Mengapa Perlu Melakukan Muhasabah Iman? Ini penjelasannya
Kamis, 30 Juni 2022 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Termasuk dalam muhasabah iman adalah kita berupaya mengumpulkan banyak amal ibadah agar kelak kita mencapai husnul khatimah. Mengucapkan kalimat "la ilaha ilallah" di akhir hidup kita itu menandakan kita beriman dan merupakan anugerah besar dari Allah.
Baca juga: 5 Akhlak Dasar yang Wajib Dimiliki Seorang Muslim, Nomor 1 Sangat Gampang Dilakukan
Ketika mampu mengucapkannya, Allah akan melapangkan kubur dan mengembalikan kita ke tempat kembali yang diridai Allah, yakni surga.
Allah berfirman :
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim, dan Allah berbuat apa yang Ia kehendaki.” (QS Ibrahim: 27)
Menurut para ulama, iman itu terbagi menjadi dua. Pertama, iman yang didustakan oleh Allah. Iman seperti ini tidak akan memberikan keteguhan hati dan lisan seorang hamba di akhir kehidupannya. Kedua, iman yang diterima oleh Allah. Yakni Allah akan menjadikannya mampu mengucapkan kalimat "la ilaha ilallah" di akhir hidupnya.
Jadi, menjadi penting bagi kita untuk memastikan iman kita. Apakah diterima dan dibenarkan oleh Allah atau tidak. Hendaknya kita mengevaluasi kembali proses keimanan kita. Memastikan pula bahwa keimanan kita merupakan iman yang kukuh tidak tergoyahkan dengan kilau dosa dan tidak menggadaikan keimanan dengan banyaknya maksiat dan dosa.
Baca juga: Penjelasan Dalil Al-Qur'an dan Hadis Tentang Kewajiban Suami Menafkahi Keluarga
Wallahu'alam
Baca juga: 5 Akhlak Dasar yang Wajib Dimiliki Seorang Muslim, Nomor 1 Sangat Gampang Dilakukan
Ketika mampu mengucapkannya, Allah akan melapangkan kubur dan mengembalikan kita ke tempat kembali yang diridai Allah, yakni surga.
Allah berfirman :
يُثَبِّتُ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا بِالۡقَوۡلِ الثَّابِتِ فِى الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا وَفِى الۡاٰخِرَةِ ۚ وَيُضِلُّ اللّٰهُ الظّٰلِمِيۡنَ ۙ وَيَفۡعَلُ اللّٰهُ مَا يَشَآءُ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim, dan Allah berbuat apa yang Ia kehendaki.” (QS Ibrahim: 27)
Menurut para ulama, iman itu terbagi menjadi dua. Pertama, iman yang didustakan oleh Allah. Iman seperti ini tidak akan memberikan keteguhan hati dan lisan seorang hamba di akhir kehidupannya. Kedua, iman yang diterima oleh Allah. Yakni Allah akan menjadikannya mampu mengucapkan kalimat "la ilaha ilallah" di akhir hidupnya.
Jadi, menjadi penting bagi kita untuk memastikan iman kita. Apakah diterima dan dibenarkan oleh Allah atau tidak. Hendaknya kita mengevaluasi kembali proses keimanan kita. Memastikan pula bahwa keimanan kita merupakan iman yang kukuh tidak tergoyahkan dengan kilau dosa dan tidak menggadaikan keimanan dengan banyaknya maksiat dan dosa.
Baca juga: Penjelasan Dalil Al-Qur'an dan Hadis Tentang Kewajiban Suami Menafkahi Keluarga
Wallahu'alam
(wid)
Lihat Juga :