Kisah Khalifah Al-Manshur, Tumpas Pemberontakan Keturunan Ali Bin Abu Thalib

Selasa, 17 Mei 2022 - 17:15 WIB
loading...
Kisah Khalifah Al-Manshur,...
Pemberontakan Ahlul Bait ini meletus pada tahun 145 H, dan menjadi salah satu tragedi paling menyesakkan dalam peta politik Islam kala itu. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Nama lengkapnya Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas, atau biasa dipanggil Abu Ja’far atau lebih populer dengan nama Al-Manshur. Dia adalah khalifah kedua Dinasti Abbasiyah . Pada saat memerintah, Al-Manshur mendapat perlawanan yang cukup sengit dari kelompok Ahlul Bait yang dipimpin oleh sosok bernama Muhammad dan Ibrahim. Keduanya adalah anak keturunan Ali bin Abi Thalib dari Sayyidina Hasan .

Pemberontakan Ahlul Bait ini meletus pada tahun 145 H, dan menjadi salah satu tragedi paling menyesakkan dalam peta politik Islam kala itu.

Baca juga: Tenggelamnya Jihad Laut di Masa Daulah Abbasiyah

Sebagaimana diketahui, bahwa Bani Abbas berhasil menaiki puncak kekuasaan karena didukung oleh kalangan pecinta Ahlul Bait Rasulullah SAW , baik yang ada di Persia maupun di Khurasan. Setelah dilantiknya As-Saffah, para pendukung Ahlul Bait terpecah menjadi dua kelompok, yaitu yang mendukung Bani Abbas dan yang mendukung anak keturunan Ali bin Abi Thalib.

Di masa pemerintahan As-Saffah semua perbedaan ini tidak menjadi masalah bagi kedua belah pihak. Meski begitu, Bani Abbas sebenarnya memahami bahwa pesing sejati mereka dalam hal legitimasi, tidak lain adalah anak keturunan Ali bin Thalib.

Adapun semua kekuatan, bahkan yang sebesar Abu Muslim sekalipun, tidak akan banyak berarti selama mereka mendapat dukungan dan legitimasi dari rakyat. Untuk itu, ketika muncul kecurigaan Al-Manshur pada anak keturunan Ali bin Abi Thalib, dia langsung menanggapi dengan serius, bahkan melampui batas.

Abul A’la Al-Maududi dalam bukunya berjudul “Khalifah dan Kerajaan; Konsep Pemerintahan Islam serta Studi Kritis terhadap ‘Kerajaan’ Bani Umayyah dan Abbasiyah” mencatat Muhammad, nama lengkapnya adalah Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Muthanna bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Dia dikenal dengan julukan An-Nafsuz Zakiyah.

Awalnya, Al-Manshur memerintahkan kepada gubernur Madinah agar mencari Muhammad dan Ibrahim untuk di bawa menghadap kepadanya. Tabari dalam "The History of al-Tabari, Abbasid Authority Affirmed", menjelaskan sebenarnya tidak ada satu hal yang terlalu serius dengan perintah ini. Tapi aparaturnya mencari dengan seksama kedua orang tesebut seperti mencari seorang buronan. Melihat ini, Muhammad dan Ibrahim curiga dengan proses yang terjadi begitu janggal. Akhirnya mereka memilih bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain.

Baca juga: 425 Koin Emas Islam dari Kekhalifahan Abbasiyah Ditemukan di Israel

Sedikit catatan, kekhawatiran Muhammad dan Ibrahim sebenarnya beralasan. Karena sejak As-Saffah hingga Al-Manshur, para aparatur Abbasiyah memang kerap bertindak melampaui batas ketika melaksanakan perintah dari atasannya. Ini sangat bertentangan dengan janji politik Bani Abbas ketika As-Saffah dibaiat sebagai khalifah. Tentang kekejaman para apartur Dinasti Abbasiyah ini sebenarnya sudah banyak diprotes oleh masyarakat. Mereka merasa tertipu, terlebih sebagian para keturunan Ali bin Abi Thalib yang dulunya juga mendukung gerakan revolusi mereka.

Sebelumnya banyak juga para tokoh yang merasa dicurangi dan menyatakan protesnya. Seperti Ibrahim bin Maimun, seorang ahli fiqih terkemuka dari Khurasan. Dia ikut mendukung gerakan Abu Muslim ketika dia berjanji akan mendirikan negara dengan asas Al-Quran dan Sunnah.

Mendengar ini, Ibrahim bin Maimun begitu bersemangat mendukung gerakan revolusi Abbasiyah. Dia bahkan diangkat menjadi tangan kanan Abu Muslim. Tapi ketika revolusi sudah berhasil, dia tidak melihat adanya perubahan, dan tak terlihat tanda-tanda perbaikan sedang terjadi.

Akhirnya di mengajukan protes pada Abu Muslim yang ketika itu menjabat sebagai gubernur di Khurasan. Dia menuntut agar Bani Abbas segera menegakkan hukum-hukum Allah, dan melarang tindakan-tindakan yang melanggar kitab Allah dan Sunah RasulNya. Namun segera setelah itu dia ditangkap dan dihukum mati oleh Abu Muslim.

Demikianlah yang terjadi kala itu. Maka menjadi wajar ketika ada upaya dari gubernur Abbasiyah, orang-orang mencurigai itu sebagai upaya penangkapan. Dan ketika sudah lama berusahan mencari Muhammad dan Ibrahim, keduanya belum juga ditemukan. Al-Manshur panik, dan memerintahkan agar segera menemukan mereka, apapun caranya.

Baca juga: Leluhur Dinasti Abbasiyah, Paman Nabi yang Wafat di Bulan Rajab
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Ucapan Minal Aidin Wal Faizin
Rekomendasi
Jauh Lebih Tajir dari...
Jauh Lebih Tajir dari Pangeran Arab, Arkeolog Ungkap Jumlah Kekayaan Nabi Sulaiman
Temuan Ini Jadi Petunjuk...
Temuan Ini Jadi Petunjuk Ilmuwan Ungkap Kehidupan Lain di Dasar Laut
Ilmuwan Menemukan Bukti...
Ilmuwan Menemukan Bukti Terkuat Tentang 'Gen Migrasi' Pada Burung
Artikel Terkini
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved