Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah Setelah Sholat Subuh

loading...
Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah Setelah Sholat Subuh
Keutamaan membaca Surat Al-Waqiah setelah sholat subuh menjadi wasilah terhindar dari kemiskinan. Foto ilustrasi/Ist
Keutamaan membaca Surat Al-Waqiah setelah sholat Subuh perlu kita ketahui berikut cara mengamalkannya. Surat Al-Waqi'ah terdiri dari 96 ayat dan termasuk surat Makkiyah.

Surat ke-56 dalam Al-Qur'an ini bercerita tentang dahsyatnya hari Kiamat dan tiga golongan manusia pada hari Kiamat. Apa saja keutamaan Surat Al-Waqiah ?

Baca Juga: Salah Satu Amalan Terbaik Bagi Muslimah, Rutin Membaca Surat Al-Waqi'ah

Muhammad Zaairul Haq dalam bukunya "Rahasia Keutamaan Surat Al-Qur'an" dikutip dari portal ihram menerangkan fadilah Surat Al-Waqiah berikut cara mengamalkannya di waktu Subuh.

Beliau menukil keterangan dari Kitab al-Jawahir al-Lamma'ah bahwa salah satu keutamaan membaca Surat Al-Waqiah yaitu sebagai wasilah (perantara) memohon kepada Allah agar mendapatkan kekayaan.

Cara Mengamalkan Surat Al-Waqiah
Pertama, setelah Tahajud di sepertiga malam terakhir, usahakan jangan tidur hingga masuk sholat subuh. Setelah itu, lanjutkan dengan sholat sunnah qabliyah Subuh dan sholat subuh berjamaah.

Setelah sholat subuh, baru membaca Surat Al-Waqiah satu kali, dilanjutkan dengan membaca wirid berikut sebanyak seribu kali:

ياكريم يا ودود

Ya Kariimu Ya Waduud.

Artinya: "Yang Maha Pemurah, Yang Maha Mengasihi."

Dengan mengamalkan Surat Al-Waqiah seperti itu, Allah akan memberikan kekayaan dalam waktu yang sangat dekat dan menjadi wasilah terhindar dari kemiskinan.

Hadis Keutamaan Membaca Al-Waqiah
Al-Hafizh Ibnu Asakir menerangkan Hadis yang diperoleh dari Syuja' bahwa Abu Zhabiyah berkata: "Ketika Abdullah bin Mas'ud sakit, beliau dijenguk oleh Sayyidina Utsman bin 'Affan. Utsman bertanya: "Apa yang kau rasakan?" "Dosa-dosaku," terang Abdullah bin Mas'ud.

"Apa yang engkau inginkan?" tanya Utsman. "Rahmat Tuhanku," jawab Abdullah bin Mas'ud.

"Apakah engkau ingin aku panggilkan dokter untukmu." "Tidak perlu," ujar Abdullah bin Mas'ud.

"Apakah engkau ingin aku memberikan sesuatu bagimu?" tanya Utsman lagi. "Aku tidak membutuhkannya," ujar Abdullah bin Mas'ud.

"Mungkin untuk bekal putri-putrimu sepeningalmu," tutur Utsman. Abdullah bin Mas'ud menjawab: "Apakah engkau mengkhawatirkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Aku telah memerintahkan putri-putriku membaca Surat Al-Waqi'ah setiap malam.

Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca Surat Al-Waqi'ah setiap malam, maka dia tidak akan ditimpa kemiskinan."

Riwayat ini juga dinukil Imam Al-Qurthubi, Imam Al-Alusi, Imam Al-Suyuthi, dan beberapa ahli tafsir lainnya di dalam kitab mereka. Selain Kitab Tafsir, riwayat ini juga dikutip Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar dan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

Syekh Al-Albani dalam kitabnya "Silsilah Hadis Dha'if" menyebut bahwa Hadis keutamaan membaca Surat Al-Waqi'ah berkualitas dha'if (lemah). Namun, Imam Ahmad bin Hanbal menerangkan bahwa Hadis dha'if terkait Fadhailul A'mal (keutamaan sebuah amalan) boleh diamalkan. Adapun Hadis dha'if tidak dibolehkan menjadi hujjah apabila berkaitan dengan istinbath hukum.

Imam as-Suyuthi dalam Al-Durrul Mantsur mengutip riwayat dari Anas bin Malik tentang keutamaan Surat Al-Waqi'ah.

سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الْغِنَى فَاقْرَأُوهَا وَعَلَّمُوْهَا أَوْلَادَكُمْ
halaman ke-1
preload video