Belajar Sabar dan Ridha akan Takdir Allah pada Laya binti Ya'qub
Jum'at, 19 Juni 2020 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
Selalu berdoa untuk Kesembuhan Nabi Ayyub
Syaik Muhammad bin Yusuf Ad-Dimasyqi dalam bukunya 'Istri-Istri Para Nabi' menjelaskan, Laya binti Ya'qub tahu betul bahwa Allah Ta'ala menguji hamba-hambanya yang dekat kepada-Nya dengan apa saja yang Dia kehendaki, untuk mengangkat derajat hambanya itu dekat di sisi-Nya. Agar hambanya tersebut menjadi teladan dalam kesebaran terhadap musibah dan kesabaran terhadap keputusan Allah Ta'Ala.
Disebutkan dalam hadis bahwa Rasulullah Shalalahu alaihi wa sallam bersabda : "Manusia yang paling berat cobaanya ialah para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian orang-orang seperti mereka, kemudian orang-orang seperti mereka."
Rasulullah juga bersabda : "Seseorang diuji dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat, ujiannya bertambah"'
Nabi Ayyub Alaihissalam bersabar dan musibah yang menimpanya justru menambah kesabaran, harapan akan pahala Allah, pujian dan syukur hingga beliau dibuat perumpamaan dengan kesabaran beliau dan perumpamaan dengan seluruh musibah yang menimpanya.
Laya hadir menemani semua takdir yang ditimpakan pada suaminya tersebut. Sungguh Laya adalah potret muslimah yang teguh, sabar dan setia kepada Allah dan suaminya. Selama bertahun-tahun mendampingi suaminya yang sedang diuji dengan sakit lepra. Penyakit yang membuat orang-orang meninggalkan suaminya. Penyakit yang menjadikan hubungan suaminya dengan orang-orang terputus bahkan tanpa belas kasih. Laya tetap setia melayani dan mengasihi suaminya.
Allah memuji kesabaran Nabi Ayyub dengan firman-Nya dalam QS. Shad: 44 :
وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَٱضْرِب بِّهِۦ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَٰهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ
“Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput) maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah! Sesungguhnya kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya)”.
Allah adalah Zat Yang Maha Adil dan Bijaksana. Dia melihat keikhlasan yang terpancar pada diri Nabi Ayyub dan istrinya dalam menerima qadha’ dan takdir-Nya. Ujian yang diberikan kepada keduanya, diterimanya dengan lapang dan penuh kesabaran. Meski keduanya harus bergulat dengan musibah selama18 tahun.
Bisikan-bisikan setan yang berusaha menjauhkannya dari Allah dengan menanamkan rasa putus asa, tidak mampu menembus benteng pertahanan iman yang mereka bangun. Hal itu disebabkan karena interaksinya dengan Allah tidak pernah putus dan pada akhirnya keduanya lulus dan sukses dari ujian itu.
Syaik Muhammad bin Yusuf Ad-Dimasyqi dalam bukunya 'Istri-Istri Para Nabi' menjelaskan, Laya binti Ya'qub tahu betul bahwa Allah Ta'ala menguji hamba-hambanya yang dekat kepada-Nya dengan apa saja yang Dia kehendaki, untuk mengangkat derajat hambanya itu dekat di sisi-Nya. Agar hambanya tersebut menjadi teladan dalam kesebaran terhadap musibah dan kesabaran terhadap keputusan Allah Ta'Ala.
Disebutkan dalam hadis bahwa Rasulullah Shalalahu alaihi wa sallam bersabda : "Manusia yang paling berat cobaanya ialah para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian orang-orang seperti mereka, kemudian orang-orang seperti mereka."
Rasulullah juga bersabda : "Seseorang diuji dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat, ujiannya bertambah"'
Nabi Ayyub Alaihissalam bersabar dan musibah yang menimpanya justru menambah kesabaran, harapan akan pahala Allah, pujian dan syukur hingga beliau dibuat perumpamaan dengan kesabaran beliau dan perumpamaan dengan seluruh musibah yang menimpanya.
Laya hadir menemani semua takdir yang ditimpakan pada suaminya tersebut. Sungguh Laya adalah potret muslimah yang teguh, sabar dan setia kepada Allah dan suaminya. Selama bertahun-tahun mendampingi suaminya yang sedang diuji dengan sakit lepra. Penyakit yang membuat orang-orang meninggalkan suaminya. Penyakit yang menjadikan hubungan suaminya dengan orang-orang terputus bahkan tanpa belas kasih. Laya tetap setia melayani dan mengasihi suaminya.
Allah memuji kesabaran Nabi Ayyub dengan firman-Nya dalam QS. Shad: 44 :
وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَٱضْرِب بِّهِۦ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَٰهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ
“Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput) maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah! Sesungguhnya kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya)”.
Allah adalah Zat Yang Maha Adil dan Bijaksana. Dia melihat keikhlasan yang terpancar pada diri Nabi Ayyub dan istrinya dalam menerima qadha’ dan takdir-Nya. Ujian yang diberikan kepada keduanya, diterimanya dengan lapang dan penuh kesabaran. Meski keduanya harus bergulat dengan musibah selama18 tahun.
Bisikan-bisikan setan yang berusaha menjauhkannya dari Allah dengan menanamkan rasa putus asa, tidak mampu menembus benteng pertahanan iman yang mereka bangun. Hal itu disebabkan karena interaksinya dengan Allah tidak pernah putus dan pada akhirnya keduanya lulus dan sukses dari ujian itu.
Lihat Juga :