Kisah Nabi Yusuf Menafsirkan Mimpi Sang Raja, Ini Pesannya

loading...
Kisah Nabi Yusuf Menafsirkan Mimpi Sang Raja, Ini Pesannya
Kisah Nab Yusuf mengajarkan kepada kita konsep kemaslahatan. Foto/ilustrasi ebookanak.com
Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni
Dai Lulusan Al-Azhar Mesir,
Yayasan Pustaka Afaf

Kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam menafsirkan mimpi sang Raja termasuk satu di antara mukjizat beliau. Tak hanya menafsirkan mimpi, Nabi Yusuf juga memberi nasihat dan solusi kepada sang Raja.

Berikut kisahnya diabadikan dalam Surat Yusuf Ayat 47-49

قَالَ تَزْرَعُوْنَ سَبْعَ سِنِيْنَ دَاَبًاۚ فَمَا حَصَدْتُّمْ فَذَرُوْهُ فِيْ سُنْۢبُلِهٖٓ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تَأْكُلُوْنَ.ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَّأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تُحْصِنُوْنَ.ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ عَامٌ فِيْهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيْهِ يَعْصِرُوْنَ


Artinya: "Yusuf berkata: 'Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur." (QS Yusuf Ayat 47-49)

Pesan dan Hikmah
1. Tanpa berpikir panjang, Nabi Yusuf pun sudah siap menafsirkan mimpi sang raja. Dengan detilnya, beliau menyampaikan arti mimpi raja yanhg diabadikan dalam ayat 47 sampai 49 di atas.

2. Bukan sekadar tabir mimpi, namun Nabi Yusuf juga memberikan nasehat dan solusinya yang aplikatif.

3. Tujuh sapi yang gemuk adalah simbol masa subur yang dialami selama tujuh tahun. Nabi Yusuf memesankan agar bercocok tanam selama tujuh tahun di masa yang subur tersebut. Dengan kata lain meningkatkan produksi sandang pangan.

4. "Maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan." Nabi Yusuf pun memesankan agar hasil panen jangan dipisahkan dari tangkai dan kelopak mayangnya agar lebih awet dan tahan lama. Di samping itu Nabi Yusuf menganjurkan agar menghemat dalam mengonsumsinya, jangan berlebihan agar ada simpanan stok untuk tujuh tahun krisis. Seperti dijelaskan dalam ayat, sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit).

5. Tujuh tahun masa subur berganti dengan tujuh tahun masa sulit, namun antispasinya sudah diusulkan Nabi Yusuf. Sehingga raja dan rakyat Mesir serta sekitarnya dapat melalui masa sulit itu dengan selamat berkat solusi aplikatifnya Yusuf. Di sini ada pelajaran penting bolehnya pemerintah melakukan penimbunan sebagai stok ketahanan nasional jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan dengan pengawasan yang ekstra ketat.

6. Masa sulit atau paceklik itu ada batasnya dan akan berganti dengan masa kemudahan dan kegembiraan. Begitulah yang dialami oleh Nabi Yusuf dan umatnya yang disimbolkan dengan turun hujan dan panen buah-buahan yang bisa diperas seperti zaitun, anggur dan buah lain sejenisnya.

7. Bolehnya menyimpan harta atau sejenisnya sesuai kebutuhan yang wajar. Anjuran hidup menghemat dan larangan berbuat boros, karena perbuatan boros itu menunjukkan saudaranya syetan.

8. Kisah Nab Yusuf mengajarkan kepada kita konsep kemaslahatan. Islam datang dalam ranga menjaga 5 aspek kemaslahatan yaitu: (1). Kemaslahtan agama (2). Kemaslahatan jiwa (3). Kemaslahatan harta (4). Kemaslahatan akal (5). Kemaslahatan keturunan.

9. Nabi Yusuf hidup di tengah mayoritas non mukmin, namun beliau tetap berinteraksi dengan baik tanpa melihat perbedaan keyakinan mereka. Justru hal ini dijadikan kesempatan oleh Yusuf untuk berdakwah dengan kebaikan akhlaknya. Akhirnya banyak orang-orang yang beriman dengan ajaran yang dibawa Nabi Yusuf.

Baca Juga: Kisah Nabi Yusuf Diminta Menakwilkan Mimpi Sang Raja
Kisah Nabi Yusuf Menafsirkan Mimpi Sang Raja, Ini Pesannya

(rhs)
cover top ayah
هُوَ اللّٰهُ الَّذِىۡ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ‌ ۚ عٰلِمُ الۡغَيۡبِ وَالشَّهَادَةِ‌ ۚ هُوَ الرَّحۡمٰنُ الرَّحِيۡمُ‏ (٢٢) هُوَ اللّٰهُ الَّذِىۡ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ‌ۚ اَلۡمَلِكُ الۡقُدُّوۡسُ السَّلٰمُ الۡمُؤۡمِنُ الۡمُهَيۡمِنُ الۡعَزِيۡزُ الۡجَـبَّارُ الۡمُتَكَبِّرُ‌ؕ سُبۡحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشۡرِكُوۡنَ (٢٣) هُوَ اللّٰهُ الۡخَـالِـقُ الۡبَارِئُ الۡمُصَوِّرُ‌ لَـهُ الۡاَسۡمَآءُ الۡحُسۡنٰى‌ؕ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ۚ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُ (٢٤)
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

(QS. Al-Hasyr Ayat 22-24)
cover bottom ayah
preload video