Jabir Ibn Hayyan, Ilmuwan Muslim Penemu Air Keras
Sabtu, 20 Juni 2020 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Summa perfectionis magisterii menjadi karya terpenting dari lima risalah tersebut. Risalah ini terdiri dari dua bagian yang berisi pembahasan mengenai persiapan dan proses alkimia, sifat logam, hingga beragam metode dan peralatan laboratorium dalam alkimia.
Menurut Kimbely Georgedes dalam Science and Technology in World History, Jabir Ibn Hayyan sering disebut sebagai Bapak Kimia karena dalam praktik alkimia ia bereksperimen dan menciptakan berbagai proses dan perangkat laboratorium yang masih digunakan hingga kini.
Salah satu peninggalannya adalah alembic, alat yang membuat proses penyulingan lebih sistematis untuk keperluan eksperimen. Selain itu, Jabir juga membuat deskripsi dari banyak zat dan proses kimia yang sekarang umum. Dari berbagai jenis asam seperti asam klorida dan asam nitrat, hingga proses distilasi dan kristalisasi yang menjadi dasar dan teknik kimia hari ini.
Jabir kemudian juga menciptakan aqua regia (air kerajaan, atau air raja) dengan menggabungkan asam nitrat dengan asam klorida dalam proporsi tertentu. Aqua regia dapat melarutkan emas dan digunakan untuk mengekstraksi emas dari tanah atau zat lain, memurnikannya serta untuk mengukir emas.
Selain itu, Jabir Ibn Hayyan mengembangkan beberapa proses yang membantu atau meningkatkan penyamakan kulit, pewarnaan kain, pembuatan kain tahan air, dan pembuatan baja serta pencegahan pencegahan oksidasi (karat).
Jabir juga dikreditkan dalam penemuan unsur bismut, antimon, merkuri oksida, timbal asetat, oksida arsenious, dan cinnabar. Sementara itu, berbagai jenis asam yang ditemukan Jabir, kini telah dikembangkan untuk berbagai penggunaan seperti untuk cairan aki, pembuatan pupuk, deterjen, zat pewarna, insektisida, pengering dan pereaksi di laboratorium hingga bahan peledak.[Baca Juga: Moncef Mohamed Slaoui, Ilmuwan Muslim Pimpin Tim Vaksin Covid di AS ]
Wallahu A'lam
Menurut Kimbely Georgedes dalam Science and Technology in World History, Jabir Ibn Hayyan sering disebut sebagai Bapak Kimia karena dalam praktik alkimia ia bereksperimen dan menciptakan berbagai proses dan perangkat laboratorium yang masih digunakan hingga kini.
Salah satu peninggalannya adalah alembic, alat yang membuat proses penyulingan lebih sistematis untuk keperluan eksperimen. Selain itu, Jabir juga membuat deskripsi dari banyak zat dan proses kimia yang sekarang umum. Dari berbagai jenis asam seperti asam klorida dan asam nitrat, hingga proses distilasi dan kristalisasi yang menjadi dasar dan teknik kimia hari ini.
Jabir kemudian juga menciptakan aqua regia (air kerajaan, atau air raja) dengan menggabungkan asam nitrat dengan asam klorida dalam proporsi tertentu. Aqua regia dapat melarutkan emas dan digunakan untuk mengekstraksi emas dari tanah atau zat lain, memurnikannya serta untuk mengukir emas.
Selain itu, Jabir Ibn Hayyan mengembangkan beberapa proses yang membantu atau meningkatkan penyamakan kulit, pewarnaan kain, pembuatan kain tahan air, dan pembuatan baja serta pencegahan pencegahan oksidasi (karat).
Jabir juga dikreditkan dalam penemuan unsur bismut, antimon, merkuri oksida, timbal asetat, oksida arsenious, dan cinnabar. Sementara itu, berbagai jenis asam yang ditemukan Jabir, kini telah dikembangkan untuk berbagai penggunaan seperti untuk cairan aki, pembuatan pupuk, deterjen, zat pewarna, insektisida, pengering dan pereaksi di laboratorium hingga bahan peledak.[Baca Juga: Moncef Mohamed Slaoui, Ilmuwan Muslim Pimpin Tim Vaksin Covid di AS ]
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :