Lelaki Badui Bertanya Kapan Kiamat Terjadi? Ini Jawaban Rasulullah SAW
Senin, 18 Juli 2022 - 21:56 WIB
loading...
Banyak riwayat menjelaskan tentang tanda-tanda terjadinya Hari Kiamat. Pada satu kesempatan, Rasulullah SAW memberi jawaban yang indah ketika seorang Arab Baudi bertanya tentang kapan terjadi Kiamat. Foto/ilustrasi
A
A
A
Dalam satu riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu diceritakan, ada seseorang lelaki Badui bertanya kepada Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam:
"Kapan Hari Kiamat terjadi, wahai Rasulullah?"
Beliau shollallahu 'alaihi wasallam berkata: "Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?"
Orang tersebut menjawab: "Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak sholat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya."
Rasulullah kemudian berkata:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Artinya: "(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai." (HR Al-Bukhari 6171 dan Muslim 2639)
Dalam riwayat lain, sahabat Anas mengatakan: "Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shollallahu 'alaihi wasallam : "Anta ma'a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai)."
Anas pun berujar: "Kalau begitu aku mencintai Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka." (HR Al-Bukhari 3688)
Ibnu Hajar menerangkan, maksud "sesungguhnya engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai" adalah engkau akan didekatkan dengan mereka. Begitu pula hal ini termasuk dalam golongan yang ia cintai. Bagaimana jika kedudukan di surga di antara mereka bertingkat-tingkat derajat? Apakah masih tetap dikatakan bersama? Jawabannya, tetap masih disebut bersama.
"Kapan Hari Kiamat terjadi, wahai Rasulullah?"
Beliau shollallahu 'alaihi wasallam berkata: "Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?"
Orang tersebut menjawab: "Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak sholat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya."
Rasulullah kemudian berkata:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Artinya: "(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai." (HR Al-Bukhari 6171 dan Muslim 2639)
Dalam riwayat lain, sahabat Anas mengatakan: "Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shollallahu 'alaihi wasallam : "Anta ma'a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai)."
Anas pun berujar: "Kalau begitu aku mencintai Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka." (HR Al-Bukhari 3688)
Ibnu Hajar menerangkan, maksud "sesungguhnya engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai" adalah engkau akan didekatkan dengan mereka. Begitu pula hal ini termasuk dalam golongan yang ia cintai. Bagaimana jika kedudukan di surga di antara mereka bertingkat-tingkat derajat? Apakah masih tetap dikatakan bersama? Jawabannya, tetap masih disebut bersama.
Lihat Juga :