Kisah Zainab binti Khuzaimah, Dinikahi Rasulullah SAW setelah Menjanda Dua Kali
Senin, 16 Mei 2022 - 21:06 WIB
loading...
Kebersamaan Sayyidah Zainab dengan Rasulullah sebagai suami istri tak berlangsung lama. Hanya tiga bulan saja. Beliau wafat di usia 30 tahun. Foto/Ilustrasi: wallpaper access
A
A
A
Rasulullah SAW memiliki dua istri yang bernama sama yakni Zainab. Satu Zainab binti Khuzaimah dan satu lagi Zainab binti Jahsy . Yang akan kita ceritakan ini kali adalah Sayyidah Zainab bintu Khuzaimah radhiyallahu ‘anha (595-626 M).
Nama lengkapnya Zainab binti Khuzaimah bin Haris bin Abdillah bin Amru bin Abdi Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’shaah al Hilaliyah. Ibunya bernama Hindun binti Auf bin Harits bin Hamathah.
Sayyidah Zainab lahir sebelum tahun ke-13 Rasul mendapatkan kenabiannya. Wanita dermawan ini berasal dari keluarga yang dihormati dan disegani.
Kedermawanannya telah dikenal, bahkan sebelum beliau memeluk Islam. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Sayyidah Zainab sudah digelari Ummul Masakin.
Baca juga: Kisah Hikmah: Pakaian Malu Istri Nabi Musa
Sayyidah Zainab selalu mengutamakan kedermawanannya pada orang-orang miskin daripada memanjakan dirinya sendiri dengan harta benda yang dimiliki. Sifat penyantun yang dimilikinya pun sudah ada sebelum beliau mengetahui bahwa dengan sifatnya dapat mendatangkan pahala dari Allah SWT.
Dalam kehidupan beragamanya, Sayyidah Zainab termasuk kelompok wanita pertama yang memeluk Islam. Sejak memeluk Islam, beliau menolak syirik dan menyembah berhala. Beliau juga selalu menjauhkan diri dari perbuatan Jahiliyah.
Sebelum menikah dengan Rasulullah ketika masa Jahiliyah Sayyidah Zainab menikah dengan Thufail bin Harits. Namun, Thufail menceraikannya karena tak kunjung memiliki anak saat hijrah ke Madinah.
Kemudian, untuk memuliakanya, saudara laki-laki Thufail, Ubaidah bin Harits, menikahinya. Ubaidah dikenal sebagai seorang prajurit penunggang kuda yang paling perkasa setelah Hamzah bin Abdul Muthalib dan Ali bin Abi Thalib.
Keperkasaannya dibuktikan hingga ia gugur syahid dalam perang Badar, Zainab pun kembali menjanda. Untuk melindungi dan meringankan beban kehidupan Sayyidah Zainab, Rasulullah pun menikahinya.
Rasulullah luluh karena kebaikan hati dan lemah lembut Zainab terhadap orang miskin. Rasulullah selalu mendahulukan kepentingan kaum Muslimin, termasuk kepentingan Sayyidah Zainab.
Wajah Sayyidah Zainab memang tidak terlalu cantik, tapi kecantikan hatinya yang membuat ia dinikahi Rasulullah. Beberapa sahabat juga enggan menikahinya setelah ia kehilangan Ubaidah sebagai pahlawan Badar.
Baca juga: Kedermawanan Ri'lah binti Mudhadh, Istri Nabi Ismail
Nama lengkapnya Zainab binti Khuzaimah bin Haris bin Abdillah bin Amru bin Abdi Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’shaah al Hilaliyah. Ibunya bernama Hindun binti Auf bin Harits bin Hamathah.
Sayyidah Zainab lahir sebelum tahun ke-13 Rasul mendapatkan kenabiannya. Wanita dermawan ini berasal dari keluarga yang dihormati dan disegani.
Kedermawanannya telah dikenal, bahkan sebelum beliau memeluk Islam. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Sayyidah Zainab sudah digelari Ummul Masakin.
Baca juga: Kisah Hikmah: Pakaian Malu Istri Nabi Musa
Sayyidah Zainab selalu mengutamakan kedermawanannya pada orang-orang miskin daripada memanjakan dirinya sendiri dengan harta benda yang dimiliki. Sifat penyantun yang dimilikinya pun sudah ada sebelum beliau mengetahui bahwa dengan sifatnya dapat mendatangkan pahala dari Allah SWT.
Dalam kehidupan beragamanya, Sayyidah Zainab termasuk kelompok wanita pertama yang memeluk Islam. Sejak memeluk Islam, beliau menolak syirik dan menyembah berhala. Beliau juga selalu menjauhkan diri dari perbuatan Jahiliyah.
Sebelum menikah dengan Rasulullah ketika masa Jahiliyah Sayyidah Zainab menikah dengan Thufail bin Harits. Namun, Thufail menceraikannya karena tak kunjung memiliki anak saat hijrah ke Madinah.
Kemudian, untuk memuliakanya, saudara laki-laki Thufail, Ubaidah bin Harits, menikahinya. Ubaidah dikenal sebagai seorang prajurit penunggang kuda yang paling perkasa setelah Hamzah bin Abdul Muthalib dan Ali bin Abi Thalib.
Keperkasaannya dibuktikan hingga ia gugur syahid dalam perang Badar, Zainab pun kembali menjanda. Untuk melindungi dan meringankan beban kehidupan Sayyidah Zainab, Rasulullah pun menikahinya.
Rasulullah luluh karena kebaikan hati dan lemah lembut Zainab terhadap orang miskin. Rasulullah selalu mendahulukan kepentingan kaum Muslimin, termasuk kepentingan Sayyidah Zainab.
Wajah Sayyidah Zainab memang tidak terlalu cantik, tapi kecantikan hatinya yang membuat ia dinikahi Rasulullah. Beberapa sahabat juga enggan menikahinya setelah ia kehilangan Ubaidah sebagai pahlawan Badar.
Baca juga: Kedermawanan Ri'lah binti Mudhadh, Istri Nabi Ismail
Lihat Juga :