Sudah Mabrurkah Haji Anda? Mari Kita Teliti Kembali Niat dan Pakaian Ihram
Senin, 11 Juli 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Sebab ibadah haji adalah simbol dari kematian. Haji adalah simbol kepulangan manusia menuju Zat Yang Maha Mutlak yang tidak memiliki keterbatasan. Dan pada saat kematian tiba, tidak ada yang bisa dibanggakan sebagai bekal menuju Tuhan, kecuali iman dan amal saleh.
Baca juga: Kemenag Sebut Ibadah Haji Tahun Ini Merupakan Haji Akbar
Pakaian ihram yang berwarna putih (bersih) adalah mengajarkan kepada umat manusia untuk mengubur pandangan yang mengukur keunggulan manusia dari kedudukan, pangkat, status sosial, dan keturunan. Pakaian ihram adalah simbol egalitarianisme bahwa manusia tidak dipandang dari pangkat, kedudukan dan superioritas lainnya, melainkan dilihat dari tingkat ketakwaannya.
Allah Taala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya: Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. ( QS AlHujurat [49] : 13).
Dengan memakai pakaian ihram yang berwarna putih yang berarti suci, maka harus berniat dengan sungguh-sungguh untuk memakai pakaian kejujuran, kerendahan hati, kesucian jiwa, dan keikhlasan hanya karena Allah.
Menurut Ali Syariati, ketika di Miqat berperanlah sebagai manusia yang sesungguhnya, tanggalkan pakaian yang berbentuk (a) serigala (yang melambangkan kekejaman dan penindasan); (b) tikus yang melambangkan (kelicikan); (c) anjing (yang melambangkan tipu daya); (d) domba (yang melambangkan penghampaan).
Baca juga: Perbedaan Antara Rukun Haji dan Wajib Haji
Sedangkan M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan al-Qur’an" menambahkan setelah mengenakan pakaian ihram, maka sejumlah larangan pun harus diindahkan, tidak menyakiti binatang, membunuh, menumpakan darah, dan mencabut pepohonan.
"Dengan demikian, manusia harus berfungsi untuk memelihara makhluk-makhluk Tuhan. Dilarang juga memakai wangi-wangian, bercumbu, menikah dan berhias, karena manusia bukan materi semata-mata," ujarnya.
Dan hiasan yang dinilai Tuhan adalah hiasan rohani. Tinggalkan semua yang dilarang dan yang menghalangi untuk mengingat kepada Allah. Dalam keadaan demikianlah sambil mengucapkan talbiyah “Labbaika Allahumma labbaik labbaik la syarikalah innal hamda wannikmata laka wal mulk”
Baca juga: Kemenag Sebut Ibadah Haji Tahun Ini Merupakan Haji Akbar
Pakaian ihram yang berwarna putih (bersih) adalah mengajarkan kepada umat manusia untuk mengubur pandangan yang mengukur keunggulan manusia dari kedudukan, pangkat, status sosial, dan keturunan. Pakaian ihram adalah simbol egalitarianisme bahwa manusia tidak dipandang dari pangkat, kedudukan dan superioritas lainnya, melainkan dilihat dari tingkat ketakwaannya.
Allah Taala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya: Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. ( QS AlHujurat [49] : 13).
Dengan memakai pakaian ihram yang berwarna putih yang berarti suci, maka harus berniat dengan sungguh-sungguh untuk memakai pakaian kejujuran, kerendahan hati, kesucian jiwa, dan keikhlasan hanya karena Allah.
Menurut Ali Syariati, ketika di Miqat berperanlah sebagai manusia yang sesungguhnya, tanggalkan pakaian yang berbentuk (a) serigala (yang melambangkan kekejaman dan penindasan); (b) tikus yang melambangkan (kelicikan); (c) anjing (yang melambangkan tipu daya); (d) domba (yang melambangkan penghampaan).
Baca juga: Perbedaan Antara Rukun Haji dan Wajib Haji
Sedangkan M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan al-Qur’an" menambahkan setelah mengenakan pakaian ihram, maka sejumlah larangan pun harus diindahkan, tidak menyakiti binatang, membunuh, menumpakan darah, dan mencabut pepohonan.
"Dengan demikian, manusia harus berfungsi untuk memelihara makhluk-makhluk Tuhan. Dilarang juga memakai wangi-wangian, bercumbu, menikah dan berhias, karena manusia bukan materi semata-mata," ujarnya.
Dan hiasan yang dinilai Tuhan adalah hiasan rohani. Tinggalkan semua yang dilarang dan yang menghalangi untuk mengingat kepada Allah. Dalam keadaan demikianlah sambil mengucapkan talbiyah “Labbaika Allahumma labbaik labbaik la syarikalah innal hamda wannikmata laka wal mulk”
(mhy)
Lihat Juga :