Kurban 1 Kambing Atau Patungan Sapi 7 Orang? Ini Pendapat Gus Baha
Sabtu, 04 Juni 2022 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
Kan secara teori tidak mungkin. Makanya aku tidak mau kurban bareng Rukhin. Nanti ada pengumuman dari Malaikat: "Baha masuk surganya ditunda, karena temannya masih di neraka. Haha repot..."
Beramal tidak perlu berpikir seperti itu, yang penting ikhlas saja. Allah nanti mengaturnya bagaimana terserah. Kalau dituruti nanti barena istri orang, meskipun sama-sama lelakinya ya akan saling menunggu. Karena kelas surganya masuknya beda-beda.
Masak surganya yang saleh dan setengah saleh bareng? Masak yang saleh nunggu 100 tahun karena teman kurbannya di neraka. Paham nggeh? "Tidak perlu berpikir seperti itu," saya bilang begitu. Tapi ini jangan sampai jadi penggalih (dimasukkan dalam hati) ya. Ini omongannya orang nganggur begitu saja. (hehehe)
Cuma menurut Syari'at, lebih baik kambing untuk satu orang daripada 1 sapi untuk 7 orang. Karena tadi bisa menimbulkan egois tadi. Kalau bisa dipanggil Januari ya langsung terbang saja. Kalau jatah masuk surga Desember, iya kalau Desembernya dalam satu tahun, kalau terpaut 100 tahun bagaimana?
Tidak usah terlalu dipikir, kalau mau beramal ya beramal saja! Orang beramal kok diperhitungkan! Saya tidak suka orang amal kok diperhitungkan. Tidak perlu begitu beramal, beramal saja. Entah bagaimana Allah nanti, terserah. Saya berkali-kali didatangi orang. Lama-lama dia mikir.
"Kalau beramal yang ikhlas, nanti Allah gampang. Misalnya surgamu dulu, yang satu masih di neraka, ya nanti oleh Allah dibuatkan kendaraan khusus, lewat duluan nanti diganti Allah. Allah kan kaya gampang kan?"
Kok repot? Misalnya nanti naik sapi terlalu lama, surganya orang alim hafal Qur'an yang ikhlas ya pakai kilat. "Sapinya ambil saja buat kamu Khin, saya berangkat duluan." Hehehe... Sukanya kok repot..!
Surganya orang-orang saleh itu nanti naik kilat, kelamaan kalau naik sapi tidak sampai-sampai. Hehe.. Orang mau beramal kok perhitungan begitu! Kalau beramal ya beramal saja yang ikhlas!
Makanya, menurut Imam Malik dalam Kitab Mizan Kubro, sebagian ulama mensyaratkan tujuh orang (untuk 1 sapi) itu yang berkurban harus satu keluarga. Tujuannya agar tidak membawa istri orang lain. Hehe... Tapi, kata Imam Malik tidak satu keluarga juga tidak apa-apa, kelak biar diatur Allah. Sebenarnya Imam Malik ya bingung juga. Hahaha.." Demikian penjelasan Gus Baha.
Baca Juga: Cara Menabung untuk Kurban Sesuai Syariat
Berikut Tausiyah Gus Baha diunggah Channel "Santri Gayeng" pada 23 Juli 2020:
Beramal tidak perlu berpikir seperti itu, yang penting ikhlas saja. Allah nanti mengaturnya bagaimana terserah. Kalau dituruti nanti barena istri orang, meskipun sama-sama lelakinya ya akan saling menunggu. Karena kelas surganya masuknya beda-beda.
Masak surganya yang saleh dan setengah saleh bareng? Masak yang saleh nunggu 100 tahun karena teman kurbannya di neraka. Paham nggeh? "Tidak perlu berpikir seperti itu," saya bilang begitu. Tapi ini jangan sampai jadi penggalih (dimasukkan dalam hati) ya. Ini omongannya orang nganggur begitu saja. (hehehe)
Cuma menurut Syari'at, lebih baik kambing untuk satu orang daripada 1 sapi untuk 7 orang. Karena tadi bisa menimbulkan egois tadi. Kalau bisa dipanggil Januari ya langsung terbang saja. Kalau jatah masuk surga Desember, iya kalau Desembernya dalam satu tahun, kalau terpaut 100 tahun bagaimana?
Tidak usah terlalu dipikir, kalau mau beramal ya beramal saja! Orang beramal kok diperhitungkan! Saya tidak suka orang amal kok diperhitungkan. Tidak perlu begitu beramal, beramal saja. Entah bagaimana Allah nanti, terserah. Saya berkali-kali didatangi orang. Lama-lama dia mikir.
"Kalau beramal yang ikhlas, nanti Allah gampang. Misalnya surgamu dulu, yang satu masih di neraka, ya nanti oleh Allah dibuatkan kendaraan khusus, lewat duluan nanti diganti Allah. Allah kan kaya gampang kan?"
Kok repot? Misalnya nanti naik sapi terlalu lama, surganya orang alim hafal Qur'an yang ikhlas ya pakai kilat. "Sapinya ambil saja buat kamu Khin, saya berangkat duluan." Hehehe... Sukanya kok repot..!
Surganya orang-orang saleh itu nanti naik kilat, kelamaan kalau naik sapi tidak sampai-sampai. Hehe.. Orang mau beramal kok perhitungan begitu! Kalau beramal ya beramal saja yang ikhlas!
Makanya, menurut Imam Malik dalam Kitab Mizan Kubro, sebagian ulama mensyaratkan tujuh orang (untuk 1 sapi) itu yang berkurban harus satu keluarga. Tujuannya agar tidak membawa istri orang lain. Hehe... Tapi, kata Imam Malik tidak satu keluarga juga tidak apa-apa, kelak biar diatur Allah. Sebenarnya Imam Malik ya bingung juga. Hahaha.." Demikian penjelasan Gus Baha.
Baca Juga: Cara Menabung untuk Kurban Sesuai Syariat
Berikut Tausiyah Gus Baha diunggah Channel "Santri Gayeng" pada 23 Juli 2020:
(rhs)
Lihat Juga :