Hindun binti 'Utbah : Sosok Muslimah Pemberani, Cerdas dan Konsisten pada Janji
Rabu, 06 Juli 2022 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Hindun tetap mempertahankan kesyirikannya selama lebih dari 20 tahun sampai Allah Subhanahu wa ta'ala membuka pintu hatinya untuk menerima Islam saat peristiwa pembebasan kota Makkah.
Baca juga: Hukum Wanita Haid Berwudhu Sebelum Tidur
‘Aisyah radhiyallahu'anha menuturkan, Hindun datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata,
“Wahai Rasulullah, demi Allah, selama ini tidak ada golongan di dunia ini yang paling aku harapkan agar Allah membinasakannya daripada golonganmu. Tetapi, hari ini, tidak ada golongan di dunia ini yang paling aku harapkan agar Allah memuliakannya, daripada golonganmu.” Rasulullah SAW membalas, “Begitu juga aku. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya.” (HR Muslim)
Kepribadian dan Pelajaran Hidup dari Hindun binti 'Utbah
Kepribadian Hindun binti ‘Utbah sangat jarang dimiliki perempuan lain. Ketika hidayah datang kepadanya, dia langsung dapat memupus noda-noda jahiliyahnya. Hatinya luluh. Dia tampil sebagai sosok sahabat perempuan yang sangat istimewa. Allah Ta'ala membersihkan jiwanya dari kedengkian dan kebencian serta menyingkap pikirannya dari tabir jahiliyah. Sesaat setelah menyatakan masuk Islam, dia langsung mengambil palu dan menghancurkan berhala yang ada di dalam rumahnya sampai hancur berkeping-keping seraya berkata, “Selama ini, kami terpedaya olehmu.”
Setelah masuk Islam, Hindun binti ‘Utbah berubah menjadi seorang ahli ibadah, rajin shalat malam dan berpuasa. Ia sangat konsisten dengan status barunya (muslimah) sampai tiba saat yang membawa kegelapan bagi seluruh bumi ini, yaitu saat Rasulullah SAW wafat.
Hindun sangat terpukul karena merasa terlalu lama dirinya memusuhi Rasulullah SAW dan baru menerima Islam beberapa saat yang lalu. Namun demikian, Hindun tetap mempertahankan keislamannya dengan baik. Setelah Rasulullah SAW wafat, dia tetap menjadi ahli ibadah dan menjaga janji setia yang pernah diucapkannya di hadapan Rasulullah SAW saat baiat di atas bukit Shafa.
Pelajaran Hidup dari Hindun binti 'Utbah Hindun binti Utbah merupakan anak dari pasangan Utbah bin Rabi’ah salah satu pemuka Quraisy dan Safiya binti Umayya. Ia terkenal sebagai perempuan yang mulia, cerdas dan bijak di kalangan kaum Quraisy. Dari kisahnya itu, ada dua pelajaran yang bisa dipetik dan diteladani muslimah.
Kisah pertama ialah pernikahannya dengan Abu Sofyan. Ketika ia hendak menikah dengan Abu Sufyan, ia dihadapkan dengan dua pilihan. Pilihan pertama adalah seorang lelaki yang berasal dari kalangan keluarga terhormat namun mudah dipengaruhi yang tidak akan meninggalkan Hindun apapun yang Hindun akan lakukan, dan pilihan kedua adalah sorang lelaki yang terhormat, cerdas, dan berwibawa.
Baca juga: Hukum Wanita Haid Berwudhu Sebelum Tidur
‘Aisyah radhiyallahu'anha menuturkan, Hindun datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata,
“Wahai Rasulullah, demi Allah, selama ini tidak ada golongan di dunia ini yang paling aku harapkan agar Allah membinasakannya daripada golonganmu. Tetapi, hari ini, tidak ada golongan di dunia ini yang paling aku harapkan agar Allah memuliakannya, daripada golonganmu.” Rasulullah SAW membalas, “Begitu juga aku. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya.” (HR Muslim)
Kepribadian dan Pelajaran Hidup dari Hindun binti 'Utbah
Kepribadian Hindun binti ‘Utbah sangat jarang dimiliki perempuan lain. Ketika hidayah datang kepadanya, dia langsung dapat memupus noda-noda jahiliyahnya. Hatinya luluh. Dia tampil sebagai sosok sahabat perempuan yang sangat istimewa. Allah Ta'ala membersihkan jiwanya dari kedengkian dan kebencian serta menyingkap pikirannya dari tabir jahiliyah. Sesaat setelah menyatakan masuk Islam, dia langsung mengambil palu dan menghancurkan berhala yang ada di dalam rumahnya sampai hancur berkeping-keping seraya berkata, “Selama ini, kami terpedaya olehmu.”
Setelah masuk Islam, Hindun binti ‘Utbah berubah menjadi seorang ahli ibadah, rajin shalat malam dan berpuasa. Ia sangat konsisten dengan status barunya (muslimah) sampai tiba saat yang membawa kegelapan bagi seluruh bumi ini, yaitu saat Rasulullah SAW wafat.
Hindun sangat terpukul karena merasa terlalu lama dirinya memusuhi Rasulullah SAW dan baru menerima Islam beberapa saat yang lalu. Namun demikian, Hindun tetap mempertahankan keislamannya dengan baik. Setelah Rasulullah SAW wafat, dia tetap menjadi ahli ibadah dan menjaga janji setia yang pernah diucapkannya di hadapan Rasulullah SAW saat baiat di atas bukit Shafa.
Pelajaran Hidup dari Hindun binti 'Utbah Hindun binti Utbah merupakan anak dari pasangan Utbah bin Rabi’ah salah satu pemuka Quraisy dan Safiya binti Umayya. Ia terkenal sebagai perempuan yang mulia, cerdas dan bijak di kalangan kaum Quraisy. Dari kisahnya itu, ada dua pelajaran yang bisa dipetik dan diteladani muslimah.
Kisah pertama ialah pernikahannya dengan Abu Sofyan. Ketika ia hendak menikah dengan Abu Sufyan, ia dihadapkan dengan dua pilihan. Pilihan pertama adalah seorang lelaki yang berasal dari kalangan keluarga terhormat namun mudah dipengaruhi yang tidak akan meninggalkan Hindun apapun yang Hindun akan lakukan, dan pilihan kedua adalah sorang lelaki yang terhormat, cerdas, dan berwibawa.
Lihat Juga :