Meneladani Rasulullah SAW pada 10 Hari Terakhir Ramadhan
Rabu, 27 April 2022 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan lebih sangat dari bulan-bulan lainnya." (HR Muslim)
Baca Juga: Syarat-syarat bagi Muslimah yang Ingin Iktikaf di Masjid
Dalam hadis lain dari Sayyidatuna Aisyah:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَدَّ مِئْزَرَهُ، ثُمَّ لَمْ يَأْتِ فِرَاشَهُ حَتَّى يَنْسَلِخَ
Artinya: "Apabila telah masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, maka Rasulullah SAW mengikat sarungnya dengan kuat (sangat semangat beribadah), selalu beribadah tidak kembali ke tempat tidurnya sampai sepuluh terakhir Ramadhan berlalu." (HR Al-Baihaqi)
Masih dalam hadis yang bersumber dari Sayyidatuna Aisyah:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya: "Apabila telah masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, maka Rasulullah SAW mengikat sarungnya dengan kuat (sangat semangat beribadah), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya." (HR Al-Bukhari)
Termasuk amalan Rasulullah pada sepuluh terakhir ramadhan adalah iktikaf, sebagaimana yang dijelaskan Habib Abdullah bin Mahfudz Al-Haddaad:
والاعتكاف في العشر الأواخر من رمضان أشد استحبابا، وذلك لطلب ليلة القدر
Baca Juga: Syarat-syarat bagi Muslimah yang Ingin Iktikaf di Masjid
Dalam hadis lain dari Sayyidatuna Aisyah:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَدَّ مِئْزَرَهُ، ثُمَّ لَمْ يَأْتِ فِرَاشَهُ حَتَّى يَنْسَلِخَ
Artinya: "Apabila telah masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, maka Rasulullah SAW mengikat sarungnya dengan kuat (sangat semangat beribadah), selalu beribadah tidak kembali ke tempat tidurnya sampai sepuluh terakhir Ramadhan berlalu." (HR Al-Baihaqi)
Masih dalam hadis yang bersumber dari Sayyidatuna Aisyah:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya: "Apabila telah masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, maka Rasulullah SAW mengikat sarungnya dengan kuat (sangat semangat beribadah), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya." (HR Al-Bukhari)
Termasuk amalan Rasulullah pada sepuluh terakhir ramadhan adalah iktikaf, sebagaimana yang dijelaskan Habib Abdullah bin Mahfudz Al-Haddaad:
والاعتكاف في العشر الأواخر من رمضان أشد استحبابا، وذلك لطلب ليلة القدر
Lihat Juga :