4 Hal yang Harus Diperhatikan Terkait Niat Puasa Ramadhan

Minggu, 03 April 2022 - 03:01 WIB
loading...
A A A
"Barang siapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya." (HR. Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi)

Waktu malam yang dimaksud adalah luas sekali yaitu sejak terbenamnya matahari hingga sebelum Subuh. Itu artinya boleh-boleh saja bagi kita mulai meniatkan puasa pada hari esoknya setelah sholat Maghrib, atau setelah sholat Isya dan tarawih, atau sebelum tidur. Sebagaimana sah juga mulai meniatkan untuk puasa sebagai sebuah ibadah untuk Allah bersamaan dengan waktu kita santap sahur.

Jika sudah berniat sejak Magrib untuk berpuasa esoknya maka para ulama menegaskan bahwa niat itu tidak akan rusak dengan aktivitas kita di malam hari dengan makan, minum, tidur, atau bahkan berhubungan suami istri. Dari sini perlu perhatian bersama agar niat puasa Ramadhan yang akan kita lakukan harus sudah ada minimal sebelum adzan Subuh berkumandang atau sebelum fajar tiba.

Namun, membermalamkan niat tidak berlaku dalam puasa sunnah. Artinya, tidak mengapa dan sah-sah saja niat berpuasa sunnah itu baru diniatkan walaupun di waktu Dhuha. Dengan catatan belum makan dan minum.

2. Menentukan Niat (Ta'yin An-Niyyah)
Karena puasa banyak bentuknya, maka dalam meniatkan puasa Ramadhan butuh penentuan dan pengkhususan bahwa yang kita niatkan adalah Puasa Ramadhan, bukan puasa lainnya. Sehingga dinilai tidak cukup jika ada seseorang yang hanya meniatkan puasa secara umum saja.

Ketentuan ini sama halnya dengan ketentuan sholat lima waktu, maka niat shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh itu harus ditentutukan. Ketika datang waktu Zuhur maka hendaknya niat sholat Zuhur yang dihadirkan di dalam hati. Jika meniatkan sholat Ashar di waktu Zuhur, maka dipastikan niatnya rusak dan tidak bisa diterima.

3. Memastikan Niat (Al-Jazmu bi An-Niyyah)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa niat itu harus pasti, tidak boleh sifatnya menggantung. Karena ragu apakah besok sudah masuk bulan Ramadhan atau belum sehingga sebagian dari umat muslim memasang niat ganda.

Kira-kira dia meniatkannya seperti ini: "Jika saja besok sudah masuk bulan Ramadhan maka saya akan berpuasa wajib Ramadhan, namun jika belum maka saya akan berpuasa sunnah." Maka model niat menggantung seperti ini dinilai oleh para ulama tidak sah. Tidak juga sah niat puasa wajibnya sama halnya juga niat puasa sunnah juga tidak sah.

4. Memperbaharui Niat Setiap Malam
Ini disebut dengan istilah Ta'addud An-Niyyah bi Ta'addud Al-Ayyam. Satu bulan puasa Ramadhan yang diwajibkan kepada ummat Islam boleh jadi 29 hari atau 30 hari. Setiap hari puasa itu dipisah oleh malam dimana kita semua bebas untuk makan/minum dan melakukan segala apa yang dilarang pada siang harinya.

Kenyataan seperti ini memberikan petunjuk kepada kita bahwa hari-hari puasa Ramadhan itu bukanlah satu kesatuan, dia terpisah satu dengan yang lainnya. Boleh jadi puasa pada hari pertama sah, lalu puasa pada hari kedua batal, dan puasa pada hari ketiga sah, begitu selanjutnya hingga bulan Ramadhan berakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bolehkah Menjalankan...
Bolehkah Menjalankan Puasa Ramadan dengan Niat Diet? Simak Jangan Sampai Keliru
4 Hal Terkait Niat Puasa...
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Mengembalikan Kemuliaan...
Mengembalikan Kemuliaan Nuzulul Qur'an dengan Kesalehan Ritual dan Sosial
Inilah Bacaan Niat,...
Inilah Bacaan Niat, Sahur dan Buka Puasa Ramadan Menurut 4 Mazhab, Yuk Simak!
Besok Puasa Tarwiyah,...
Besok Puasa Tarwiyah, Begini Bacaan Niatnya
3 Bacaan Niat Puasa...
3 Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Lengkap dengan Artinya
Rekomendasi
Terlalu Cantik, Arkeolog...
Terlalu Cantik, Arkeolog Yakin Mumi Istri Firaun Ratu Nefertiti Sengaja Disembunyikan
Google Maps Tangkap...
Google Maps Tangkap Struktur Bulat yang Tidak Biasa, Ini Detailnya
Ikan Jatuh dari Langit...
Ikan Jatuh dari Langit Picu Kebakaran Hutan?
Artikel Terkini
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Infografis
Empat Hal Penting Harus...
Empat Hal Penting Harus Diperhatikan saat Mudik Naik Motor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved