Sejarah LGBT di Dunia dalam Perspektif Al-Qur'an
Rabu, 25 Mei 2022 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Hadis lain menerangkan: "Orang yang mengajak kepada jalan yang benar maka ia mendapat ganjaran sama banyaknya dengan ganjaran yang diberikan kepada pengikut-pengikutnya dan hal itu tidak sedikit pun mengurangi ganjaran mereka itu. Dan orang yang mengajak berbuat kejahatan maka ia mendapat dosa sama banyaknya dengan dosa pengikut-pengikutnya dan hal itu tidak dikurangi sedikit pun dari dosa mereka itu." (HR Muslim)
Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan tujuan mengembangkan keturunan manusia guna memakmurkan alam ini. Masing-masing jenis memiliki nafsu birahi yang mendorong terwujudnya kebutuhan bertemunya kedua jenis manusia ini.
Perempuan dalam bentuk kejadiannya adalah indah, halus dan menarik. Antara laki-laki dan perempuan terjadi saling tarik-menarik laksana tarikan antara positif dan negatif. Alangkah ganjilnya bila ada golongan manusia yang menyimpang dari ketentuan Allah itu. Alangkah besarnya pelanggaran terhadap kemanusiaan yang dilakukan seseorang laki-laki dengan menggauli laki-laki lain.
Perbuatan kaum Nabi Luth dapat dikatakan sangat buruk dan dapat menjatuhkan derajat manusia dan kemanusiaan sehingga lebih rendah dari hewan. Hal ini karena hewan jantan tidak ada yang berhubungan dengan jantan pula sebagaimana yang dilakukan umat Nabi Luth. Ketetapan Allah berkaitan dengan hal ini, adalah laki-laki untuk perempuan dan perempuan untuk laki-laki.
Kaum nabi Luth bukan saja ingkar kepada Allah dan tidak bersyukur atas nikmat-Nya, tetapi juga melakukan homoseksual yang akhirnya juga mendorong para wanita melakukan lesbian (saling berhubungan sesamanya). Allah mengutus Nabi Luth kepada kaum seperti ini untuk menyampaikan ajaran Allah agar mereka kembali ke jalan yang benar dan meninggalkan kelakuan buruk dan bertentangan dengan sunatullah.
Karena mereka menolak ajakan Nabi Luth, maka Allah membinasakan kaum durhaka tersebut. "Maka, tatkala datang azab Kami, Kami balikkan (kota itu), dan Kami turunkan di atasnya hujan batu, (seperti) tanah liat dibakar bertubi-tubi. Diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tidaklah jauh dari orang-orang yang zalim." (QS Hud: 82-83 )
Wilayah yang terkena azab ini bernama Al-Mutafikah yang di dalamnya terdapat lima kota, yaitu Sabah, Sarah, Amarah, Duma, dan Sodom. At-Tabari dalam kitabnya "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk" menyebutkan, bahwa Sodom kini terletak di Yordania. Sementara Ibnu Katsir dalam kitabnya berjudul Qisas Al-Anbiya menyebut lebih detail, lokasinya berada di pantai bagian barat Laut Mati, atau dalam bahasa Arab disebut Al-Bahr al-Mayyit.
Untuk diketahui, Nabi Luth adalah anak Haran bin Tarikh. Tarikh adalah saudara Nabi Ibrahim. Nabi Luth dilahirkan di daerah tepian timur dari selatan Irak yang dahulunya dinamakan Babilon. Atas kehendak Nabi Ibrahim, Luth berdiam di Kota Sodom, salah satu kota di daerah Yordania. Beliau wafat di sekitar Yordania dahulu terkenal dengan nama Laut Luth.
Baca Juga: Azab Kaum Nabi Luth, Peringatan bagi Perilaku Liwath
Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan tujuan mengembangkan keturunan manusia guna memakmurkan alam ini. Masing-masing jenis memiliki nafsu birahi yang mendorong terwujudnya kebutuhan bertemunya kedua jenis manusia ini.
Perempuan dalam bentuk kejadiannya adalah indah, halus dan menarik. Antara laki-laki dan perempuan terjadi saling tarik-menarik laksana tarikan antara positif dan negatif. Alangkah ganjilnya bila ada golongan manusia yang menyimpang dari ketentuan Allah itu. Alangkah besarnya pelanggaran terhadap kemanusiaan yang dilakukan seseorang laki-laki dengan menggauli laki-laki lain.
Perbuatan kaum Nabi Luth dapat dikatakan sangat buruk dan dapat menjatuhkan derajat manusia dan kemanusiaan sehingga lebih rendah dari hewan. Hal ini karena hewan jantan tidak ada yang berhubungan dengan jantan pula sebagaimana yang dilakukan umat Nabi Luth. Ketetapan Allah berkaitan dengan hal ini, adalah laki-laki untuk perempuan dan perempuan untuk laki-laki.
Kaum nabi Luth bukan saja ingkar kepada Allah dan tidak bersyukur atas nikmat-Nya, tetapi juga melakukan homoseksual yang akhirnya juga mendorong para wanita melakukan lesbian (saling berhubungan sesamanya). Allah mengutus Nabi Luth kepada kaum seperti ini untuk menyampaikan ajaran Allah agar mereka kembali ke jalan yang benar dan meninggalkan kelakuan buruk dan bertentangan dengan sunatullah.
Karena mereka menolak ajakan Nabi Luth, maka Allah membinasakan kaum durhaka tersebut. "Maka, tatkala datang azab Kami, Kami balikkan (kota itu), dan Kami turunkan di atasnya hujan batu, (seperti) tanah liat dibakar bertubi-tubi. Diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tidaklah jauh dari orang-orang yang zalim." (QS Hud: 82-83 )
Wilayah yang terkena azab ini bernama Al-Mutafikah yang di dalamnya terdapat lima kota, yaitu Sabah, Sarah, Amarah, Duma, dan Sodom. At-Tabari dalam kitabnya "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk" menyebutkan, bahwa Sodom kini terletak di Yordania. Sementara Ibnu Katsir dalam kitabnya berjudul Qisas Al-Anbiya menyebut lebih detail, lokasinya berada di pantai bagian barat Laut Mati, atau dalam bahasa Arab disebut Al-Bahr al-Mayyit.
Untuk diketahui, Nabi Luth adalah anak Haran bin Tarikh. Tarikh adalah saudara Nabi Ibrahim. Nabi Luth dilahirkan di daerah tepian timur dari selatan Irak yang dahulunya dinamakan Babilon. Atas kehendak Nabi Ibrahim, Luth berdiam di Kota Sodom, salah satu kota di daerah Yordania. Beliau wafat di sekitar Yordania dahulu terkenal dengan nama Laut Luth.
Baca Juga: Azab Kaum Nabi Luth, Peringatan bagi Perilaku Liwath
(rhs)
Lihat Juga :