8 Adab Pulang dari Ibadah Haji, Nomor Terakhir Jadi Tanda Mabrur
Selasa, 19 Juli 2022 - 14:48 WIB
loading...
Agar ibadah haji mendapat predikat mabrur atau diterima Allah, jamaah Haji dianjurkan melaksanakan delapan adab saat pulang ke negaranya masing-masing. Foto/ilustrasi haji
A
A
A
Muhamad Abror
Santri Pesantren Asshiddiqiyah
Setelah Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah haji akan kembali ke negaranya masing-masing, termasuk jamaah asal Indonesia. Agar ibadah haji menjadi sempurna dan mendapat predikat mabrur atau diterima Allah, jamaah Haji dianjurkan melaksanakan delapan adab saat pulang ke negaranya masing-masing. Apa saja? Yuk, simak sampai selesai.
Imam An-Nawawi dalam Kitabnya Al-Idhah fi Manasikil Hajii wal 'Umrah (menjelaskan tentang haji dan umrah) menjelaskan ada delapan adab yang sunnah dilakukan jamaah haji saat pulang ke Tanah Air.
1. Membaca Zikir Tahlil sebagai berikut
لاَ إلهَ إلاّ الله وَحدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الملكُ وَلَهُ الحمدُ وَهُوَ عَلَى كُل شَيْءٍ قدير، آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبّنَا حَامِدُونَ، صدَقَ الله وَعْدَه وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَه
Laa ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahû, lahul mulku, wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, âyibûna, tâ’ibûn, 'âbidûn, sâjidûn li rabbinâ hâmidûn, shadaqallâhu wa‘dahû, wa nashara 'abdahû, wa hazamal ahzâba wahdahû.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, segala puji untuk-Nya, Dialah Tuhan yang Maha Mampu atas segalanya. (Kami) pulang dalam keadaan bertaubat, beribadah, bersujud kepada Tuhan kami, dan dalam keadaan memuji. Maha benar Allah atas janji-Nya. Dia menolong hamba-Nya dan memporak-porandakan pasukan musuh."
Dasar anjuran zikir di atas adalah hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim. Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sahabat Anas redaksinya hanya lafal berikut:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبّنَا حَامِدُونَ
Artinya: "(Kami) pulang dalam keadaan bertaubat, beribadah, bersujud kepada Tuhan kami, dan dalam keadaan memuji."
Santri Pesantren Asshiddiqiyah
Setelah Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah haji akan kembali ke negaranya masing-masing, termasuk jamaah asal Indonesia. Agar ibadah haji menjadi sempurna dan mendapat predikat mabrur atau diterima Allah, jamaah Haji dianjurkan melaksanakan delapan adab saat pulang ke negaranya masing-masing. Apa saja? Yuk, simak sampai selesai.
Imam An-Nawawi dalam Kitabnya Al-Idhah fi Manasikil Hajii wal 'Umrah (menjelaskan tentang haji dan umrah) menjelaskan ada delapan adab yang sunnah dilakukan jamaah haji saat pulang ke Tanah Air.
1. Membaca Zikir Tahlil sebagai berikut
لاَ إلهَ إلاّ الله وَحدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الملكُ وَلَهُ الحمدُ وَهُوَ عَلَى كُل شَيْءٍ قدير، آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبّنَا حَامِدُونَ، صدَقَ الله وَعْدَه وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَه
Laa ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahû, lahul mulku, wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, âyibûna, tâ’ibûn, 'âbidûn, sâjidûn li rabbinâ hâmidûn, shadaqallâhu wa‘dahû, wa nashara 'abdahû, wa hazamal ahzâba wahdahû.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, segala puji untuk-Nya, Dialah Tuhan yang Maha Mampu atas segalanya. (Kami) pulang dalam keadaan bertaubat, beribadah, bersujud kepada Tuhan kami, dan dalam keadaan memuji. Maha benar Allah atas janji-Nya. Dia menolong hamba-Nya dan memporak-porandakan pasukan musuh."
Dasar anjuran zikir di atas adalah hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim. Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sahabat Anas redaksinya hanya lafal berikut:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبّنَا حَامِدُونَ
Artinya: "(Kami) pulang dalam keadaan bertaubat, beribadah, bersujud kepada Tuhan kami, dan dalam keadaan memuji."
Lihat Juga :