Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Infrastruktur Mekkah, Masjidil Haram Ditaburi Parfum
Jum'at, 20 Mei 2022 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Konspirasi Penggulingan Putra Mahkota Isa Bin Musa
Beberapa di antaranya, dia memerintahkan agar dibangun sejumlah pos pemberhentian (semacam rest area sekarang) di beberapa titik.
Di tempat itu dibangunlah kastil, tangki air, sumur, kolam/waduk, termasuk menara api untuk menjadi semacam mercusuar ketika di malam hari.
Al-Mahdi bahkan mengangkat wali yang bertanggung jawab atas perbaikan dan pengembangan jalur ini. Proses pengerjaan proyek ini terus belangsung hingga tahun 171 H, dan akan disempurnakan oleh Zubaidah, istri Harun Al-Rasyid. Sehingga jalur ini kelak dikenal dengan nama Darb Zubaidah.
Selain renovasi terhadap Masjidil Haram, Al-Mahdi juga melakukan renovasi terhadap sejumlah masjid lain, seperti di Basrah dan Baghdad. Dia pun memerintahkan kepada para gubernurnya di berbagai wilayah agar memendekkan semua mimbar masjid sehingga sama dengan mimbarnya Rasulullah SAW.
Hal yang sama juga berlaku bagi infrastruktur, selain membangun infrastruktur haji, Al-Mahdi juga yang pertama-tama membangun jalur pos dari Irak ke Hijaz (Madinah, Mekkah, Yaman, sampai ke Hadramaut). Dengan adanya infrastruktur ini, sirkulasi komunikasi, barang dan jasa antar wilayah Kekhalifahan Abbasiyah berlangsung semakin cepat.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Menumpas Kaum Zindiq, Hakim Al-Muqanna Mengaku Tuhan
Ilmu Pengetahuan
Selain membangun infrastruktur wilayah, Al-Mahdi juga dikenal sebagai khalifah yang memiliki konsern pada pengembangan ilmu pengetahun.
Di masa pemerintahannya, proyek penulis kitab dan ilmu pengetahun digalakkan secara lebih intensif dari tahun-tahun sebelumnya.
Kebijakan Al-Mahdi yang pro ilmu pengetahuan juga didukung oleh penemuan kertas dari China. Sebelumnya yang digunakan itu papirus dari Mesir. Sejak penemuan kertas, kota Baghdad menjadi ramai dengan pabrik kertas yang digunakan sebagai bahan untuk menulis kitab.
Beberapa di antaranya, dia memerintahkan agar dibangun sejumlah pos pemberhentian (semacam rest area sekarang) di beberapa titik.
Di tempat itu dibangunlah kastil, tangki air, sumur, kolam/waduk, termasuk menara api untuk menjadi semacam mercusuar ketika di malam hari.
Al-Mahdi bahkan mengangkat wali yang bertanggung jawab atas perbaikan dan pengembangan jalur ini. Proses pengerjaan proyek ini terus belangsung hingga tahun 171 H, dan akan disempurnakan oleh Zubaidah, istri Harun Al-Rasyid. Sehingga jalur ini kelak dikenal dengan nama Darb Zubaidah.
Selain renovasi terhadap Masjidil Haram, Al-Mahdi juga melakukan renovasi terhadap sejumlah masjid lain, seperti di Basrah dan Baghdad. Dia pun memerintahkan kepada para gubernurnya di berbagai wilayah agar memendekkan semua mimbar masjid sehingga sama dengan mimbarnya Rasulullah SAW.
Hal yang sama juga berlaku bagi infrastruktur, selain membangun infrastruktur haji, Al-Mahdi juga yang pertama-tama membangun jalur pos dari Irak ke Hijaz (Madinah, Mekkah, Yaman, sampai ke Hadramaut). Dengan adanya infrastruktur ini, sirkulasi komunikasi, barang dan jasa antar wilayah Kekhalifahan Abbasiyah berlangsung semakin cepat.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Menumpas Kaum Zindiq, Hakim Al-Muqanna Mengaku Tuhan
Ilmu Pengetahuan
Selain membangun infrastruktur wilayah, Al-Mahdi juga dikenal sebagai khalifah yang memiliki konsern pada pengembangan ilmu pengetahun.
Di masa pemerintahannya, proyek penulis kitab dan ilmu pengetahun digalakkan secara lebih intensif dari tahun-tahun sebelumnya.
Kebijakan Al-Mahdi yang pro ilmu pengetahuan juga didukung oleh penemuan kertas dari China. Sebelumnya yang digunakan itu papirus dari Mesir. Sejak penemuan kertas, kota Baghdad menjadi ramai dengan pabrik kertas yang digunakan sebagai bahan untuk menulis kitab.
Lihat Juga :