Kimia Kebahagiaan Al-Ghazali: Banyak Orang yang Merenungkan Dirinya Tidak Juga Menemui Tuhan

Senin, 16 Mei 2022 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Bukan saja sifat-sifat manusia merupakan suatu pantulan sifat-sifat Tuhan, tetapi bentuk kemaujudan jiwa manusia pun menghasilkan suatu wawasan tentang bentuk kemaujudan Allah.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa Allah dan jiwa kedua-duanya tidak terbatasi oleh ruang dan waktu, serta berada di luar pengelompokan-pengelompokan jumlah dan kualitas.

"Demikian pula gagasan-gagasan tentang bentuk, warna atau ukuran tidak bisa pula dihubungkan dengan keduanya," tutur Imam Ghazali.

Orang mengalami kesulitan untuk membentuk suatu konsepsi tentang hakikat semacam itu yang hampa kualitas, jumlah, dan sebagainya, padahal kesulitan yang sama terkaitkan pula dengan konsepsi tentang perasaan kita sehari-hari, seperti marah, sakit, senang atau cinta.

Semuanya itu adalah konsep-konsep pikiran dan tidak bisa dimengerti oleh indera, sementara kualitas, jumlah dan lain sebagainya adalah konsep-konsep indera.

Sebagaimana telinga tidak bisa mengenali warna, tidak pula mata bisa mengenali suara; dalam ketidakmampuan kita membayangkan hakikat-hakikat puncak, yaitu Allah dan ruh, kita dapati diri kita berada di dalam suatu wilayah di mana konsep-konsep indera tidak bisa ambil bagian.

Meskipun demikian, sebagaimana bisa kita lihat, ujar Imam Ghazali, Allah adalah pengatur jagat dan Ia - yang berada di luar ruang dan waktu, kuantitas dan kualitas - mengatur apa-apa yang sedemikian terkondisikan.

Baca juga: Kimia Kebahagiaan Al-Ghazali: Jasad Diciptakan untuk Jiwa dan Jiwa untuk Jasad

Begitu pulalah ruh mengatur jasad dan anggota-anggotanya dalam keadaan ia sendiri tidak kasat-mata, tidak terbagi-bagi dan tidak tertempatkan di suatu bagian khusus mana pun. Karena, bagaimana bisa sesuatu yang tidak terbagi-bagi tertempatkan di dalam sesuatu yang bisa tergagi-bagi. Dari semuanya ini bisa kita lihat betapa benarnya hadis Nabi (SAW): "Allah menciptakan manusia di dalam kemiripan dengan diri-Nya sendiri."

Dan setelah kita sampai pada sebagian pengetahuan tentang esensi dari sifat-sifat Allah lewat perenungan akan esensi dan sifat-sifat ruh, maka akan bisa kita pahami metode kerja, pengaturan dan pendelegasian kekuasaan Allah kepada kekuatan-kekuatan kemalaikatan dan sebagainya, yaitu dengan jalan mengamati bagaimana masing-masing kita mengatur kerajaan-kerajaan kecilnya sendiri.

Sebagai contoh sederhana, misalkan seorang manusia ingin menulis nama Allah. Pertama sekali keinginan ini terbetik di dalam hati, baru kemudian dibawa ke otak oleh ruh-ruh vital. Bentuk kata "Allah" tergambar di dalam relung-relung otak, kemudian berjalan sepanjang saluran syaraf dan menggerakkan jari-jari yang pada gilirannya menggerakkan pena.

Dengan demikian nama "Allah" terguratkan di atas kertas tepat sebagaimana dibayangkan di dalam otak penulisnya. Demikian pula, jika Allah menghendaki sesuatu, maka sesuatu itu tampil di dalam dataran ruhaniah yang di dalam al-Qur'an disebut sebagai "Singgasana" (al-'arsy).

Menurut Imam Ghazali, dari singgasana itu ia berlalu lewat suatu arus spiritual ke arah suatu dataran yang lebih rendah yang disebut kursi (al-kursiy), kemudian bentuknya tampil dalam al-lauh 'al-mahfuzh yang, dengan perantaraan kekuatan-kekuatan yang disebut sebagai "malaikat-malaikat", mewujud dan tampil di atas bumi dalam bentuk tetanaman, pepohonan dan hewan-hewan, sebagai pencerminan keinginan dan pikiran Allah, sebagaimana huruf-huruf yang tertulis mencerminkan keinginan yang terbetik di dalam hati dan bentuk yang hadir di dalam otak sang penulis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Cara Mengenal Allah...
Cara Mengenal Allah Ta'ala agar Tobat Diterima, Begini Penjelasannya
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, Kenali Tadabbur Alam dan Manfaatnya
Pentingnya Mengenali...
Pentingnya Mengenali Diri Sendiri, Begini Penjelasannya
4 Sifat Buruk Diri Sendiri...
4 Sifat Buruk Diri Sendiri yang Sering Diabaikan, Apa Saja?
Umat Islam Wajib Berilmu...
Umat Islam Wajib Berilmu dan Mandiri, Begini Penjelasan Syaikh Al-Qardhawi
Puisi Erotis yang Dibaca...
Puisi Erotis yang Dibaca Pada Pertemuan Para Sufi Menurut Imam Al-Ghazali
Rekomendasi
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Diselimuti Gelombang Panas Ekstrem Pekan Ini
Negara-negara Paling...
Negara-negara Paling Tidak Ramah di Dunia
Ilmuwan Rilis Panduan...
Ilmuwan Rilis Panduan Bertahan Hidup untuk Menghindari Bencana Perubahan Iklim
Artikel Terkini
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Infografis
Ini Tiga Profesi Penulis...
Ini Tiga Profesi Penulis yang Tidak Banyak Orang Tahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved