Abdurrahman Bin Auf, Pedagang Handal yang Ahli Ibadah
Rabu, 13 April 2022 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Saat ada seruan untuk berinfak dari Rasulullah SAW, ia tak pernah berpikir panjang dan ragu-ragu. Begitupun saat perang Badar yang jumlahnya mencapai 100 orang, ia pun memberikan santunan 400 dinar kepada masing-masing veteran. Ia juga menyumbangkan 40 ribu dinar, 500 ekor kuda, dan 1.500 unta untuk para pejuang.
Abdurrahman bin Auf juga pernah menyumbangkan para pedagang Madinah dengan 700 ekor unta yang ia miliki. Tentu apa yang ia berikan bukan jumlah yang sedikit. Ia bukan saja memberikan sebagian hartanya, tapi lebih dari seluruh hartanya dan berkorban dengan harta tersebut untuk Islam.
Baca juga: Ada Keutamaan Menyembunyikan Sedekah
Pengorbanan Abdurrahman bin Auf tidak berhenti hanya pada memberikan hartanya untuk Islam. Sepanjang hidupnya ia pun juga ikut berjuang bersama dengan Rasulullah SAW, seperti dalam berbagai peperangan mulai dari Perang Uhud hingga Badar. Ia pun juga terlibat dalam berbagai misi dakwah Islam.
Saat perang Uhud, ia pun mendapatkan 211 luka dan di antaranya ada yang menyebabkan kakinya pincang serta 2 giginya tanggal. Tidak heran jika ia menjadi salah satu sahabat terbaik Nabi dan tokoh teladan Islam hingga akhir zaman.
Menjelang wafat, Abdurrahman bin Auf sempat menangis. Ia khawatir akan apa yang ia miliki saat ini tak mampu menyelamatkannya kelak di akhirat. Ia pun pernah berkata, "Sesungguhnya, Mush'ab bin Umair lebih baik dariku. Ia meninggal di masa Rasulullah dan ia tidak memiliki apa pun untuk dikafani. Hamzah bin Abdul Muthalib juga lebih baik dariku. Kami tidak mendapatkan kafan untuknya. Sesungguhnya, aku takut bila aku menjadi seseorang yang dipercepat kebaikannya di kehidupan dunia. Aku takut ditahan dari sahabat-sahabatku karena banyak hartaku," tutur Abdurrahman.
Baginya, warisan terbaik yang ia tinggalkan pada keluarganya saat meninggal bukanlah harta atau kekayaanya melainkan ajaran Islam dan teladan dari Rasulullah SAW. Memang tak mudah menjadi seorang Abdurrahman bin Auf, tapi dengan keyakinan dan istiqomah di jalan Islam semoga kita bisa meneladaninya hingga akhir hayat. (Ali Bastoni, Ketua Ramadan 1443 H Dompet Dhuafa)
Baca juga: Sedekah Subuh dan Keistimewaannya
=============
Tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 28 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.
https://dompetdhuafa.org/
Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi :
U.P : Corcom Dompet Dhuafa, Bani (+6285692951433), Fatzry (+6282122182919)
Abdurrahman bin Auf juga pernah menyumbangkan para pedagang Madinah dengan 700 ekor unta yang ia miliki. Tentu apa yang ia berikan bukan jumlah yang sedikit. Ia bukan saja memberikan sebagian hartanya, tapi lebih dari seluruh hartanya dan berkorban dengan harta tersebut untuk Islam.
Baca juga: Ada Keutamaan Menyembunyikan Sedekah
Pengorbanan Abdurrahman bin Auf tidak berhenti hanya pada memberikan hartanya untuk Islam. Sepanjang hidupnya ia pun juga ikut berjuang bersama dengan Rasulullah SAW, seperti dalam berbagai peperangan mulai dari Perang Uhud hingga Badar. Ia pun juga terlibat dalam berbagai misi dakwah Islam.
Saat perang Uhud, ia pun mendapatkan 211 luka dan di antaranya ada yang menyebabkan kakinya pincang serta 2 giginya tanggal. Tidak heran jika ia menjadi salah satu sahabat terbaik Nabi dan tokoh teladan Islam hingga akhir zaman.
Menjelang wafat, Abdurrahman bin Auf sempat menangis. Ia khawatir akan apa yang ia miliki saat ini tak mampu menyelamatkannya kelak di akhirat. Ia pun pernah berkata, "Sesungguhnya, Mush'ab bin Umair lebih baik dariku. Ia meninggal di masa Rasulullah dan ia tidak memiliki apa pun untuk dikafani. Hamzah bin Abdul Muthalib juga lebih baik dariku. Kami tidak mendapatkan kafan untuknya. Sesungguhnya, aku takut bila aku menjadi seseorang yang dipercepat kebaikannya di kehidupan dunia. Aku takut ditahan dari sahabat-sahabatku karena banyak hartaku," tutur Abdurrahman.
Baginya, warisan terbaik yang ia tinggalkan pada keluarganya saat meninggal bukanlah harta atau kekayaanya melainkan ajaran Islam dan teladan dari Rasulullah SAW. Memang tak mudah menjadi seorang Abdurrahman bin Auf, tapi dengan keyakinan dan istiqomah di jalan Islam semoga kita bisa meneladaninya hingga akhir hayat. (Ali Bastoni, Ketua Ramadan 1443 H Dompet Dhuafa)
Baca juga: Sedekah Subuh dan Keistimewaannya
=============
Tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 28 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.
https://dompetdhuafa.org/
Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi :
U.P : Corcom Dompet Dhuafa, Bani (+6285692951433), Fatzry (+6282122182919)
(mhy)
Lihat Juga :