Kisah Nabi Musa dan Lelaki Fasik yang Dicintai Allah
Sabtu, 18 Juni 2022 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Allah memberi wahyu kepada Nabi Musa. "Hai Musa! Pergilah ke padang luas ini dan tempat ini. Di sana ada seorang kekasih-Ku yang meninggal dari kalangan para kekasih-Ku. Mandikan ia, kafani ia dan sholati ia!"
Ketika Nabi Musa sampai di tempat yang diwahyukan, beliau melihat laki-laki fasik yang pernah diusirnya dari kota dan dari desa. Nabi Musa juga melihat para bidadari menangisinya.
Kemudian Nabi Musa berkata: "Ya Allah! Bukankah ia adalah laki-laki fasik yang aku usir dari kota sesuai perintah-Mu?" Allah menjawab: "Iya! Hai Musa! Tetapi aku telah mengasihinya dan mengampuni dosa-dosanya sebab rintihannya saat sakit, dan sebab terpisahnya ia dari tempat tinggal, kedua orang tua, anak- anak dan istri. Kemudian Aku mengutus para bidadari yang menjelma menjadi ibunya dan malaikat yang menjelma menjadi ayahnya karena mengasihi betapa hinanya dirinya dalam keasingannya. Sesaat ketika laki-laki terasing itu mati, para penduduk langit dan bumi menangisinya karena kasihan dengannya."
"Lantas pantaskah Aku tidak mengasihinya padahal Aku adalah Dzat Yang Paling Mengasihi?"
Subhanallah, betapa luasnya rahmat Allah. Kisah ini mengajarkan kita agar tidak sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah.
Syaikh Muhammad Ushfury menukil salah satu Hadis Nabi:
عن ابن مسعود رضي الله تعالى عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الفاجر الراجي رحمة الله تعالى أقرب إلى الله تعالى من العابد المقنط
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Pelaku dosa yang mengharap rahmat Allah lebih dekat kepada Allah daripada ahli ibadah yang memutus rahmat".
Baca Juga: Kisah Tobat Pembunuh 100 Orang yang Bikin Malaikat Berselisih
Ketika Nabi Musa sampai di tempat yang diwahyukan, beliau melihat laki-laki fasik yang pernah diusirnya dari kota dan dari desa. Nabi Musa juga melihat para bidadari menangisinya.
Kemudian Nabi Musa berkata: "Ya Allah! Bukankah ia adalah laki-laki fasik yang aku usir dari kota sesuai perintah-Mu?" Allah menjawab: "Iya! Hai Musa! Tetapi aku telah mengasihinya dan mengampuni dosa-dosanya sebab rintihannya saat sakit, dan sebab terpisahnya ia dari tempat tinggal, kedua orang tua, anak- anak dan istri. Kemudian Aku mengutus para bidadari yang menjelma menjadi ibunya dan malaikat yang menjelma menjadi ayahnya karena mengasihi betapa hinanya dirinya dalam keasingannya. Sesaat ketika laki-laki terasing itu mati, para penduduk langit dan bumi menangisinya karena kasihan dengannya."
"Lantas pantaskah Aku tidak mengasihinya padahal Aku adalah Dzat Yang Paling Mengasihi?"
Subhanallah, betapa luasnya rahmat Allah. Kisah ini mengajarkan kita agar tidak sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah.
Syaikh Muhammad Ushfury menukil salah satu Hadis Nabi:
عن ابن مسعود رضي الله تعالى عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الفاجر الراجي رحمة الله تعالى أقرب إلى الله تعالى من العابد المقنط
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Pelaku dosa yang mengharap rahmat Allah lebih dekat kepada Allah daripada ahli ibadah yang memutus rahmat".
Baca Juga: Kisah Tobat Pembunuh 100 Orang yang Bikin Malaikat Berselisih
(rhs)
Lihat Juga :