Ini Alasan Mengapa Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban Diulang 31 Kali
Selasa, 07 Juni 2022 - 11:41 WIB
loading...
Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban diulang 31 kali pada Surat Ar-Rahman bukanlah kebetulan. Di antara hikmahnya adalah agar manusia memperbanyak rasa syukur atas nikmat Allah. Foto/dok myislam
A
A
A
Mengapa Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban diulang 31 kali pada Surat Ar-Rahman? Berikut alasan dan artinya.
Sebagaimana diketahui, ciri khas Surat Ar-Rahman adalah adanya kalimat berulang Fabiayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdziban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?). Allah mengulang ayat ini 31 kali dari 78 ayat yang ada dalam Surat Ar-Rahman.
Surah Ar-Rahman (الرّحْمنن) adalah Surat ke-55 dalam Al-Qur'an dan tergolong surat makkiyah. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukadzzibaan.
Artinya: "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS Ar-Rahman: 13)
Alasan Diulang 31 Kali
Tentu bukan kebetulan apalagi tanpa sengaja Allah mengulang-ulang kalimat tersebut. Di antara hikmah dan alasannya agar kita senantiasa ingat bahwa tidak ada nikmat yang terlepas dari kuasa Allah Ta'ala sehingga kita wajib memperbanyak syukur kepada-Nya.
Dalam tafsir Kemenag dijelaskan, setelah memaparkan nikmat dan anugerah-Nya, Allah kemudian menantang Jin dan manusia. "Wahai manusia dan Jin, nikmat-nikmat Allah begitu banyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Apakah nikmat yang sudah disebutkan ataukah yang lainnya?
Yang dimaksud dengan pendustaan nikmat-nikmat itu adalah kekafiran mereka terhadap Tuhan mereka, karena mempersekutukan tuhan-tuhan mereka dengan Allah.
Seharusnya nikmat-nikmat itu disyukuri, sedangkan syukur artinya menyembah yang memberi nikmat-nikmat kepada mereka. Ayat tersebut diulang-ulang 31 kali untuk memperkuat tentang adanya nikmat dan untuk memperingatkannya. Allah menyebut satu persatu nikmat-nikmat tersebut.
Dia memisahkannya dengan kata-kata memperingati dan memperkuat tentang adanya nikmat-nikmat tersebut. Susunan kata serupa ini banyak terdapat dalam Bahasa Arab.
"Bukankah engkau dahulu miskin, lalu aku menolongmu sehingga berkecukupan? Apakah engkau mengingkarinya?Bukankah engkau dahulu tidak berpakaian, maka aku memberi pakaian; apakah engkau mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu tidak dikenal, maka aku mengangkat derajatmu, lalu engkau menjadi dikenal apakah engkau mengingkarinya?"
Sebagaimana diketahui, ciri khas Surat Ar-Rahman adalah adanya kalimat berulang Fabiayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdziban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?). Allah mengulang ayat ini 31 kali dari 78 ayat yang ada dalam Surat Ar-Rahman.
Surah Ar-Rahman (الرّحْمنن) adalah Surat ke-55 dalam Al-Qur'an dan tergolong surat makkiyah. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukadzzibaan.
Artinya: "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS Ar-Rahman: 13)
Alasan Diulang 31 Kali
Tentu bukan kebetulan apalagi tanpa sengaja Allah mengulang-ulang kalimat tersebut. Di antara hikmah dan alasannya agar kita senantiasa ingat bahwa tidak ada nikmat yang terlepas dari kuasa Allah Ta'ala sehingga kita wajib memperbanyak syukur kepada-Nya.
Dalam tafsir Kemenag dijelaskan, setelah memaparkan nikmat dan anugerah-Nya, Allah kemudian menantang Jin dan manusia. "Wahai manusia dan Jin, nikmat-nikmat Allah begitu banyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Apakah nikmat yang sudah disebutkan ataukah yang lainnya?
Yang dimaksud dengan pendustaan nikmat-nikmat itu adalah kekafiran mereka terhadap Tuhan mereka, karena mempersekutukan tuhan-tuhan mereka dengan Allah.
Seharusnya nikmat-nikmat itu disyukuri, sedangkan syukur artinya menyembah yang memberi nikmat-nikmat kepada mereka. Ayat tersebut diulang-ulang 31 kali untuk memperkuat tentang adanya nikmat dan untuk memperingatkannya. Allah menyebut satu persatu nikmat-nikmat tersebut.
Dia memisahkannya dengan kata-kata memperingati dan memperkuat tentang adanya nikmat-nikmat tersebut. Susunan kata serupa ini banyak terdapat dalam Bahasa Arab.
"Bukankah engkau dahulu miskin, lalu aku menolongmu sehingga berkecukupan? Apakah engkau mengingkarinya?Bukankah engkau dahulu tidak berpakaian, maka aku memberi pakaian; apakah engkau mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu tidak dikenal, maka aku mengangkat derajatmu, lalu engkau menjadi dikenal apakah engkau mengingkarinya?"
Lihat Juga :