Saat Islamisasi di Samudera Pasai, Gujarat Masih Hindu
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Winsted, sebagaimana dikutip Azyumardi Azra, karena batu-batu nisan yang ditemukan di Bruas, Pasai, dan Gresik saat itu kebanyakan didatangkan dari Gujarat, ini menunjukkan bahwa Islam pun datang dari Gujarat, India.
Masih dari daerah India, Fatimi menyebutkan tempat lain, yaitu Bengal. Menurut Fatimi, batu-batu nisan yang disebutkan mirip dengan yang berada di Gujarat sesungguhnya bukan Gujarat melainkan Bengal.
Batu yang mirip dengan yang terdapat di Bengal ini adalah batu nisannya Fatimah Binti Maimun di Leran Jawa Timur pada tahun 475/1082 tapi para sarjana jarang menyebutkannya.
Lemah dari Dua Sisi
Teori India ini lemah dari dua sisi. Pertama, lemah bila disimpulkan bahwa awal kedatangan Islam adalah dari Gujarat karena berarti mengabaikan sekian banyak data tentang peranan orang-orang Arab dan China pada abad-abad sebelumnya seperti dijelaskan dalam teori Arab.
Baca juga: Kisah Laksamana Cheng Ho Menyebarkan Islam di Nusantara
Kedua, lemah juga secara historis. Ini ditunjukkan Marrison. Menurut Marrison, seperti dijelaskan Azyumardi Azra, batu nisan Raja Samudera Pasai tahun 698 H/1297 M yang dijadikan alasan Islam datang ke situ berasal dari Gujarat tidak berdasar karena pada saat Islamisasi berlangsung di Samudera Pasai, Gujarat masih Hindu.
Baru setahun kemudian yaitu tahun 1298, setelah wafatnya Malik al-Shaleh, Cambay, dan Gujarat ditaklukkan oleh kekuasaan Islam. Tahun 1298 dengan demikian adalah pintu gerbang masuknya Islam ke India.
"Bila dikatakan bahwa Islam berasal dari Gujarat seharusnya Islam sudah menyebar di Nusantara jauh sebelum tahun 1297, yaitu tahun kematian Malik al-Shaleh," tutur Azyumardi Azra.
Menurut Azyumardi Azra, yang lebih melemahkan lagi teori ini, seperti dijelaskan Marrison, serangan beberapa kali tentara Islam ke Gujarat tahun 415/1024, 574/1178, dan 595/1197 bisa digagalkan oleh kerajaan Hindu hingga tahun 698/1297.
Jadi Gujarat dan Cambay masih memeluk Hindu hingga kematian Malik al-Shaleh di Samudera Pasai. Dengan fakta-fakta ini bukankah tidak logis mengatakan Islam berasal dari Gujarat? Semua fakta ini menunjukkan bahwa teori Gujarat-India tidak bisa dipertanggung jawabkan dan tidak bisa dipegang kebenarannya.
Baca juga: Kisah Raja Sriwijaya Kirim Surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Masih dari daerah India, Fatimi menyebutkan tempat lain, yaitu Bengal. Menurut Fatimi, batu-batu nisan yang disebutkan mirip dengan yang berada di Gujarat sesungguhnya bukan Gujarat melainkan Bengal.
Batu yang mirip dengan yang terdapat di Bengal ini adalah batu nisannya Fatimah Binti Maimun di Leran Jawa Timur pada tahun 475/1082 tapi para sarjana jarang menyebutkannya.
Lemah dari Dua Sisi
Teori India ini lemah dari dua sisi. Pertama, lemah bila disimpulkan bahwa awal kedatangan Islam adalah dari Gujarat karena berarti mengabaikan sekian banyak data tentang peranan orang-orang Arab dan China pada abad-abad sebelumnya seperti dijelaskan dalam teori Arab.
Baca juga: Kisah Laksamana Cheng Ho Menyebarkan Islam di Nusantara
Kedua, lemah juga secara historis. Ini ditunjukkan Marrison. Menurut Marrison, seperti dijelaskan Azyumardi Azra, batu nisan Raja Samudera Pasai tahun 698 H/1297 M yang dijadikan alasan Islam datang ke situ berasal dari Gujarat tidak berdasar karena pada saat Islamisasi berlangsung di Samudera Pasai, Gujarat masih Hindu.
Baru setahun kemudian yaitu tahun 1298, setelah wafatnya Malik al-Shaleh, Cambay, dan Gujarat ditaklukkan oleh kekuasaan Islam. Tahun 1298 dengan demikian adalah pintu gerbang masuknya Islam ke India.
"Bila dikatakan bahwa Islam berasal dari Gujarat seharusnya Islam sudah menyebar di Nusantara jauh sebelum tahun 1297, yaitu tahun kematian Malik al-Shaleh," tutur Azyumardi Azra.
Menurut Azyumardi Azra, yang lebih melemahkan lagi teori ini, seperti dijelaskan Marrison, serangan beberapa kali tentara Islam ke Gujarat tahun 415/1024, 574/1178, dan 595/1197 bisa digagalkan oleh kerajaan Hindu hingga tahun 698/1297.
Jadi Gujarat dan Cambay masih memeluk Hindu hingga kematian Malik al-Shaleh di Samudera Pasai. Dengan fakta-fakta ini bukankah tidak logis mengatakan Islam berasal dari Gujarat? Semua fakta ini menunjukkan bahwa teori Gujarat-India tidak bisa dipertanggung jawabkan dan tidak bisa dipegang kebenarannya.
Baca juga: Kisah Raja Sriwijaya Kirim Surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz
(mhy)
Lihat Juga :