Dalil-dalil Cinta Tanah Air dalam Al Quran dan Hadis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 07:46 WIB
loading...
Dalil-dalil Cinta Tanah...
Ada beberapa dalil yang menjelaskan tentang cinta Tanah Air, dalam Al Quran dan Hadis Nabi SAW, salah satunya Surat Al Baqarah ayat 144. Foto ilustrasi/ist
A A A
Ada beberapa dalil yang menjelaskan tentang cinta Tanah Air , dalam Al Qur'an dan Hadis Nabi SAW. Karena dalam Islam, perilaku cinta Tanah Air termasuk bagian dari keimanan .

Dilansir dari laman MUI, beberapa di antaranya yaitu.

1. Surah Al-Baqarah Ayat 144

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ


Artinya: "Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."



Dalam tafsirnya, Quraish Shihab berpendapat bahwa Surat Al-Baqarah Ayat 144 tersebut syarat akan nasionalisme atau cinta tanah air. Hal ini dicontohkan Rasulullah SAW saat peristiwa perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah. Adapun Ka'bah merupakan kiblat leluhur Nabi Muhammad SAW dan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Peristiwa itu menjelaskan bahwa rasa cinta Tanah Air tidak cukup hanya diucapkan dengan ungkapan "hubbul wathan minal iman" melainkan butuh bukti yang nyata dari perkataan tersebut.

2. Surat Al-A'raf Ayat 160

وَقَطَّعْنٰهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ اَسْبَاطًا اُمَمًاۗ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اِذِ اسْتَسْقٰىهُ قَوْمُهٗٓ اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَۚ


Artinya: "Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya (umat Yahudi) meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!"

Pada ayat itu, Allah membagi para hambaNya berdasarkan kelompok atau keturunannya. Adapun tujuannya agar mereka saling mengenal satu sama lain, bukan untuk berpecah belah atau saling bermusuhan karena perbedaan. Dalam hal ini, ada sebuah pembelajaran yang bisa diambil dengan pengelompokan tersebut. Yaitu agar umat manusia saling mengenal agar bisa saling membantu dalam kebaikan tanpa memandang ras, suku, bangsa.

Baca juga: Ayat dan Hadis tentang Kemerdekaan dan Cinta Tanah Air

3. Hadis Riwayat Ibn Abi Hatim

"Dari al-Dhahhak, beliau berkata: Ketika Rasulullah SAW keluar dari Kota Makkah, lalu sampai di al-Juhfar (tempat di antara Makkah dan Madinah), beliau rindu dengan Makkah, maka Allah. Menurunkan ayat: "...Dan sungguh (Allah) akan mengembalikan kamu ke tempat kembali (yaitu ke Makkah)." (HR Ibn Abu Hatim al-Razi)

Hadis yang diriwayatkan Ibn Abu Hatim al-Razi (wafat 890 M) di dalam tafsirnya ini, diamini oleh banyak penafsir Al-Qur'an, seperti al Thabathaba'i, hingga Sayyid Quthb sebagaimana yang dijelaskan Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah.

Jika digambarkan dalam kaitannya dengan cinta tanah air, kejadian tersebut bisa menunjukkan bahwa mencintai negara memiliki andil besar dalam menjaga keberlangsungan kehidupan dan pelaksanaan ajaran agama yang didasari oleh keimanan.

Pelajaran dari tokoh bangsa ketika menjadikan ungkapan "Hubbul Wathan Minal Iman" adalah sarana meningkatkan semangat juang rakyat, harus kita teladani dan ambil semangatnya. Nabi Muhammad SAW juga mengisyaratkan cintanya kepada tanah kelahiran Makkah sebagaimana diriwayatkan dalam Hadis berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ، مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ


Artinya: "Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: 'Alangkah baiknya engkau sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu." (HR Ibnu Hibban)

Baca juga: Zakat Berbeda dengan Pajak, Umat Islam Wajib Tahu!
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kemerdekaan, Makna dan...
Kemerdekaan, Makna dan Cinta Tanah Air dalam Perpekstif Islam
Khotbah Jumat: Arti...
Khotbah Jumat: Arti dari Kemerdekaan Sesungguhnya dalam Islam
Ayat dan Hadis tentang...
Ayat dan Hadis tentang Kemerdekaan dan Cinta Tanah Air
Makna Kemerdekaan dalam...
Makna Kemerdekaan dalam Islam, Cinta Tanah Air Tidak Bertentangan dengan Prinsip Agama
Muhammadiyah Dukung...
Muhammadiyah Dukung Fatwa ICJ Pendudukan Israel Ilegal, Jajaki Pola Sinergi Kemerdekaan Palestina
Jejak Yahudi di Amerika,...
Jejak Yahudi di Amerika, Benjamin Franklin: Mereka Adalah Binatang Vampir!
Rekomendasi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
China Berhasil Abadikan...
China Berhasil Abadikan Ledakan Bintang Paling Terang di Alam Semesta
Bandara Kansai Bakal...
Bandara Kansai Bakal Hilang Ditelan Air Laut, Ini Bukti Ilmiahnya
Artikel Terkini
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Infografis
Tertulis dalam Al-Quran,...
Tertulis dalam Al-Quran, Ini Manfaat Luar Biasa Buah Delima
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved