Kisah Khalifah Harun Al-Rasyid Angkat Putra Mahkota, Permaisuri Jejalkan Mutiara ke Mulut Penyair
Jum'at, 10 Juni 2022 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Fadl bin Yahya ditunjuk untuk menjadi gubernur wilayah Khurasan, dia sangat royal membagi-bagikan uang kepada prajurit dan juga rakyat kebanyakan. Semua ini dilakukan untuk mendapatkan kesetiaan massa sebanyak mungkin. Dan ketika saatnya dirasa tepat, pada tahun 175 H, Fadl bin Yahya langsung mendeklarasikan baiatnya kepada Al-Amin sebagai putra mahkota di Khurasan.
Ini jelas sebuah langkah yang sangat berani, bahkan bisa dikategorikan sebagai subversif. Sebab deklarasi ini melangkahi wewenang khalifah. Lagi pula, ketika itu usia Al-Amin masih 5 tahun.
Ketika mendengar penyataan Fadl, orang-orang di Khurasan semua mendukungnya. Masyarakat Khuarasan pun segera memberikan bai’atnya kepada Al-Amin. Dalam waktu cepat, berita inipun sampai ke telinga Harun Al-Rasyid. Dan menariknya, ketika mendengar langkah yang cukup berani tersebut, Harun Al-Rasyid tidak marah. Sebaliknya, dia justru mendukung langkah politik Yahya dengan secara resmi mengangkat Al-Amin sebagai putra mahkota.
Harun pun langsung menggelar acara resmi pelantikan putra mahkota dan menyebar luaskan berita gembira ini ke seluruh negeri. Adapun yang paling merasa gembira dengan pelantikan ini tidak lain adalah Zubaidah bin Ja’fah Al-Manshur.
Sebagaimana dikisahkan As-Suyuthi, pada saat Al-Amin dinobatkan sebagai putra mahkota, seorang penyair bernama Salm Al-Khasir melantunkan syair yang membuat Zubaidah menjejali mulutnya dengan butiran mutiara. Belakangan, Salm Al-Khasir menjual mutiara tersebut dengan harga 1000 dinar.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Taklukkan Konstantinopel, Harun Al-Rasyid Jadi Bintang Abbasiyah
Ini jelas sebuah langkah yang sangat berani, bahkan bisa dikategorikan sebagai subversif. Sebab deklarasi ini melangkahi wewenang khalifah. Lagi pula, ketika itu usia Al-Amin masih 5 tahun.
Ketika mendengar penyataan Fadl, orang-orang di Khurasan semua mendukungnya. Masyarakat Khuarasan pun segera memberikan bai’atnya kepada Al-Amin. Dalam waktu cepat, berita inipun sampai ke telinga Harun Al-Rasyid. Dan menariknya, ketika mendengar langkah yang cukup berani tersebut, Harun Al-Rasyid tidak marah. Sebaliknya, dia justru mendukung langkah politik Yahya dengan secara resmi mengangkat Al-Amin sebagai putra mahkota.
Harun pun langsung menggelar acara resmi pelantikan putra mahkota dan menyebar luaskan berita gembira ini ke seluruh negeri. Adapun yang paling merasa gembira dengan pelantikan ini tidak lain adalah Zubaidah bin Ja’fah Al-Manshur.
Sebagaimana dikisahkan As-Suyuthi, pada saat Al-Amin dinobatkan sebagai putra mahkota, seorang penyair bernama Salm Al-Khasir melantunkan syair yang membuat Zubaidah menjejali mulutnya dengan butiran mutiara. Belakangan, Salm Al-Khasir menjual mutiara tersebut dengan harga 1000 dinar.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Taklukkan Konstantinopel, Harun Al-Rasyid Jadi Bintang Abbasiyah
(mhy)
Lihat Juga :