Tips Istiqamah dalam Beramal Pasca Ramadhan
Senin, 09 Mei 2022 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
Allah berfirman,
“(Al-Quran) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.” (QS. At-Takwir: 27-28)
5. Bersahabat dengan orang saleh
“Seseorang bersama dengan orang yang ia cintai,” demikian sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana termaktub dalam riwayat at-Tirmizi hadits nomor 2307.
Maka, bertemanlah dengan orang saleh agar kalian mendapatkan manfaat atas kesalehannya. Berteman dengan orang saleh akan menguatkan kalian dalam istiqamah beramal. Sebaliknya, jauhilah pertemanan dengan orang fasik dan pendosa agar kalian tidak terkena dampak buruk atas kefasikan dan dosa mereka. Berteman dengan orang fasik dan pendosa akan melemahkan kita dalam istiqamah beramal.
6. Bersikap pertengahan dan bijaksana
Allah subhanahu wata’ala memerintahkan hamba-Nya untuk bersikap wasathiyah, pertengahan dan bijaksana dalam beramal. Tidak ifrath, berlebih-lebihan, juga tidak tafrith, meremehkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari hadits nomor 39,
“Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang berlebih-lebihan dalam urusan agama melainkan agama akan mengalahkannya, maka tepatkanlah, dekatkanlah, dan bergembiralah, minta bantuanlah dengan (melaksanakan ketaatan) di waktu pagi, sore, dan sebagian malam hari.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda, dalam hadits riwayat Muslim. Hadits nomor 1306,
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ. لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ
“(Al-Quran) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.” (QS. At-Takwir: 27-28)
5. Bersahabat dengan orang saleh
“Seseorang bersama dengan orang yang ia cintai,” demikian sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana termaktub dalam riwayat at-Tirmizi hadits nomor 2307.
Maka, bertemanlah dengan orang saleh agar kalian mendapatkan manfaat atas kesalehannya. Berteman dengan orang saleh akan menguatkan kalian dalam istiqamah beramal. Sebaliknya, jauhilah pertemanan dengan orang fasik dan pendosa agar kalian tidak terkena dampak buruk atas kefasikan dan dosa mereka. Berteman dengan orang fasik dan pendosa akan melemahkan kita dalam istiqamah beramal.
6. Bersikap pertengahan dan bijaksana
Allah subhanahu wata’ala memerintahkan hamba-Nya untuk bersikap wasathiyah, pertengahan dan bijaksana dalam beramal. Tidak ifrath, berlebih-lebihan, juga tidak tafrith, meremehkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari hadits nomor 39,
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَأَبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ، وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ
“Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang berlebih-lebihan dalam urusan agama melainkan agama akan mengalahkannya, maka tepatkanlah, dekatkanlah, dan bergembiralah, minta bantuanlah dengan (melaksanakan ketaatan) di waktu pagi, sore, dan sebagian malam hari.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda, dalam hadits riwayat Muslim. Hadits nomor 1306,
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Lihat Juga :