan bertanya kepadanya, “Wahai Maryam, mungkinkah ada tumbuhan tanpa adanya biji?” (sebuah kiasan mengenai kehamilan Maryam). Maryam lalu menjawab, “Ya. Allah SWT telah menciptakan Adam tanpa adanya laki-laki dan perempuan.”
Yusuf berkata, “Kalau begitu ceritakanlah tentang kondisimu kepadaku.”
Maryam lantas menceritakan kondisinya yang sesungguhnya, bahwa ia telah mengandung seorang anak yang Allah SWT anugerahkan tidak melalui perkawinan antara laki-laki secara biologis, tetapi ditiupkan langsung ke dalam rahimnya atas izin-Nya. Ia juga diberitahu bahwa anak itu kelak akan menjadi seorang nabi dan rasul Allah SWT.
Jawaban Maryam ini diceritakan Allah SWT dalam surah Ali Imran [3] ayat 45-46 yang bermakna:
“(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang saleh.”
Baca juga: Turun Jelang Kiamat, Nabi Isa Akan Binasakan Babi
Kendati Yusuf percaya dengan apa yang disampaikan Maryam, namun mayoritas bani Israil tidak mempercayainya. Sebagian orang – dikatakan bahwa mereka adalah orang-orang zindik – bahkan menuduhnya telah berbuat zina dengan Yusuf yang sering beribadah di Masjid. Tuduhan semacam ini masif dilancarkan kepada Maryam di masa kehamilannya.
Kebingungan tersebut juga dialami oleh orang-orang terdekat Maryam. Misalnya, Yusuf bin Ya’kub – sepupu Maryam dan orang pertama yang menyadari kehamilannya – terkejut ketika melihat tanda-tanda kehamilan Maryam. Ia merasa bingung dengan kejadian yang dilihatnya, sebab ia yakin bahwa Maryam adalah perempuan mulia dan jauh dari berbagai perbuatan dosa.
Baca juga: Perdebatan tentang Nabi Isa dan Perlawanan Para Uskup
Menurut Ibnu Katsir, untuk menghilangkan kebingungannya tersebut, Yusuf kemudian mendatangi Maryam dan bertanya kepadanya, “Wahai Maryam, mungkinkah ada tumbuhan tanpa adanya biji?” (sebuah kiasan mengenai kehamilan Maryam). Maryam lalu menjawab, “Ya. Allah SWT telah menciptakan Adam tanpa adanya laki-laki dan perempuan.”
Yusuf berkata, “Kalau begitu ceritakanlah tentang kondisimu kepadaku.”
Maryam lantas menceritakan kondisinya yang sesungguhnya, bahwa ia telah mengandung seorang anak yang Allah SWT anugerahkan tidak melalui perkawinan antara laki-laki secara biologis, tetapi ditiupkan langsung ke dalam rahimnya atas izin-Nya. Ia juga diberitahu bahwa anak itu kelak akan menjadi seorang nabi dan rasul Allah SWT.
Jawaban Maryam ini diceritakan Allah SWT dalam surah Ali Imran [3] ayat 45-46 yang bermakna:
“(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang saleh.”
Baca juga: Turun Jelang Kiamat, Nabi Isa Akan Binasakan Babi
Kendati Yusuf percaya dengan apa yang disampaikan Maryam, namun mayoritas bani Israil tidak mempercayainya. Sebagian orang – dikatakan bahwa mereka adalah orang-orang zindik – bahkan menuduhnya telah berbuat zina dengan Yusuf yang sering beribadah di Masjid. Tuduhan semacam ini masif dilancarkan kepada Maryam di masa kehamilannya.
Lihat Juga :