2 Hadis Dhaif tentang Kurban Menurut Al-Albani
Sabtu, 02 Juli 2022 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Hadis dhaif kedua berbunyi: "Domba berumur satu tahun boleh dijadikan kurban."
"Hadis ini dha'if," tutur Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani lagi. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah II/275, Baihaqi dan Imam Ahmad dari sanad Muhammad bin Abu Yahya, dari ibunya, dari Ummu Bilal binti Hilal, dari ayahnya.
Sanad tersebut sangat lemah karena Ummu Muhammad dan Ummu Bilal adalah majhul (asing). Demikian yang dinyatakan oleh Ibnu Hazem dalam al-Muhalla VII/365.
Pernyataan Ibnu Hazem tersebut ditanggapi oleh ad-Dumairi dengan menyatakan, "Ibnu Hazem benar dalam mendha'ifkan Ummu Muhammad. Namun dalam menilai dha'if terhadap Ummu Bilal ia salah, sebab Ummu Bilal dikenal di kalangan sahabat seperti disebutkan oleh Ibnu Mundih dan Abu Naim serta Ibnu Abdil Bar."
"Menurut saya, yang benar adalah Ibnu Hazem, sebab Ummu Bilal tidak dikenal kecuali dalam riwayat ini. Di samping itu, tidak ada kejelasan bahwa dia telah bergaul dengan sahabat. Jadi dalam sanadnya ada kemajhulan," ujar Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani.
Ringkasnya, ujar Syaikh al-Albani, hadis riwayat di atas tidak sahih. Adapun hadis yang diriwayatkan oleh Nasa'i dan Hakim serta Imam Ahmad dari sanad Ashim, dari ayahnya, dari sanad Jabir bin Abdilah ra yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, adalah sahih. Karena itu, hendaknya kita mengamalkan hadis yang lebih sahih dalam bab ini.
Baca juga: Amalan di Bulan Syawal Berdasar Hadis Sahih, Dhaif, dan Palsu
"Hadis ini dha'if," tutur Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani lagi. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah II/275, Baihaqi dan Imam Ahmad dari sanad Muhammad bin Abu Yahya, dari ibunya, dari Ummu Bilal binti Hilal, dari ayahnya.
Sanad tersebut sangat lemah karena Ummu Muhammad dan Ummu Bilal adalah majhul (asing). Demikian yang dinyatakan oleh Ibnu Hazem dalam al-Muhalla VII/365.
Pernyataan Ibnu Hazem tersebut ditanggapi oleh ad-Dumairi dengan menyatakan, "Ibnu Hazem benar dalam mendha'ifkan Ummu Muhammad. Namun dalam menilai dha'if terhadap Ummu Bilal ia salah, sebab Ummu Bilal dikenal di kalangan sahabat seperti disebutkan oleh Ibnu Mundih dan Abu Naim serta Ibnu Abdil Bar."
"Menurut saya, yang benar adalah Ibnu Hazem, sebab Ummu Bilal tidak dikenal kecuali dalam riwayat ini. Di samping itu, tidak ada kejelasan bahwa dia telah bergaul dengan sahabat. Jadi dalam sanadnya ada kemajhulan," ujar Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani.
Ringkasnya, ujar Syaikh al-Albani, hadis riwayat di atas tidak sahih. Adapun hadis yang diriwayatkan oleh Nasa'i dan Hakim serta Imam Ahmad dari sanad Ashim, dari ayahnya, dari sanad Jabir bin Abdilah ra yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, adalah sahih. Karena itu, hendaknya kita mengamalkan hadis yang lebih sahih dalam bab ini.
Baca juga: Amalan di Bulan Syawal Berdasar Hadis Sahih, Dhaif, dan Palsu
(mhy)
Lihat Juga :