Cinta Tanah Air dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis
Kamis, 18 Agustus 2022 - 17:35 WIB
loading...
Cinta Tanah Air termasuk bagian dari keimanan. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah mengisyaratkan cintanya kepada tanah kelahiran Mekkah. Foto/ilustrasi
A
A
A
Cinta Tanah Air merupakan cerminan rasa bangga terhadap tanah kelahiran tempat kita tinggal dan menetap. Dalam Islam, perilaku cinta Tanah Air termasuk bagian dari keimanan.
Lihat Vidieo: Syiar: Wahai Umat Islam, Rasulullah Sangat Cinta Tanah Air
Ada beberapa dalil dalam Al-Qur'an maupun Hadis yang menyinggung tentang hal ini. Dilansir dari laman MUI, beberapa di antaranya yaitu.
1. Surah Al-Baqarah Ayat 144
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."
Dalam tafsirnya, Quraish Shihab berpendapat bahwa Surat Al-Baqarah Ayat 144 tersebut syarat akan nasionalisme atau cinta tanah air. Hal ini dicontohkan Rasulullah SAW saat peristiwa perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah.
Adapun Ka'bah merupakan kiblat leluhur Nabi Muhammad SAW dan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Peristiwa itu menjelaskan bahwa rasa cinta Tanah Air tidak cukup hanya diucapkan dengan ungkapan "hubbul wathan minal iman" melainkan butuh bukti yang nyata dari perkataan tersebut.
2. Surat Al-A'raf Ayat 160
وَقَطَّعْنٰهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ اَسْبَاطًا اُمَمًاۗ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اِذِ اسْتَسْقٰىهُ قَوْمُهٗٓ اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَۚ
Artinya: "Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya (umat Yahudi) meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!"
Pada ayat itu, Allah membagi para hambaNya berdasarkan kelompok atau keturunannya. Adapun tujuannya agar mereka saling mengenal satu sama lain, bukan untuk berpecah belah atau saling bermusuhan karena perbedaan.
Dalam hal ini, ada sebuah pembelajaran yang bisa diambil dengan pengelompokan tersebut. Yaitu agar umat manusia saling mengenal agar bisa saling membantu dalam kebaikan tanpa memandang ras, suku, bangsa.
Lihat Vidieo: Syiar: Wahai Umat Islam, Rasulullah Sangat Cinta Tanah Air
Ada beberapa dalil dalam Al-Qur'an maupun Hadis yang menyinggung tentang hal ini. Dilansir dari laman MUI, beberapa di antaranya yaitu.
1. Surah Al-Baqarah Ayat 144
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."
Dalam tafsirnya, Quraish Shihab berpendapat bahwa Surat Al-Baqarah Ayat 144 tersebut syarat akan nasionalisme atau cinta tanah air. Hal ini dicontohkan Rasulullah SAW saat peristiwa perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah.
Adapun Ka'bah merupakan kiblat leluhur Nabi Muhammad SAW dan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Peristiwa itu menjelaskan bahwa rasa cinta Tanah Air tidak cukup hanya diucapkan dengan ungkapan "hubbul wathan minal iman" melainkan butuh bukti yang nyata dari perkataan tersebut.
2. Surat Al-A'raf Ayat 160
وَقَطَّعْنٰهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ اَسْبَاطًا اُمَمًاۗ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اِذِ اسْتَسْقٰىهُ قَوْمُهٗٓ اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَۚ
Artinya: "Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya (umat Yahudi) meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!"
Pada ayat itu, Allah membagi para hambaNya berdasarkan kelompok atau keturunannya. Adapun tujuannya agar mereka saling mengenal satu sama lain, bukan untuk berpecah belah atau saling bermusuhan karena perbedaan.
Dalam hal ini, ada sebuah pembelajaran yang bisa diambil dengan pengelompokan tersebut. Yaitu agar umat manusia saling mengenal agar bisa saling membantu dalam kebaikan tanpa memandang ras, suku, bangsa.
Lihat Juga :