Mengapa Hati Disebut Al Qalb? Dan Karakteristiknya

loading...
Mengapa Hati Disebut Al Qalb? Dan Karakteristiknya
Hati adalah parameter amal. Diterima atau tidak sebuah amal itu tergantung bersih tidaknya hati. Foto : Ilustrasi/ist
Pernahkah kita menyaksikan seseorang yang begitu mudah terpengaruh oleh sesuatu? Mengapa kaum wanita begitu mudah luluh oleh rayuan laki-laki bahkan dengan mudah pula ia menyerahkan kehormatan sendiri? Mengapa banyak wanita begitu mudah terombang-ambing oleh keadaan, mudah histeris, emosional dan gampang tersinggung atau mudah tertusuk hatinya?

Sebagaimana banyak wanitayang terjerumus dalam rayuan gombal, mengapa banyak pula wanita yang mudah tersentuh hatinya oleh seruan- seruan dakwah, amal sosial dan sebagainya?

Ketahuilah bahwa hati disebut al-qalb karena proses perubahannya (at taqallub) begitu cepat. Nabi Shalallahu alaihi wa sallam menyebut hati dengan berbagai perumpamaan. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

"Dinamakan hati karena perubahannya. Sesungguhnya perumpamaan hati itu laksana bulu yang tertempel di pangkal pohon yang diubah oleh hembusan angin sehingga terbalik. "(HR. Ahmad)



"Perumpamaan hati itu laksana bulu di sebuah tanah lapang yang diubah oleh hembusan angin dalam keadaan terbalik." (Ditakhrij Ibnu Abi Ashim, isnad shahih)

"Sesungguhnya hati keturunan anak Adam itu lebih cepat berubah daripada takdir jika ia memuncak dalam keadaan mendidih," (Zhilaalul Jan. nah, isnad shahih)

Dinukil dari kitab Tarbiyah Ruhiyah Wanita, dijelaskan bahwa berbagai perumpamaan tentang hati sesungguhnya menggambarkan 'ketidakstabilan' hati, fluktuatif, gampang, dan terenyuh oleh sesuatu. Karena gampangnya hati itu kena pengaruh, maka kita perlu membekali diri agar hati selalu stabil dalam keimanan dan ketaqwaan. (Baca juga :Ini Pentingnya Menjaga Izzah dan Iffah)



Hati adalah parameter amal. Diterima atau tidak sebuah amal itu tergantung bersih tidaknya hati. Hatilah yang mendorong keberadaan amal, kualitas maupun kuantitas, benar atau, sunnahatau bid'ah dan sebagainya.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَلَقَدۡ فَتَـنَّا الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡ‌ فَلَيَـعۡلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا وَلَيَعۡلَمَنَّ الۡكٰذِبِيۡنَ
Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.

(QS. Al-'Ankabut:3)
cover bottom ayah
preload video