Kisah Umar bin Khattab Mengata-ngatai Hajar Aswad
Selasa, 19 Juli 2022 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Artinya, “Dari Jabir bin Abdullah RA, bahwa ketika Rasulullah SAW sampai di Makkah, beliau mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya, kemudian beliau berjalan ke sebelah kanannya. Beliau berlari-lari kecil tiga kali, dan berjalan biasa empat kali.” (HR Muslim)
Baca juga: Tragedi Qaramithah: Ka'bah Tanpa Hajar Aswad Selama 22 Tahun
Kisah Umar dan Hajar Aswad
Terkait keutamaan mencium Hajar Aswad, terdapat cerita menarik pada zaman Rasul. Dikisahkan, sekali waktu Umar bin Khattab mendatangi batu mulia itu dan dengan tegas ia mengatainya, “Sungguh, saya tahu engkau hanya batu, tidak bisa memberikan mudarat dan manfaat. Sungguh, andai aku tidak melihat Nabi SAW menciummu, niscaya aku pun tidak akan menciummu!”
Kisah ini didokumentasikan oleh Imam Bukhari dalam kitab Sahih-nya sebagai berikut:
أنَّهُ جَاءَ إلى الحَجَرِ الأسْوَدِ فَقَبَّلَهُ، فَقالَ: إنِّي أعْلَمُ أنَّكَ حَجَرٌ، لا تَضُرُّ ولَا تَنْفَعُ، ولَوْلَا أنِّي رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُقَبِّلُكَ ما قَبَّلْتُكَ.
Artinya, “Sesungguhnya Rasulullah SAW mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya, Umar bin Khattab kemudian berkata (kepada Hajar Aswad), ‘Sungguh saya tahu bahwa engkau hanya batu, tidak bisa memberikan mudarat dan manfaat. Sungguh, andai aku tidak melihat Nabi SAW menciummu, niscaya aku pun tidak akan menciummu!” (HR Bukhari)
Dalam redaksi lain disebutkan,
أنَّ عُمَرَ بنَ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عنْه قالَ لِلرُّكْنِ: أَما واللَّهِ، إنِّي لَأَعْلَمُ أنَّكَ حَجَرٌ لا تَضُرُّ ولَا تَنْفَعُ، ولَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ اسْتَلَمَكَ ما اسْتَلَمْتُكَ، فَاسْتَلَمَهُ ثُمَّ قالَ: فَما لَنَا ولِلرَّمَلِ إنَّما كُنَّا رَاءَيْنَا به المُشْرِكِينَ وقدْ أَهْلَكَهُمُ اللَّهُ، ثُمَّ قالَ: شيءٌ صَنَعَهُ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فلا نُحِبُّ أَنْ نَتْرُكَهُ.
Artinya, “Sesungguhnya Umar bin Khattab berkata kepada rukun (Hajar ASwad), ‘Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan mudarat maupun manfaat. Namun kalau bukan karena aku telah melihat Nabi SAW menciummu tentu aku tidak akan menciummu.’”
“Maka dia menciumnya lalu berkata, ‘Kenapa pula kita harus berlari-lari kecil? Sungguh kami telah menyaksikan orang-orang musyrikin melakukannya namun kemudian mereka dibinasakan oleh Allah SWT.’ Dia berkata lagi, ‘Berlari-lari kecil ini adalah sesuatu sunnah yang telah dikerjakan oleh Nabi SAW dan kami tidak suka bila meninggalkannya.’” (HR Abdullah bin Umar)
Baca juga: Tragedi Qaramithah: Ka'bah Tanpa Hajar Aswad Selama 22 Tahun
Kisah Umar dan Hajar Aswad
Terkait keutamaan mencium Hajar Aswad, terdapat cerita menarik pada zaman Rasul. Dikisahkan, sekali waktu Umar bin Khattab mendatangi batu mulia itu dan dengan tegas ia mengatainya, “Sungguh, saya tahu engkau hanya batu, tidak bisa memberikan mudarat dan manfaat. Sungguh, andai aku tidak melihat Nabi SAW menciummu, niscaya aku pun tidak akan menciummu!”
Kisah ini didokumentasikan oleh Imam Bukhari dalam kitab Sahih-nya sebagai berikut:
أنَّهُ جَاءَ إلى الحَجَرِ الأسْوَدِ فَقَبَّلَهُ، فَقالَ: إنِّي أعْلَمُ أنَّكَ حَجَرٌ، لا تَضُرُّ ولَا تَنْفَعُ، ولَوْلَا أنِّي رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُقَبِّلُكَ ما قَبَّلْتُكَ.
Artinya, “Sesungguhnya Rasulullah SAW mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya, Umar bin Khattab kemudian berkata (kepada Hajar Aswad), ‘Sungguh saya tahu bahwa engkau hanya batu, tidak bisa memberikan mudarat dan manfaat. Sungguh, andai aku tidak melihat Nabi SAW menciummu, niscaya aku pun tidak akan menciummu!” (HR Bukhari)
Dalam redaksi lain disebutkan,
أنَّ عُمَرَ بنَ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عنْه قالَ لِلرُّكْنِ: أَما واللَّهِ، إنِّي لَأَعْلَمُ أنَّكَ حَجَرٌ لا تَضُرُّ ولَا تَنْفَعُ، ولَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ اسْتَلَمَكَ ما اسْتَلَمْتُكَ، فَاسْتَلَمَهُ ثُمَّ قالَ: فَما لَنَا ولِلرَّمَلِ إنَّما كُنَّا رَاءَيْنَا به المُشْرِكِينَ وقدْ أَهْلَكَهُمُ اللَّهُ، ثُمَّ قالَ: شيءٌ صَنَعَهُ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فلا نُحِبُّ أَنْ نَتْرُكَهُ.
Artinya, “Sesungguhnya Umar bin Khattab berkata kepada rukun (Hajar ASwad), ‘Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan mudarat maupun manfaat. Namun kalau bukan karena aku telah melihat Nabi SAW menciummu tentu aku tidak akan menciummu.’”
“Maka dia menciumnya lalu berkata, ‘Kenapa pula kita harus berlari-lari kecil? Sungguh kami telah menyaksikan orang-orang musyrikin melakukannya namun kemudian mereka dibinasakan oleh Allah SWT.’ Dia berkata lagi, ‘Berlari-lari kecil ini adalah sesuatu sunnah yang telah dikerjakan oleh Nabi SAW dan kami tidak suka bila meninggalkannya.’” (HR Abdullah bin Umar)
Lihat Juga :