Dua Kisah Sahabat Nabi SAW yang Rutin Membaca Surah Al-Ikhlas dalam Setiap Sholat

Jum'at, 06 Mei 2022 - 14:21 WIB
loading...
Dua Kisah Sahabat Nabi...
Ada dua kisah yang menceritakan tentang kegemaran sahabat Nabi membaca surat al-Ikhlas dalam setiap sholatnya. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Surat Al-Ikhlas adalah surat ke-122 dalam Al-Qur’an dan tergolong ke dalam surah makkiyah. Surah yang terdiri dari empat ayat ini dinamakan juga surah At-Tauhid, karena isinya menjelaskan tentang keesaan Allah SWT sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Nilai-nilai inilah yang menjadi inti atau esensi ajaran Islam

Baca juga: Interpretasi Esoterik Al-Qur'an: Garis Pembatas Surat Al-Ikhlas

Setidaknya ada kisah tentang sahabat Nabi SAW yang rutin membaca surat Al-Ikhlas dalam sholatnya. Kisah pertama diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab Sahih al-Bukhari.

Disebutkan, Nabi Muhammad SAW pernah mengangkat seorang lelaki sebagai pemimpin pasukan khusus untuk melakukan suatu tugas. Alkisah, ia melaksanakan tugas dengan baik, namun ada kejadian yang cukup janggal, yakni sang pemimpin selalu mengakhiri bacaan sholatnya dengan surat Al-Ikhlas.

Sepulang dari tugas, anggota pasukan khusus tersebut menceritakan kejadian tersebut kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, “Tanyakanlah kepadanya, mengapa dia melakukan hal itu.” Mereka pun bertanya kepadanya, dan ia menjawab, “Karena di dalamnya disebutkan sifat Tuhan Yang Maha Pemurah, dan aku suka membacakannya dalam sholatku.”

Setelah hal itu disampaikan kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda:

أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُحِبُّهُ
Artinya: “Sampaikanlah kepadanya, bahwa Allah menyukainya.”

Kisah kedua, juga disampaikan Imam Bukhari dalam Sahih-nya, yakni “kitab sholat”.

Kisah ini diriwayatkan dari Ubaidillah dari Sabit, dari Anas ra. Disebutkan bahwa dahulu pernah ada seorang lelaki menjadi imam suatu jamaah di Masjid Quba dan ia selalu membaca surah al-Ikhlas pada setiap rakaat.

Baca juga: 9 Waktu yang Dianjurkan Membaca Surat Al Ikhlas

Selepas melaksanakan sholat, para sahabat bingung dan penasaran kenapa sang imam membaca surah Al-Ikhlas pada setiap rakaat bahkan sekalipun pada saat yang bersamaan ia juga membaca surah lain. Lantas sebagian sahabat Nabi Muhammad SAW berinisiatif untuk menanyakan hal tersebut kepadanya dengan tujuan mencari penjelasan logis dan argumentatif.

Mereka berkata kepada sang imam, “Sesungguhnya engkau telah membaca surat ini (surah al-Ikhlas), tetapi kelihatannya engkau merasa tidak cukup dengannya, lalu engkau baca surat lainnya sebagai tambahan. Maka alangkah lebih baik jika engkau baca surat ini saja, atau engkau tinggalkan surat ini dan membaca surat lainnya tanpanya.”

Lelaki itu menjawab, “Aku tidak akan meninggalkannya (surah al-Ikhlas) apapun alasannya. Jika kalian mau menjadikan diriku sebagai imam kalian, maka aku akan tetap melakukannya. Dan jika kalian tidak suka, maka aku tidak mau menjadi imam kalian.”

Mereka kemudian tetap menjadikannya sebagai imam, karena lelaki ini adalah orang yang paling mulia di antara mereka, dan mereka tidak suka bila diimami oleh selainnya.

Pada suatu ketika, Nabi Muhammad SAW berkunjung kepada para jamaah masjid Quba. Mereka kemudian memanfaatkan momen ini untuk bertanya kepada beliau tentang peristiwa yang mereka alami. Setelah mendengarkan dengan saksama, Nabi Muhammad SAW lalu memanggil sang imam untuk memberikan klarifikasi.

Beliau berkata, “Hai Fulan, apakah yang mencegahmu hingga tidak mau melakukan apa yang diminta oleh teman-temanmu, dan mengapa engkau selalu membaca surat ini dalam tiap rakaat sholatmu?”

Lelaki itu menjawab, “Aku menyukainya.”

Baca juga: Baca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, Ini Fadhilahnya

Mendengar jawaban tersebut, beliau lantas bersabda:

حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Kecintaanmu kepada surat (al-lkhlas) ini dapat memasukkanmu ke dalam surga.” (Sahih al-Bukhari).

Dari kisah di atas, kita dapat mempelajari dua hal, yakni: Pertama, surah al-Ikhlas memiliki beberapa keutamaan sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis-hadis sahih.

Kedua, kecintaan seseorang kepada Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan dengan-Nya – jika dilakukan dengan tulus dan sepenuh hati – dapat mengantarkan seseorang kepada rida-Nya.

Baca juga: Surat Al-Kafirun, Surat yang Sangat Ditakuti Iblis
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Selain Al Quran, Inilah...
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Rekomendasi
Ombak Setinggi 6 Meter...
Ombak Setinggi 6 Meter Diprediksi Akan Menggulung Perairan Bali
Subuh ke Magrib hanya...
Subuh ke Magrib hanya 1 Jam, Puasa di Murmansk Cuma 60 Menit
Cekungan Saint Croix,...
Cekungan Saint Croix, Ilmuwan Sebut Keajaiban Irigasi dari Peradaban yang Terlupakan
Artikel Terkini
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Keutamaan Menutup Aib...
Keutamaan Menutup Aib Orang Lain dalam Islam, Allah Janjikan 3 Balasan Luar Biasa
Kisah Nabi Musa dan...
Kisah Nabi Musa dan Pendosa 40 Tahun, Bukti Allah Menutupi Aib Hamba yang Bertobat
Doa Agar Allah Menutupi...
Doa Agar Allah Menutupi Aib Kita, Lengkap Arab, Latin, Artinya, dan Hadis Nabi
4 Cara Mengetahui Aib...
4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved