Hukum Berkurban untuk Orang Tua Menurut Gus Baha

Selasa, 14 Juni 2022 - 08:15 WIB
loading...
Hukum Berkurban untuk...
Hukum berkurban untuk orang tua menurut Gus Baha boleh-boleh saja, namun ulama berbeda pendapat tentang pahalanya apakah sampai atau tidak kepada si mayit. Foto/Ist
A A A
Hukum berkurban untuk orang tua menurut Gus Baha boleh-boleh saja. Ini sama seperti hukum haji bagi orang tua digantikan oleh anaknya.

Pertanyaannya, apakah pahala kurbannya sampai kepada orang tua, ini terjadi khilaf (perbedaan pendapat) di kalangan ulama. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan ulama ahli tafsir Al-Qur'an Gus Baha berikut.

Gus Baha menerangkan hukum berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal dalam satu kajian bertema "Berkurban dalam Perspektif Kesehatan" yang diunggah Channel Sirah Ulama 2020 lalu.

Berikut Penjelasannya:

"Dulu ada sahabat bertanya: 'Ya Rasulullah orang tua saya sudah tua, beliau ingin haji. Tapi kalau haji tidak bisa karena sudah tidak bisa berkendara unta.' Rasulullah menjawab: "Ya sudah kamu saja yang haji sebagai ganti bapak kamu."

Dari dulu Islam memang ada beberapa amalan bisa diamali untuk orang lain. Kurban juga begitu. Biasanya anak-anak yang sholeh itu merasa dulu bapaknya miskin tidak mampu kurban, tidak mampu aqiqah. Terus si anak melakukan itu untuk bapaknya.

Memang jadi perdebatan ulama, "Apakah mayit ini mendapatkan pahalanya tidak?" Jawabannya begini, kalau mayit itu orang saleh dapat. Tapi kalau tidak saleh kemungkinan dapat kecil.

Misalnya ada mayit ketika zaman hidup, anti pati ngamal. "Kok enak uangku yang hilang, orang lain nyate". Dia mentalnya mental kikir. Kemudian si anak saleh berkurban untuk bapaknya. Lah yang seperti ini ada potensi tidak sampai, karena dia tidak punya niat.

Itu beda dengan orang yang zaman hidup memang ingin kurban tapi tidak mampu. Maka, inilah pentingnya mengamalkan Hadis "innamal a'malu binniyat" itu. Amal itu tergantung niatnya.

Dalam banyak syarah, dijelaskan kenapa orang mukmin masuk surga selama-lamanya padahal dia jadi mukmin hanya 80 tahun. Kan kita rata-rata hidup di dunia sekitar 80 tahun. Karena dia berkomitmen, andaikan hidup 1000 tahun ya tetap mukmin. Setiap orang sholeh perasaannya sama, andakan kita hidup 2000 tahun ya tetap seperti ini kan? Tetap shalat dan lain-lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Keutamaan Ibadah Kurban:...
Keutamaan Ibadah Kurban: Pahalanya Tak Terhitung
Iduladha: Napak Tilas...
Iduladha: Napak Tilas Cinta dan Ketaatan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As
Niat Kurban untuk Orang...
Niat Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal, Memang Boleh?
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
Ibadah Haji dan Iduladha...
Ibadah Haji dan Iduladha : Apakah Keduanya Saling Berkaitan?
Rekomendasi
Kerak Bumi Terdeteksi...
Kerak Bumi Terdeteksi Terus-menerus Menurun, Ini Dampaknya
Benua Australia dan...
Benua Australia dan Asia Diklaim Ilmuwan Bakal Bertabrakan
Deretan Ilmuwan Penemu...
Deretan Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Hukum Nikah Beda Agama...
Hukum Nikah Beda Agama Tidak Sah Menurut Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved