Bolehkah Takut pada Jin? Begini Penjelasan Syaikh Al Utsaimin

Senin, 30 Mei 2022 - 16:24 WIB
loading...
Bolehkah Takut pada...
Rasa takut manusia terhadap makhluk halus seperti jin atau hantu, terkadang muncul tanpa alasan. Hati-hati rasa takut tak beralasan ini bisa terjerumus ke dalam syirik. Foto ilustrasi/ist
A A A
Keberadaan makhluk gaib seperti jin, hantu atau setan seringkali sangat ditakuti oleh manusia. Terkadang rasa takut terhadap makhluk astral ini tidak beralasan. Bolehkah manusia takut terhadap mereka?

Ulama besar Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin menjelaskan bahwasanya ada banyak ragam takut yang dirasakan manusia. Namun, intinya perasaaan takut yang dialami manusia ada dua macam, yakni takut yang disertai pengagungan dan takut yang merupakan bagian dari tabiat.

Baca juga: Berlindung Diri dari Gangguan Makhluk Halus Berdasarkan Sunnah Nabi

Syaik Al Utsaimin memberikan penjelasannya sebagai berikut:

1. Khauf As Sirri

Yakni takut yang samar. Rasa takut jenis ini disertai dengan rasa rendah diri, merendahkan diri, serta mengagungkan kepada hal yang ditakuti. Karena itulah takut jenis ini hanya boleh ditujukan kepada Allah Ta’ala. Jika memiliki rasa takut ini kepada selain Allah, maka seseorang jatuh ke dalam dosa syirik yang besar.

Beberapa manusia terjatuh pada syirik ini karena memiliki keyakinan bahwasanya sesuatu selain Allah dapat memberikan manfaat ataupun mudarat. Contohnya, takut kepada berhala, takut kepada wali, atau takut kepada orang mati. Para penyembah kubur termasuk pula di dalamnya. Lalu bagaimana ketakutan pada setan dan jin?

Syaikh Al Utsaimin menjelaskan, jika seseorang takut bahwasanya ia akan ditangkap atau diganggu oleh jin dan setan, maka ia termasuk dalam khauf sirri. Pun seseorang yang memiliki keyakinan bahwasanya setan dan jin memiliki kekuatan yang mengancamnya tanpa sebab. Akibat keyakinan itu, ia kemudian merasa takut pada jin dan setan. Ketakutan ini termasuk dalam jenis khauf as sirri.

Salah satu contoh nyata yang sering terjadi dan ditemui di tengah masyarakat yakni seseorang merasa takut saat melewati tempat sunyi, gelap, atau melewati kubur dan tempat yang dianggap angker, lalu karena ketakutan itu, ia pamit atau meminta izin hendak lewat. “Mbah, Nyai, permisi... nyuwun sewu... mau lewat,” dan ucapan-ucapan semisalnya.

Kebiasaan masyarakat tersebut ternyata jatuh pada syirik karena memiliki khauf as sirri. Mereka merasa takut karena meyakini akan diganggu jin atau setan jika melewati tempat-tempat yang dianggap ‘berpenghuni’.

Jika disimpulkan, seseorang akan terjatuh pada dosa syirik karena khauf as sirri pada setan dan jin jika memiliki perasaan sebagai berikut;
a. Mengagungkan setan dan jin
b. Merasa rendah kepada jin dan setan
c. Meyakini jin dan setan dapat memberi manfaat atau mudarat secara tidak langsung dan tanpa sebab.

Baca juga: Waspada, 7 Sifat Setan Ini Paling Banyak Ditiru dalam Kehidupan Sehari-hari

2. Khauf Thabi’i

Inilah takut yang menjadi tabiat manusia. Yaitu seseorang merasa takut pada sesuatu yang berbahaya dan dapat mengganggu. Ketakutan ini hukumnya mubah dan pelakunya tidak terjatuh pada dosa syirik. Hal ini dikarenakan, ia tidak meyakini bahwasanya sesuatu yang ditakutinya itu dapat memberi manfaat ataupun mudarat.

Selama ketakutan itu tak disertai dengan keyakinan, maka rasa takut itu hanyalah bagian dari tabiat manusia dan sifat manusia yang lemah. Sudah menjadi perkara lumrah jika seseorang merasa takut saat melewati tempat sunyi, gelap, ataupun yang dianggap angker. Ketakutan itu bukanlah perkara yang dilarang ataupun diharamkan. Tidak pula terjatuh dalam kesyirikan.

Salah satu contoh ketakutan pada jin dan setan karena tabiat, misalnya, seseorang merasa merinding lalu menjauhi tempat yang ia takuti. Ia memilih menghindarinya dan tidak memohon izin, pamit, dan sebagainya. Termasuk merasa takut seandainya melihat setan yang jelek, dikagetkan jin yang usil, dan sebagainya. Hal ini bukanlah termasuk khauf sirr yang dilarang.

Perbedaan takut tabiat dan takut syirik hanyalah tentang keyakinan. Jika seseorang sekadar merasa takut dan tak memiliki keyakinan bahwasanya setan dan jin dapat menyebabkan keburukan padanya tanpa sebab, maka ia selamat dari kesyirikan. Jika seseorang sekadar takut pada setan dan jin tanpa meyakini bahwasanya mereka para makhluk ghaib lebih agung dari manusia, maka ia pun selamat dari kesyirikan. Demikian pula seseorang yang sekadar takut tanpa meyakini bahwasanya manusia lebih rendah dari jin dan setan, maka ia pun selamat dari dosa besar syirik.

Keyakinan yang semestinya dimiliki seorang mukmin ialah; tak ada yang dapat memberikan manfaat ataupun mudarat kecuali Allah. Setan dan jin tidaklah mampu memberikan bahaya dan gangguan kepada manusia, kecuali atas izin Allah.

Baca juga: 10 Dosa yang Dianggap Sepele Suami, Nomor 6 Umum Terjadi

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa dan Bacaan Al Quran...
Doa dan Bacaan Al Quran yang Paling Ditakuti Setan
Kisah Sandal Imam Ahmad...
Kisah Sandal Imam Ahmad yang Ditakuti Jin
Perbedaan Jin, Setan...
Perbedaan Jin, Setan dan Iblis, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Apakah Jin Bisa Tertarik...
Apakah Jin Bisa Tertarik dengan Manusia?
7 Manusia yang Pernah...
7 Manusia yang Pernah Bertarung dengan Jin, Siapa Saja Mereka?
Ketika Rasulullah Diminta...
Ketika Rasulullah Diminta Meramal: Aku Bukan Tukang Tenung
Rekomendasi
Picu Anomali Cuaca,...
Picu Anomali Cuaca, Titik Lemah Magnet Bumi di Atlantik Selatan Semakin Besar
Patahan Bumi Raksasa...
Patahan Bumi Raksasa Tersembunyi Ditemukan di Titik Rawan Gempa
Mendadak Gunung Es Muncul...
Mendadak 'Gunung Es' Muncul di Kazakhstan, Fenomena Apa Ini?
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved