Surat Al-Qadr Ayat 3: Lailatul Qadar, Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan
Selasa, 19 April 2022 - 14:25 WIB
loading...
Menurut mayoritas ulama, kemuliaan Lailatul Qadar disebabkan karena Al-Qur’an turun padanya. Foto/Ilustrasi: SINDOnews
A
A
A
Surat al-Qadr merupakan surat madaniyah atau surah yang diturunkan pada periode Madinah. Menurut Al-Wahidi, Surat ini adalah surah pertama yang turun di Madinah yang terdiri dari 5 ayat, 30 kalimat dan 121 huruf.
Al-Maraghi dalam kitabnya "Tafsir al-Maraghi" mengatakan bahwa surat al-Qadr adalah surah makiyah atau surah yang diturunkan pada periode Mekkah, tepatnya setelah surah ‘Abbasa.
Baca juga: Benarkah Malam 17 Ramadhan Nuzulul Quran?
Terlepas dari perdebatan ulama mengenai kapan surah al-Qadr diturunkan, apakah di periode Mekkah ataupun Madinah , laman Tafsir Al-Quran menjelaskan, surah ini secara umum berisi tentang proses nuzul al-Qur’an pertama kali ke langit dunia dari lauhul mahfuz dan bercerita tentang kemuliaan lailatul qadar di mana para malaikat berbondong-bondong turun ke dunia untuk mengurus berbagai persoalan atas izin Allah SWT.
Lailatul Qadar merupakan salah satu malam di bulan puasa. Menurut sebagian ulama, malam tersebut biasanya jatuh di malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan . Lailatul Qadar disebutkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebuah malam di mana seorang muslim berkesempatan untuk mendapatkan keberkahan dan pahala berlipat ganda.
Kemuliaan Lailatul Qadar telah disebutkan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إَيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berdiri (sholat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Sahih al-Bukhari [4]: 217 dan Sahih Muslim 759).
Kemuliaan Lailatul Qadar juga disebutkan dalam surah al-Qadr [97] ayat 2-3 yang berbunyi:
Al-Maraghi dalam kitabnya "Tafsir al-Maraghi" mengatakan bahwa surat al-Qadr adalah surah makiyah atau surah yang diturunkan pada periode Mekkah, tepatnya setelah surah ‘Abbasa.
Baca juga: Benarkah Malam 17 Ramadhan Nuzulul Quran?
Terlepas dari perdebatan ulama mengenai kapan surah al-Qadr diturunkan, apakah di periode Mekkah ataupun Madinah , laman Tafsir Al-Quran menjelaskan, surah ini secara umum berisi tentang proses nuzul al-Qur’an pertama kali ke langit dunia dari lauhul mahfuz dan bercerita tentang kemuliaan lailatul qadar di mana para malaikat berbondong-bondong turun ke dunia untuk mengurus berbagai persoalan atas izin Allah SWT.
Lailatul Qadar merupakan salah satu malam di bulan puasa. Menurut sebagian ulama, malam tersebut biasanya jatuh di malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan . Lailatul Qadar disebutkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebuah malam di mana seorang muslim berkesempatan untuk mendapatkan keberkahan dan pahala berlipat ganda.
Kemuliaan Lailatul Qadar telah disebutkan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إَيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berdiri (sholat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Sahih al-Bukhari [4]: 217 dan Sahih Muslim 759).
Kemuliaan Lailatul Qadar juga disebutkan dalam surah al-Qadr [97] ayat 2-3 yang berbunyi:
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
Lihat Juga :