Kisah Khalifah Al-Mahdi Taklukkan Konstantinopel, Harun Al-Rasyid Jadi Bintang Abbasiyah

Minggu, 22 Mei 2022 - 19:25 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Infrastruktur Mekkah, Masjidil Haram Ditaburi Parfum

Kemenangan yang dicapai Harun terbilang luar biasa. Ketika akhirnya mencapai Konstantinopel , ibu kota Bizantium, dia masih memiliki 95.793 prajurit, dengan hasil harta rampasan sebesar 194.450 dinar dalam bentuk emas, dan 21.414.800 dirham dalam bentuk perak.

Kala itu pemimpin tertinggi Romawi adalah Ratu Augusta (Barat: Irine), yang merupakan janda dari Kaisar Leo. Ratu Augusta terpaksa memimpin Romawi, karena putranya, yang tidak lain adalah pewaris tahta, masih berusia sangat muda. Sehingga dia untuk sementara waktu menggantikan tugas-tugas pemerintahan.

Melihat kekuatannya sudah terdesak, Ratu Augusta memutuskan berdamai. Harun pun memenuhi permintaan tersebut dengan syarat, bahwa Ratu akan memberikan akses seluas-luasnya pada kaum Muslimin untuk berdagang di wilayah kekuasaannya. Di samping itu, Bizantium dikenai kewajiban membayar upeti sebenar 90.000 atau 70.000 Dinar setiap tahun kepada Abbasiyah.

Maka demikianlah, ekspedisi militer yang pimpin Harun bin Al-Mahdi bisa dikatakan penaklukkan terbesar di era pemerintahan Al-Mahdi. Tidak main-main, yang ditaklukkannya adalah sebuah adidaya dunia yang sudah bertahan lebih 500 tahun. Dari hasil penaklukkan ini Harun berhasil membawa berton-ton harta kekayaan, termasuk juga hewan buas terlatih, kuda-kuda yang jumlahnya mencapai 20.000 ekor, ribuan sapi dan kambing, tekstil, hingga segala jenis persenjataan.

Keberhasilan dalam ekspedisi ini membuat Harun menjadi bintang baru dalam peta politik Abbasiyah. Namanya mulai dikenal luas dan sangat populer baik di kalangan rakyat dan juga elit Abbasiyah.

Al-Mahdi sangat gembira dan bangga pada putra keduanya ini. Pada tahun 166 H, atau segera setelah Harun kembali dari ekspedisi tersebut, dia segara dinobatkan sebagai putra mahkota yang kelak akan mengantikan kakaknya Musa bin Al-Mahdi.

Al-Mahdi meminta semua kalangan – khususnya para komandan militer – agar mematuhi wasiatnya ini, dan mulai sekarang sudah bersumpah setia pada putranya. Ketika itu pula, Harun mendapat julukan baru dari ayahnya, yaitu “Al-Rasyid”.

Pada tahun 167 H, dua penguasa wilayah Tabaristan bernama Wandahurmuz dan Sharvin, melakukan pemberontakan pada Dinasti Abbasiyah. Kali ini, Al-Mahdi mengirim putra mahkota Abbasiyah, Musa bin Al-Mahdi untuk memadamkannya.

Menurut Tabari, selama pemerintahan Al-Mahdi, belum ada ekspedisi militer yang demikian diatur secara langsung oleh khalifah sebagaimana pasukan ini. Pasukan yang dibawa Musa bin Al-Mahdi dilengkapi dengan senjata lengkap, dan berjumlah sangat besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Siapakah Bangsa Rum?...
Siapakah Bangsa Rum? Kaum yang Menang Perang dan Mengkhianati Umat Islam di Akhir Zaman
Sosok Muslimah Insipratif...
Sosok Muslimah Insipratif : Zubaidah binti Abu Ja’far, Ibu Negara Sederhana yang Sangat Cerdas
Kisah Pasukan Daulah...
Kisah Pasukan Daulah Abbasiyah Melawan Tentara China dalam Perang Talas
Kisah Daulah Aghlabiyah...
Kisah Daulah Aghlabiyah Taklukkan Eropa di Bawah Pimpinan Ziyadatullah I
Daulah Thuluniyah: Kisah...
Daulah Thuluniyah: Kisah Ahmad bin Thulun Membendung Serangan Byzantium
Kisah Sultan Salim I...
Kisah Sultan Salim I Menyerang Daulah Abbasiyah Ambil Gelar Khalifah
Rekomendasi
Lapisan Bumi Berusia...
Lapisan Bumi Berusia 4 Miliar Tahun Ditemukan di Australia
5 Tokoh Muslim yang...
5 Tokoh Muslim yang Mengguncang Peradaban Barat
Rotasi Inti Bumi Melambat,...
Rotasi Inti Bumi Melambat, Ahli Beberkan Dampaknya
Artikel Terkini
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved