Menghina Nabi Muhammad? Simak Pesan Ustaz Budi Ashari Berikut
Kamis, 09 Juni 2022 - 23:01 WIB
loading...
Ustaz Budi Ashari dalam satu kajiannya menukil firman Allah yang isinya menghibur Nabi Muhammad dan orang-orang beriman. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Penodaan agama dengan menghina Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kembali terjadi dan memicu kemarahan negara-negara muslim. Kali ini dilakukan politisi India, Nupur Sharma dalam sebuah debat di stasiun televisi pekan lalu.
Selain mengolok-olok Al-Qur'an dengan menyamakan "bumi itu datar", Sharma juga menghina Nabi Muhammad dengan pernyataan yang melukai umat muslim. Ia melecehkan kehidupan pribadi Rasulullah SAW yang menikahi Sayyidah Aisyah saat masih beliau.
Di tengah hinaan dan cacian kepada Nabi Muhammad dan Al-Qur'an, ada pesan menarik disampaikan Ustaz Budi Ashari dalam satu kajiannya. Beliau menukil firman Allah yang isinya menghibur Nabi Muhammad dan orang-orang beriman.
Dai yang juga pakar sejarah Islam itu menyebutkan bahwa ayat ini adalah "hiburan orang beriman". Berikut penjelasan Ustaz Budi Ashari diunggah Channel Youtube "True Hijrah".
Pentingnya memahami 'izzah. Kalau kita lihat dalam Al-Qur'an, salah satu ayat yang berbicara tentang 'izzah yaitu Surat Yunus Ayat 65. Kemudian Surat Al-Munafiqun Ayat 8.
Artinya: "Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS Yunus Ayat 65)
Surat Al-Munafiqun Ayat 8:
Artinya: "Mereka (orang-orang munafik) berkata, 'Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana." Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui." (QS. Al-Munafiqun: 8)
Pada ayat pertama Surat Yunus Ayat 65, Allah berfirman "Al-Izzah Lillah", sedangkan ayat pada Surat Al-Munafiqun tertulis "Lillaahil 'Izzah". Ayat pertama 'izzah dulu baru Lillaah, sedangkan ayat kedua, Lillaah dulu baru 'izzah.
Allah menyatakan bahwa 'izzah itu milik Allah. Pada ayat di atas, Allah menghibur Nabi Muhammad : "Jangan sedih wahai Muhammad".
Pada ayat kedua (Al-Munafiqun ayat 8), Allah menjawab langsung sikap orang-orang munafik. Mereka menganggap bahwa merekalah yang memiliki 'izzah. Padahal 'izzah itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.
Selain mengolok-olok Al-Qur'an dengan menyamakan "bumi itu datar", Sharma juga menghina Nabi Muhammad dengan pernyataan yang melukai umat muslim. Ia melecehkan kehidupan pribadi Rasulullah SAW yang menikahi Sayyidah Aisyah saat masih beliau.
Di tengah hinaan dan cacian kepada Nabi Muhammad dan Al-Qur'an, ada pesan menarik disampaikan Ustaz Budi Ashari dalam satu kajiannya. Beliau menukil firman Allah yang isinya menghibur Nabi Muhammad dan orang-orang beriman.
Dai yang juga pakar sejarah Islam itu menyebutkan bahwa ayat ini adalah "hiburan orang beriman". Berikut penjelasan Ustaz Budi Ashari diunggah Channel Youtube "True Hijrah".
Pentingnya memahami 'izzah. Kalau kita lihat dalam Al-Qur'an, salah satu ayat yang berbicara tentang 'izzah yaitu Surat Yunus Ayat 65. Kemudian Surat Al-Munafiqun Ayat 8.
وَلَا يَحۡزُنۡكَ قَوۡلُهُمۡۘ اِنَّ الۡعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيۡعًا ؕ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُ
Artinya: "Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS Yunus Ayat 65)
Surat Al-Munafiqun Ayat 8:
يَقُوۡلُوۡنَ لَٮِٕنۡ رَّجَعۡنَاۤ اِلَى الۡمَدِيۡنَةِ لَيُخۡرِجَنَّ الۡاَعَزُّ مِنۡهَا الۡاَذَلَّ ؕ وَلِلّٰهِ الۡعِزَّةُ وَلِرَسُوۡلِهٖ وَلِلۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَلٰـكِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ لَا يَعۡلَمُوۡنَ
Artinya: "Mereka (orang-orang munafik) berkata, 'Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana." Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui." (QS. Al-Munafiqun: 8)
Pada ayat pertama Surat Yunus Ayat 65, Allah berfirman "Al-Izzah Lillah", sedangkan ayat pada Surat Al-Munafiqun tertulis "Lillaahil 'Izzah". Ayat pertama 'izzah dulu baru Lillaah, sedangkan ayat kedua, Lillaah dulu baru 'izzah.
Allah menyatakan bahwa 'izzah itu milik Allah. Pada ayat di atas, Allah menghibur Nabi Muhammad : "Jangan sedih wahai Muhammad".
Pada ayat kedua (Al-Munafiqun ayat 8), Allah menjawab langsung sikap orang-orang munafik. Mereka menganggap bahwa merekalah yang memiliki 'izzah. Padahal 'izzah itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.
Lihat Juga :