Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Infrastruktur Mekkah, Masjidil Haram Ditaburi Parfum
Jum'at, 20 Mei 2022 - 19:00 WIB
loading...
Al-Mahdi memerintahkan agar Kakbah dibersihkan dari penutup-penutup yang memberatkan itu, lalu dipasangi sehelai penutup (Kiswah) saja yang melingkupi seluruh bangunan Kakbah. Foto/Ilustrasi: Ist)
A
A
A
Khalifah Al-Mahdi adalah khalifah ketiga Dinasti Abbasiyah (775-785 M). Nama dan nasabnya adalah Muhammad bin Abdullah (Al-Manshur) bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas. Dia biasa dipanggil Abu Abdullah dan bergelar Al-Mahdi.
Dalam Buku "The History of al-Tabari" disebutkan bahwa pada tahun 160 H, Al-Mahdi menunaikan ibadah haji . Dalam perjalanan tersebut, dia melihat berbagai kendala yang dialami oleh jamaah haji selama perjalanan dari Baghdad ke Mekkah . Dan ketika tiba di Mekkah, suasananya pun tak kalah mengkhawatirkan. Para panjaga Kakbah menyatakan kekhawatiran mereka tentang banyaknya penutup (kiswah) yang menempel di dinding dan atas Kakbah. Selain tidak elok, hal ini lama kelamaaan bisa merusak Kakbah.
Menangapi mengaduan ini, Al-Mahdi langsung memerintahkan agar Kakbah dibersihkan dari penutup-penutup yang memberatkan itu, lalu dipasangi sehelai penutup (Kiswah) saja yang melingkupi seluruh bangunan Kakbah. Dia juga memerintahkan agar seluruh wilayah Masjidil Haram ditaburi parfum. Setelah itu dia memerintahkan agar sejumlah infrastruktur di Mekkah segera dibangun.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Menumpas Kaum Zindiq, Hakim Al-Muqanna Mengaku Tuhan
Menurut Imam As-Suyuthi dalam bukunya berjudul "Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah", pada tahun 161 H, dimulailah proses renovasi besar-besaran terhadap Masjidil Haram dan Kota Mekkah.
Al-Mahdi memerintahkan agar dibangun jalan-jalan yang luas di samping Masjidil Haram dan membuat banyak tempat air untuk mempermudah pelayanan haji.
Dia juga memerintahkan agar memendekkan mimbar masjid dan menjadikannya sebagaimana mimbar Rasulullah SAW. Proses renovasi ini berlangsung bertahun-tahun. Pada tahun 167 H, Al-Mahdi memerintahkan agar memperluas areal Masjidil Haram dengan memperlebar ruangannya.
Di samping renovasi besar-besaran terhadap Masjidil Haram, Al-Mahdi juga memberikan perhatian pada jalur haji dari Irak ke Mekkah.
Sejak Irak menjadi pusat pemerintahan Islam dan seiring meningkatkan kemakmuran kota-kota seperti Baghdad dan Basrah, aktivitas perjalanan dari Irak ke Hijaz juga makin meningkat. Terutama ketika musim haji, jamaah haji dari Irak terbilang cukup banyak. Dengan demikian pembangunan infrastruktur yang bisa menopang perjalanan tersebut perlu juga dibuat.
Atas dasar pertimbangan itulah, pada tahun 160 H atau sesaat setelah pulang dari haji, Al-Mahdi memerintahkan agar segera membangun sejumlah infrastruktur di sepanjang jalan menuju Mekkah.
Dalam Buku "The History of al-Tabari" disebutkan bahwa pada tahun 160 H, Al-Mahdi menunaikan ibadah haji . Dalam perjalanan tersebut, dia melihat berbagai kendala yang dialami oleh jamaah haji selama perjalanan dari Baghdad ke Mekkah . Dan ketika tiba di Mekkah, suasananya pun tak kalah mengkhawatirkan. Para panjaga Kakbah menyatakan kekhawatiran mereka tentang banyaknya penutup (kiswah) yang menempel di dinding dan atas Kakbah. Selain tidak elok, hal ini lama kelamaaan bisa merusak Kakbah.
Menangapi mengaduan ini, Al-Mahdi langsung memerintahkan agar Kakbah dibersihkan dari penutup-penutup yang memberatkan itu, lalu dipasangi sehelai penutup (Kiswah) saja yang melingkupi seluruh bangunan Kakbah. Dia juga memerintahkan agar seluruh wilayah Masjidil Haram ditaburi parfum. Setelah itu dia memerintahkan agar sejumlah infrastruktur di Mekkah segera dibangun.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Menumpas Kaum Zindiq, Hakim Al-Muqanna Mengaku Tuhan
Menurut Imam As-Suyuthi dalam bukunya berjudul "Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah", pada tahun 161 H, dimulailah proses renovasi besar-besaran terhadap Masjidil Haram dan Kota Mekkah.
Al-Mahdi memerintahkan agar dibangun jalan-jalan yang luas di samping Masjidil Haram dan membuat banyak tempat air untuk mempermudah pelayanan haji.
Dia juga memerintahkan agar memendekkan mimbar masjid dan menjadikannya sebagaimana mimbar Rasulullah SAW. Proses renovasi ini berlangsung bertahun-tahun. Pada tahun 167 H, Al-Mahdi memerintahkan agar memperluas areal Masjidil Haram dengan memperlebar ruangannya.
Di samping renovasi besar-besaran terhadap Masjidil Haram, Al-Mahdi juga memberikan perhatian pada jalur haji dari Irak ke Mekkah.
Sejak Irak menjadi pusat pemerintahan Islam dan seiring meningkatkan kemakmuran kota-kota seperti Baghdad dan Basrah, aktivitas perjalanan dari Irak ke Hijaz juga makin meningkat. Terutama ketika musim haji, jamaah haji dari Irak terbilang cukup banyak. Dengan demikian pembangunan infrastruktur yang bisa menopang perjalanan tersebut perlu juga dibuat.
Atas dasar pertimbangan itulah, pada tahun 160 H atau sesaat setelah pulang dari haji, Al-Mahdi memerintahkan agar segera membangun sejumlah infrastruktur di sepanjang jalan menuju Mekkah.
Lihat Juga :