Abdurrahman Bin Auf, Pedagang Handal yang Ahli Ibadah

Rabu, 13 April 2022 - 14:56 WIB
loading...
Abdurrahman Bin Auf,...
Perdagangan di Arab tempo dulu. Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf bertanya lokasi pasar. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Jika kita bertanya tentang bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap harta, teladan para sahabat Nabi bisa menjadi jawabannya. Bukan saja mampu hidup dalam kesederhanaan, tetapi jauh daripada itu mereka mampu menempatkan harta bukan sebagai tujuan hidupnya, melainkan seperti sebuah kendaraan yang mengantarkan mereka mencapai tujuan mulia.

Tidak jarang mereka adalah para pemimpin besar yang sebenarnya bisa saja hidup dalam kemewahan, bergelimang harta dan menurunkannya sebagai warisan kepada keluarga. Namun ternyata bukan hal itu yang dipilih oleh para sahabat Nabi. Pilihan hidup yang mungkin sangat sulit ditemui pada manusia-manusia di zaman modern saat ini.

Salah satu di antara para sahabat nabi yang mampu memberikan teladan dalam bersikap para harta adalah Abdurrahman Bin Auf . Beliau adalah sahabat Nabi yang termasuk asabiqunal awallun atau sahabat-sahabat yang masuk Islam pertama kali.

Dengan loyalitasnya terhadap Islam, Abdurrahman bin Auf mampu menunjukkan bahwa dengan harta bukan berarti kita akan diperbudak olehnya, justru harta dapat membesarkan Islam dan meraih kemuliaan yang tinggi. Berikut adalah kisah teladan dari Abdurrahman bin Auf.

Baca juga: Sedekah Ekstrim, Sedekah yang Dibalas Pahala Allah dengan Ekstrem Pula

Ahli Berdagang
Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang ikut berhijrah ke Madinah. Karena persaudaraan kaum Muhajirin dan Anshar saat itu sangat erat, mereka pun saling membantu dan berbagi harta pada sahabat Nabi dan umat Islam yang saat itu baru saja ikut berhijrah.

Suatu hari ada salah satu kaum Anshar bernama Sa’ad yang menawarkan harta pada Abdurrahman bin Auf. Sa’ad terkenal dengan kekayaannya di Madinah. Akan tetapi, saat itu Abdurrahman menolak harta darinya. Abdurrahman malah bertanya lokasi pasar yang ada di Madinah saat itu.

Setelah ia mencari tahu, ternyata harga sewa pasar di Madinah sangat mahal, padahal ia mengetahui bahwa masih banyak orang-orang yang ingin berdagang namun tidak ada modal besar untuk menyewa tempat. Dengan peluang dan inisiatifnya tersebut, ia pun bekerja sama dengan Sa’ad untuk membeli tanah dan menjadikannya sebagai kavling-kavling pasar.

Kavling-kavling tersebut ia bangun dan digunakan oleh pedagang muslim tanpa membayar sewa. Ia menerapkan sistem bagi hasil yang lebih adil, sehingga tidak memberatkan dan mencekik para pedagang yang masih merintis.

Dengan strategi tersebut, tidak salah jika Abdurrahman bisa menjadi seorang yang kaya raya, bahkan terkaya di zamannya. Sebenarnya masih ada banyak lagi bisnis dari Abdurrahman bin Auf yang ia lakukan saat itu.

Keberhasilannya dalam bisnis membuat ia dijuluki sebagai tangan emas, karena apapun yang ia kerjakan selalu sukses dan membuahkan hasil yang besar.

Baca juga: Sedekah Air? Inilah Keutamaannya

Korbankan Harta untuk Islam
Sepanjang hidup Abdurrahman bin Auf, kekayaannya tak pernah menjadikannya sombong atau memperbudak dirinya sendiri dengan harta. Ia pernah memberikan 200 uqiyah emas (1 uqiyah setara dengan kurang lebih 31 gram) untuk memenuhi kebutuhan logistik selama perang Tabuk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Kisah Teladan Puasa...
Kisah Teladan Puasa Ramadan : Jasad Abu Talhah Tetap Utuh dan Tak Bau karena Kebiasaan Berpuasa
Rekomendasi
Bukan Soal Dajjal, Ini...
Bukan Soal Dajjal, Ini Jawaban Ilmiah Terbaru Penyebab Sungai Efrat Mengering
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Lapisan Bumi Berusia...
Lapisan Bumi Berusia 4 Miliar Tahun Ditemukan di Australia
Artikel Terkini
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Infografis
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Ahli Minta Waspadai 2 Fenomena Mematikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved