Cinta Tanah Air dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis
Kamis, 18 Agustus 2022 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
3. Hadis Riwayat Ibn Abi Hatim
"Dari al-Dhahhak, beliau berkata: Ketika Rasulullah SAW keluar dari Kota Makkah, lalu sampai di al-Juhfar (tempat di antara Makkah dan Madinah), beliau rindu dengan Makkah, maka Allah. Menurunkan ayat: "...Dan sungguh (Allah) akan mengembalikan kamu ke tempat kembali (yaitu ke Makkah)." (HR Ibn Abu Hatim al-Razi)
Hadis yang diriwayatkan Ibn Abu Hatim al-Razi (wafat 890 M) di dalam tafsirnya ini, diamini oleh banyak penafsir Al-Qur'an, seperti al Thabathaba'i, hingga Sayyid Quthb sebagaimana yang dijelaskan Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah.
Jika digambarkan dalam kaitannya dengan cinta tanah air, kejadian tersebut bisa menunjukkan bahwa mencintai negara memiliki andil besar dalam menjaga keberlangsungan kehidupan dan pelaksanaan ajaran agama yang didasari oleh keimanan.
Pelajaran dari tokoh bangsa ketika menjadikan ungkapan "Hubbul Wathan Minal Iman" adalah sarana meningkatkan semangat juang rakyat, harus kita teladani dan ambil semangatnya.
Nabi Muhammad SAW juga mengisyaratkan cintanya kepada tanah kelahiran Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam Hadis berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ، مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ
Artinya: "Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: 'Alangkah baiknya engkau sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu." (HR Ibnu Hibban)
Baca Juga: Makna Kemerdekaan dalam Perspektif Maqashid as-Syari'ah
Wallahu A'lam
"Dari al-Dhahhak, beliau berkata: Ketika Rasulullah SAW keluar dari Kota Makkah, lalu sampai di al-Juhfar (tempat di antara Makkah dan Madinah), beliau rindu dengan Makkah, maka Allah. Menurunkan ayat: "...Dan sungguh (Allah) akan mengembalikan kamu ke tempat kembali (yaitu ke Makkah)." (HR Ibn Abu Hatim al-Razi)
Hadis yang diriwayatkan Ibn Abu Hatim al-Razi (wafat 890 M) di dalam tafsirnya ini, diamini oleh banyak penafsir Al-Qur'an, seperti al Thabathaba'i, hingga Sayyid Quthb sebagaimana yang dijelaskan Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah.
Jika digambarkan dalam kaitannya dengan cinta tanah air, kejadian tersebut bisa menunjukkan bahwa mencintai negara memiliki andil besar dalam menjaga keberlangsungan kehidupan dan pelaksanaan ajaran agama yang didasari oleh keimanan.
Pelajaran dari tokoh bangsa ketika menjadikan ungkapan "Hubbul Wathan Minal Iman" adalah sarana meningkatkan semangat juang rakyat, harus kita teladani dan ambil semangatnya.
Nabi Muhammad SAW juga mengisyaratkan cintanya kepada tanah kelahiran Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam Hadis berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ، مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ
Artinya: "Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: 'Alangkah baiknya engkau sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu." (HR Ibnu Hibban)
Baca Juga: Makna Kemerdekaan dalam Perspektif Maqashid as-Syari'ah
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :