Berpenampilan Terbaik Saat Shalat Ied, Muslimah Harus Memperhatikan Syarat-syarat Ini
Sabtu, 09 Juli 2022 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Berpenampilan terbaik perempuan muslimah tanpa tabarruj dan tanpa memakai parfum, bisa dianalogikan seorang siswi yang hendak pergi sekolah. Anak sekolah diwajibkan berseragam ke sekolah. Apakah para siswi jadi tampak kucel bila tidak berdandan? Tentu saja tidak. Dengan mengenakan pakaian yang bersih, sudah diseterika (tidak kusut), dan berjilbab dengan rapi, para siswi tersebut sudah disebut berpakaian dengan baik. Untuk berpakaian dengan baik, mereka tidak perlu menambahkan manik-manik atau payet di bajunya. Mereka juga tidak perlu merias wajahnya dengan berbagai make up.
Baca juga: Amalan Sunnah Bagi Muslimah saat Melaksanakan Shalat Idul Adha
Demikian pula perempuan muslimah ketika hari raya. Hendaklah mereka mengenakan pakaian yang bersih, sudah diseterika (tidak kusut), dan tidak apek. Dengan berpenampilan demikian, mereka telah menaati Allah dan Rasul-Nya lewat dua cara: tajammul (berpenampilan terbaik) ketika hari raya dan tidak bertabarruj (tidak berdandan di hadapan lelaki yang bukan mahram).
Karena itu, meskipun berhias dan memakai pakaian baru pada hari raya disunahkan, jangan sampai muslimah terjebak pada sifat boros dan berlebihan dalam berpakaian atau berdandan. Tidak boleh pula kita mengabaikan kriteria pakaian syar’i yang telah ditetapkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah sehingga mengakibatkan “aurat” kita tidak terjaga. Atau berpakaian terlalu ketat. Atau juga terlalu mencolok dan menarik perhatian banyak orang.
Satu hal lagi, ketika muslimah hendak keluar rumah untuk shalat Ied, janganlah memakai parfum atau wangi-wangian. Sebuah dalil menyatakan:
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Di dalam hadis ini dijelaskan bahwa perempuan yang menggunakan parfum seperti seorang pelacur. Hal ini dikarenakan wewangian yang dimaksud adalah wewangian yang sengaja dibuat untuk mengundang perhatian dan syahwat laki-laki. Hal ini tentu saja dilarang.
Parfum memang bisa memancing jika perempuan memang sengaja memakainya. Selain itu ada juga bau-bauan atau harum-haruman yang memang disengaja untuk menarik perhatian.
Baca juga: Hikmah Haji : Semua Sama Kedudukannya di Hadapan Allah
Wallahu A'lam
Baca juga: Amalan Sunnah Bagi Muslimah saat Melaksanakan Shalat Idul Adha
Demikian pula perempuan muslimah ketika hari raya. Hendaklah mereka mengenakan pakaian yang bersih, sudah diseterika (tidak kusut), dan tidak apek. Dengan berpenampilan demikian, mereka telah menaati Allah dan Rasul-Nya lewat dua cara: tajammul (berpenampilan terbaik) ketika hari raya dan tidak bertabarruj (tidak berdandan di hadapan lelaki yang bukan mahram).
Karena itu, meskipun berhias dan memakai pakaian baru pada hari raya disunahkan, jangan sampai muslimah terjebak pada sifat boros dan berlebihan dalam berpakaian atau berdandan. Tidak boleh pula kita mengabaikan kriteria pakaian syar’i yang telah ditetapkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah sehingga mengakibatkan “aurat” kita tidak terjaga. Atau berpakaian terlalu ketat. Atau juga terlalu mencolok dan menarik perhatian banyak orang.
Satu hal lagi, ketika muslimah hendak keluar rumah untuk shalat Ied, janganlah memakai parfum atau wangi-wangian. Sebuah dalil menyatakan:
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Di dalam hadis ini dijelaskan bahwa perempuan yang menggunakan parfum seperti seorang pelacur. Hal ini dikarenakan wewangian yang dimaksud adalah wewangian yang sengaja dibuat untuk mengundang perhatian dan syahwat laki-laki. Hal ini tentu saja dilarang.
Parfum memang bisa memancing jika perempuan memang sengaja memakainya. Selain itu ada juga bau-bauan atau harum-haruman yang memang disengaja untuk menarik perhatian.
Baca juga: Hikmah Haji : Semua Sama Kedudukannya di Hadapan Allah
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :