5 Tahapan Kehidupan Menurut Al-Qur'an, Akhirat Ujung dari Semuanya
Selasa, 12 Juli 2022 - 19:39 WIB
loading...
Manusia itu mengalami lima tahapan kehidupan: Tahapan ketidakadaan, tahapan di alam rahim, alam dunia, alam barzakh, dan kemudian alam akhirat. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memulai pembicaraan tentang hari akhir dan akidah Ahlussunnah mengenai hari akhir, beliau berkata: "Dan termasuk beriman dengan hari akhir adalah beriman dengan segala sesuatu yang Nabi SAW kabarkan tentang apa yang terjadi setelah mati."
Hukum beriman kepada hari akhir adalah wajib dan kedudukannya dalam agama adalah merupakan salah satu rukun iman yang enam. Sering sekali Allah SWT menggabungkan antara iman kepada Allah SAW dengan beriman dengan hari akhir, iman dengan awal kehidupan dan iman dengan tempat kembali. Karena barangsiapa yang tidak beriman dengan hari akhir maka dia tidak mungkin beriman kepada Allah taala.
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman dengan hari akhir niscaya dia tidak akan beramal. Karena tidaklah seseorang itu beramal melainkan karena dia berharap akan kemuliaan hari akhir dan karena takut azab dan siksaan, kalau dia tidak beriman dengan hari akhir maka dia menjadi seperti orang yang Allah SWT kisahkan :
“Dan mereka berkata : "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa." ( QS AlJatsiyah : 24)
Baca juga: Bukti-Bukti Keniscayaan Hari Akhir Menurut Al-Qur'an
AsySyaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin dalam bukunya berjudul "Ada Apa Setelah Kematian, Menelusuri Kejadian-kejadian di Hari Kiamat" mengatakan dinamakan dengan hari akhir karena sudah tidak ada hari lagi sesudahnya dan ini adalah tahapan akhir yang dialami manusia.
Menurutnya, manusia itu mengalami lima tahapan kehidupan: Tahapan ketidakadaan, tahapan di alam rahim, alam dunia, alam barzakh, dan kemudian alam akhirat.
1. Tahapan ketiadaan adalah sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allah taala:
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” ( QS AlInsan :1)
Allah SWT juga berfirman:
Hukum beriman kepada hari akhir adalah wajib dan kedudukannya dalam agama adalah merupakan salah satu rukun iman yang enam. Sering sekali Allah SWT menggabungkan antara iman kepada Allah SAW dengan beriman dengan hari akhir, iman dengan awal kehidupan dan iman dengan tempat kembali. Karena barangsiapa yang tidak beriman dengan hari akhir maka dia tidak mungkin beriman kepada Allah taala.
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman dengan hari akhir niscaya dia tidak akan beramal. Karena tidaklah seseorang itu beramal melainkan karena dia berharap akan kemuliaan hari akhir dan karena takut azab dan siksaan, kalau dia tidak beriman dengan hari akhir maka dia menjadi seperti orang yang Allah SWT kisahkan :
“Dan mereka berkata : "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa." ( QS AlJatsiyah : 24)
Baca juga: Bukti-Bukti Keniscayaan Hari Akhir Menurut Al-Qur'an
AsySyaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin dalam bukunya berjudul "Ada Apa Setelah Kematian, Menelusuri Kejadian-kejadian di Hari Kiamat" mengatakan dinamakan dengan hari akhir karena sudah tidak ada hari lagi sesudahnya dan ini adalah tahapan akhir yang dialami manusia.
Menurutnya, manusia itu mengalami lima tahapan kehidupan: Tahapan ketidakadaan, tahapan di alam rahim, alam dunia, alam barzakh, dan kemudian alam akhirat.
1. Tahapan ketiadaan adalah sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allah taala:
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” ( QS AlInsan :1)
Allah SWT juga berfirman:
Lihat Juga :