Lelaki Kerabat Fira'un Ini Mengimani Risalah Nabi Musa

Senin, 22 Agustus 2022 - 13:21 WIB
loading...
Lelaki Kerabat Firaun...
Ilustrasi Firaun. Ada beberapa kerabat Raja Firaun yang mengimani risalah Nabi Musa as. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Perempuan dari keluarga Firaun yang mengimani risalah Nabi Musa as adalah Asiyah binti Muzahim . Dia adalah istri Fir’aun. Sementara itu, ada juga seorang lelaki saudara Firaun yang mengambil jalan sama.

Lelaki ini secara sembunyi-sembunyi mengimani risalah Nabi Musa as . Hanya saja, begitu Raja Fira'un menyampaikan niatnya membunuh utusan Allah SWT tersebut lelaki ini menunjukkan sikapnya.

Baca juga: Istri Firaun Tutankhamun, Ankhsenamun Ternyata Masih Saudara Tiri dan Pernah Dinikahi Ayahnya

Lelaki itu ditengarai sebagai sepupu Firaun atau anak paman Firaun. Saat Firaun menyampaikan rencana akan membunuh Nabi Musa lelaki ini menyampaikan pendapatnya dalam rangka membela Nabi Musa.

Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْۖ وَإِنْ يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُۖ وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

"Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu.” Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta". [ QS Al-Mu’min/Ghâfir/40 :28]

Baca juga: Simpan Ratusan Jimat, Inilah Sosok Naas Istri Firaun

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan orang ini menyembunyikan keimanannya ketika Fir’aun bermaksud membunuh Nabi Musa lalu meminta pendapat dari para pembesarnya, maka orang ini mengkhawatirkan Nabi Musa. Kemudian ia (dengan keberaniannya) namun tetap dengan lemah lembut menyarankan agar (Fir’aun) tidak melakukan niatnya tersebut. Ia sampaikan itu sebatas pada usulan dan penyampaian pendapat.

Soal siapa lelaki itu, pendapat ulama yang masyhur adalah dia orang Qibthi dari keluarga Fir’aun.

As-Sudiy mengatakan, “Dia adalah anak paman Fir'aun dan ada juga yang mengatakan bahwa dia termasuk orang yang selamat bersama Musa.

Ibnu Jarir memilih pendapat ini dan membantah orang yang mengatakan bahwa lelaki tersebut berasal dari orang Israil (dengan bukti) Fir’aun mau memperhatikan dan mau mendengarkan perkataannya dan tidak jadi membunuh Musa (pada saat itu).

Seandainya orang ini adalah dari bangsa Israil tidak diragukan lagi tentu dia akan segera mendapatkan hukuman karena dia termasuk orang Israil.

Dalam Al–Burhan Fî Qashashil Qur’an disebutkan Ibnu Juraij dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa tidak ada yang beriman di antara keluarga Fir’aun kecuali laki-laki ini dan istri Fir’aun.

Lelaki inilah yang datang dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata, “Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, oleh karena itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.”

Baca juga: Taat dan Keteguhan Hati Asiyah Mengantarkannya ke Surga

Laki-laki yang beriman dan menyembunyikan keimanannya dari kaumnya ini, tidak menampakkan keimanannya kecuali pada hari tatkala Fir'aun mengatakan akan membunuh Musa. Ini dia lakukan karena Allah SWT. Dia berani menasihati Fir’aun dengan perkataannya yang sangat santun.

Ibnu Katsir mengatakan Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ (وَفِي رِوَايَةٍ:حَقٍّ) عِنْدَ سُطَانٍ جَائِرٍ

Jihad yang paling utama adalah (menyampaikan) perkataan adil (dalam riwayat yang lain perkataan hak) dihadapan pemimpin yang lalim.

Ibnu Katsir mengatakan, nasihat seperti ini merupakan perkataan yang diungkapkan dengan nilai kelembutan yang sangat tinggi, kekokohan dan akal yang sempurna.

Baca juga: Nasib Bani Israil Setelah Firaun dan Bala Tentaranya Tenggelam
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Nabi Musa dan...
Kisah Nabi Musa dan Pendosa 40 Tahun, Bukti Allah Menutupi Aib Hamba yang Bertobat
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Berapa Lama Seluruh...
Berapa Lama Seluruh Ayat Al Quran Diturunkan? Ini Fakta di Balik 22 Tahun Perjalanannya!
Dukung Pemenuhan Kebutuhan...
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Al-Qur'an, Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf kepada ICMI
Segera Hadir untuk Umat...
Segera Hadir untuk Umat Muslim, Al-Qur’an Terjemah Bahasa Betawi
Penjelasan Mulianya...
Penjelasan Mulianya Kedudukan Perempuan dalam Al-Qur'an
Rekomendasi
Dunia Bawah Laut Purba...
Dunia Bawah Laut Purba Jadi Kunci Bukti Peradaban Kuno
10 Karakter Paling Cerdas...
10 Karakter Paling Cerdas di Serial Anime Dr. Stone
DNA Pertama Manusia...
DNA Pertama Manusia Purba dengan Kromosom X Ditemukan
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved